Arranged Marriage With Arsenio

Arranged Marriage With Arsenio
02


__ADS_3

Author Prov


Tok tok tok Ceklek


"Coba liat kak siapa tau adik kamu." Ucap bunda agatha, dan agastian bangkit dari duduknya menuju pintu.


"Loh om Albert, kenapa nggak langsung masuk aja?" Tanya agastian


"Maaf om angkat telepon dulu, tante rosa udah pulang belum?" Tanya Albert--papa arsen.


"Belum om, ayo masuk dulu om." Ajak agastian kemudian mereka masuk ruangan.


"Oh papa ternyata." Ujar arsen merasa lega melihat papanya duduk disampingnya.


"Kamu kenapa sen?" Bisik papanya


"Ee-enggak papa pa hehe." Jawab arsen cengengesan.


"Gimana keadaan kaka yum?" Tanya papa arsen. Kaka panggilan akrab katon.


"Belum ada perubahan al, malah semakin memburuk." Ujar ayumi dengan nada sedih. Rosa mengelus pelan punggung ayumi.


"Sabar ya ini cobaan dari Allah kalian pasti bisa menghadapinya. Tadi aku sempat bicara dengan dokter faisal sampai sekarang belum ada ginjal yang cocok untuk kaka, semoga cepat menemukan ginjal yang cocok." Ujar Albert.


"Kalo agastian yang donorin bisa kan om?" Celtuk agastian membuka suara dan semua orang diruangan tersentak kaget.


"Aga kamu ini ngomong apa si." Bentak bundanya.


"Ya betul memang ginjal kamu bisa didonorkan padaayah kamu. Tapi coba kamu berfikir agastian, kalau kamu mendonorkan ginjalnya apakah ayahmu tidak sedih? Bagaimana dengan bunda dan adikmu? Mereka pasti akan sangat kehilangan kamu--" Albert menghentikan ucapannya sebentar.


"Kamu harus yakin kalau ayah kamu kuat sampai menemukan ginjal yang cocok. Setidaknya walau ayah kamu koma, kamu masih bisa melindungi keluarga kamu dam mengantikan perannya." Ujar Albert diangguki oleh agastian. Agastian memeluk bundanya.


"Maafin aga bun, aga nggak bermaksud bikin bunda sedih." Ujarnya.


"Iya kak, maafin bunda juga ya udah bentak kamu." Ujar bundanya membalas pelukan agastian


"Bang kok kaya teletubies ya." Celtuk dion pada arsen membuat seisi ruangan tertawa. Dan si empunya hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalian pasti belum makan kan? Biar agastian beliin makanan di kantin." Ujar ayumi.


"Enggak perlu yum, kita makan dirumah aja. Iya kan?" Tanya rosa dan di angguki 3 pria berbeda usia itu.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu kita pamit dulu ya yum, besok kita kesini lagi." Timpal rosa


"Iya hati-hati, aku anter sampe depan pintu." Ujar Ayumi. Kemudian mereka berjalan beriringan dan berpisah didepan pintu.


"Ma papa masih ada meeting dengan rekan dokter lainya papa nggak bisa nganter, mama pulang bareng arsen." Ujar Albert sambil memeluk Rosa


"Iya pa nggak papa, kalo gitu mama pulang dulu ya." Ujar Rosa membalas pelukannnya


"Please ini tempat umum, mesra-mesraanya bisa ditunda dirumah nggak." Sindir Arsen.


"Tau tu bang dasar nggak tau tempat." Cibir dion.


"Kalian aja sirik, dasar jomblo." Dengus mamanya melepas pelukannya.


"Arsen kan otw nggak jomblo ma haha." Timpal papanya tertawa terbahak-bahak, membuat seisi rumah sakit kaget dan banyak yang kagum. Sosok Albert yang dingin ternyata sangat hangat pada keluarganya.


"Eh bang arsen mau punya pacar?" Tanya dion.


"Bukan pacar yon, tapi calon istri." Ujar mamanya cekikikan, arsen mendengus kesal meninggalkan mereka semua.


"Apaan sih mama, arsen ke perkiran dulu ambil mobil." Ujar arsen berjalan menuju parkiran di ikuti dion


"ARSEN MAMA JALAN SAMPE DEPAN RUMAH SAKIT BELI MARTABAK, KAMU LANGSUNG KESANA AJA." Mamanya berteriak dan arsen hanya membalik badannya seraya mengangguk.


Agatha Prov


Gue turun dari taksi tepatnya dijalan sebrang rumah sakit. Waktu gue mau nyebrang gue liat wanita yang wajahnya seumuran sama bunda lagi ngangakat telepon, tanpa dia sadar ada mobil melaju dengan kencang. Gue langsung berlari ke arahnya.


"AWAS!" Teriak gue kemudian gue langsung narik wanita itu kepinggir.


"Aww." Rintihku karena wanita tersebut jatuh di atas badan gue.


"Tante nggak papa?" Tanyaku padanya. Ia langsung tersadar dan duduk di sampingku.


"Tante nggak papa, seharusnya tante yang tanya kamu. Kamu nggak papa kan? Aduh tangan kamu lecet kan, aduh tante bener bener berterimakasih sama kamu." Ujar wanita tersebut meneliti setiap jengkal tubuhku.


"Aku nggak papa kok tan, ini cuma lecet biasa nanti juga sembuh sendiri." Jawabku, tiba-tiba ada sebuah mobil menepi dan dua oarang pria turun menghampiri wanita tersebut


"Ma, mama kenapa? Kenapa pas arsen telpon mama, ada yang teriak?" Tanya pria itu yang menyebut dirinya arsen.


"Aduh mama tadi kurang hati-hati pas mau nyebrang, untung aja ada dia yang nyelametin mama." Ujar wanita tersebut merangkulku.

__ADS_1


"Wah beneran kak? Makasih ya kakak cantik. Kenalin nama gue dion." Celtuk pria satunya lagi yang gue liat dia lebih muda dari gue.


"Apaan si lo yon dasar modus." Dengus pria bernama arsen.


"Udah apa sih kalian malah berantem, arsen dimobil ada kotak P3K kan? Kamu ambilin buat ngobatin luka--siapa namanya?" Ujar wanita tersebut.


"Thatha tante, nggak perlu diobatin ini cuma luka kecil. Soalnya thatha buru-buru. Nanti biar thatha obatin sendiri." Ujarku beranjak dari trotoar. Menarik koperku menyebrang jalan.


"Beneran nggak papa kan? Sekali lagi terimakasih tha udah selametin tante, semoga kita bisa bertemu lagi." Ujar wanita tersebut dan gue hanya melempar senyum.


Arsenio Prov


Gue liat mama duduk di pinggir trotoar dengan keadaan yang berantakan sama seorang cewek. Disana gie liat mama lagi heboh sendiri dengan raut wajah khawatir gue langsung nepiin mobil gue dan turun menghampiri mama dan cewek itu


"Ma, mama kenapa? Kenapa pas arsen telpon mama, ada yang teriak?" Tanya gue.


"Aduh mama tadi kurang hati-hati pas mau nyebrang, untung aja ada dia yang nyelametin mama." Ujar mama merangkul cewek itu.


"Wah beneran kak? Makasih ya kakak cantik. Kenalin nama gue dion." Celtuk dion.


"Apaan si lo yon dasar modus." Ucap gue.


"Udah apa sih kalian malah berantem, arsen dimobil ada kotak P3K kan? Kamu ambilin buat ngobatin luka--siapa namanya?" Ujar mama.


"Thatha tante, nggak perlu diobatin ini cuma luka kecil. Soalnya thatha buru-buru. Nanti biar thatha obatin sendiri." Ujar


cewek bernama thatha, akan menarik kopernya.


"Beneran nggak papa kan? Sekali lagi terimakasih tha udah selametin tante, semoga kita bisa bertemu lagi." Ujar mama dan thatha hanya melempar senyum. Kemudian ia berjalan menjauh.


"Cantik." Gumam gue


"Apa tadi abang ngomong apa kom nggak kedengaran." Celtuk dion


"Aa-apaan s-si lo? gue nggak ngomong apa apa juga." Elak gue.


"Ck udah apaan si kalian hobi banget berantem nggak tau tempat, mending kita pulang mama udah nggak mood beli martabak." Decak mama berjalan ke arah mobil gue sama dion ngekorin di belakang. Kemudian mobil melesat menuju rumah.


TBC


Jangan lupa vote

__ADS_1


Maaf kalau alurnya nggak jelas ya hehe


26.12.2019


__ADS_2