
Asen Prov
Gue masih meratapi nasib gue di depan cermin, hari ini gue mau nikah coba bayangin. Baru kelas 11 gue harus melepas masa lajang gue. Gue tersadar dari lamunan gue karena teriakan mama
"ARSEN BURUAN NANTI TELAT" Teriak mama.
"Iya ini arsen mau turun ma." Jawab gue sambil membuka pintu.
"ASTAGA arsen kamu cuma pake kaos kaya gini?" Pekik mama. Ya gue cuma pake kaus putih polos, celana jeans hitam sama snickers warna putih karena gue males ribet
"Ma bisa nggak sih, nggak usah teriak teriak. Kuping dion sakit dari tadi denger suara mama." Gerutu dion, tiba tiba papa dateng.
"Abisnya kakak kamu tu yon. Pa liat tu arsen masa mau nikah cuma pake kaus putih polos gitu." Adu mama ke papa
"Udah nggak papa ma, kita berangkat aja keburu kesiangan. Kasian penghulunya nungguin." Ujar papa
"Ck, terserah kalian lah." Ujar mama.
Gue bawa mobil sendiri, karena kata mama nanti gue harus pulang sama istri gue. Sedangkan Dion satu mobil bareng papa mama. Kemudian mobil kita berjalan menuju rumah sakit.
Author Prov
Alexi Hospital : 07.00 WIB
Agatha sudah siap dengan dress sabrina berwarna putih selututnya.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan ia semakin gugup. Ia menoleh ke arah pintu terdapat seorang wanita seumuran ibunya, 3 orang pria berbeda usianya yang pertama ia lihat usianya kira-kira sama dengan ayahnya, kedua seusia dengan kakaknya atau mungkin dirinya, ketiga usianya mungkin dibawah agatha. Tetapi agatha merasa tak asing dengan wanita dan 2 pria tersebut. Ia mencoba meng ingat-ingat dan
"Loh thatha." Ujar wanita tersebut
"Tante." Ujar agatha sembari tersenyum
"Kamu kenal sama Agatha?" Tanya bunda agatha dengan wajah bingungnya.
"Kenal yum, anak kamu yang kemarin nolongin aku pas mau disrempet mobil." Ujar mama arsen
"Yang bener ma? Arsen dion bener kata mama kamu?" Tanya papanya diangguki oleh kedua anaknya
"Kok bisa si ma, tapi mama nggak papa kan? Agatha kamu juga nggak papa kan?" Tanya papa arsen lagi.
__ADS_1
"Mama kemarin angkat telpon arsen pa, mama lupa nggak nengok kanan kiri, untung aja ada agatha." Ujra mama arsen
"Iya, thatha nggak papa kok om. Cuma luka gores aja di tangan." Ujar agatha sembari tersenyum.
"Ya ampun mama bener-bener nggak salah pilih mantu kan pa? Tanya mama arsen dan dibenarkan oleh papa arsen
"Bener ma. Udah cantik berhati baik lagi, iya nggak sen?" Celtuk papanya membuat pipi agatha memanas dan arsen dengan salah tingkahnya.
"Aa-apaan sih pa" jawab arsen dengan gugup.
"Tapi emang bener bang. Kak agatha emang cantik." Celtuk dion membuat seisi ruangan tertawa. Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Dan Agastian membukakan pintunya. Terlihat pria berumur 30an dengan jas rapi dan peci di kepalanya.
"Betul dengan keluarga bapak katon? Saya penghulu yang ditugaskan KUA." Ujarnya
"Betul pak, mari masuk." Ujar agastian. Kemudian mereka semua masuk di ruang rawat ayah agatha. Dirungan tersebut ada Ayumi bunda Agatha dan Agastian, Rosanne dan Albert orang tua Arsen dan Dion, Dita Lazuardi adik Katon dan suaminya Reihan Wardana.
"Baik mas arsen dan mbak agatha kalian sudah siap?" Tanya penghulu tersebut dan mendapat anggukan dri merek berdua.
"Mas arsen bisa ikuti ucapan saya. Kalau bisa ucapkan lafaz ijab qobulnya dengan 1 tarikan, baik langsung saja mas arsen bisa jabat tangan saya." Ucap penghulu tersebut sembari mengulurkan tangannya dan arsen menerimanya.
"Saya terima nikahnya Agatha Hermania Lazuardi binti Katon Lazuardi dengan maskawin seperangkat alat shalat dan emas 100gram dibayar tunai." Ucap arsen tegas dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi SAH?" Tanya penghulu tersebeut.
"SAH" Jawab Agastian dan Reihan sebagai saksi.
"Alhamdulillah." Ujar mereka disusul dengan tangis haru Ayumi, Rosa, dan tante agatha yaitu Dita. Setelah penghulu selesai membaca doa, mereka bertukar cincin. Arsen teringat ucapan mamanya di koridor rumah sakit untuk mencium kening agatha.
Arsen sedikit gugup menangkap pipi agatha dan mecium keningnya. Dan blush pipi agatha memanas. Kemudian agatha menerima uluran tangan arsen dan menciumnya. Kemudian tatapan mereka bertemu.
"Cantik, gue sekarang imam lo dan gue akan berusaha buat terima lo" Batin arsen
"Arsenio kamu sekarang imam dan pintu surgaku, aku akan berusaha nerima dan buka hati untuk kamu." Batin agatha.
"Selamat ya arsen agatha kalian sudah sah menjadi suami istri. Untuk arsen bunda percayakan agatha kepada kamu, sekarang kamu bertanggung jawab penuh terhadap agatha. Mama harap kalian belajar menerima dan mencintai satu sama lain. Kurangi ego kalian dan bersikaplah dewasa dalam menghadapi setiap masalah. Dan untuk kamu arsen semarah apapun kamu pada istri kamu jangan pernah mengucap kata cerai. Dan agatha kamu harus nurut perintah suami kamu, apapun keadaanya baik susah maupun senang, sehat dan sakit kamu harus tetap di sampingnya." Ujar mama arsen.
"Iya ma." Jawab arsen.
__ADS_1
"Iya tan." Jawab agatha
"Loh kok tante si, mama dong sayang." Ujar mama arsen.
"Iya ta--eh ma." Ujar agata sedikit canggung.
"Semoga kalian bahagia terus ya sayang, bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian." Ujar bundanya. Kemudian mereka larut dalam obrolan santai.
▪︎▪︎▪︎
16.30 WIB
"Sayang kamu pulang dulu ya, dari kemarin kamu belum pulang." Ujar bundanya
"Tapi thatha pengen disini bun, ma. Masih pengen nemenin ayah juga." Ujar agatha.
"Besok kesini lagi sayang, nanti yang ada kamu sakit. Kamu butuh istirahat, kamu pulang ke rumah mama aja, soalnya bunda sama kakak tidur disini lagi." Ujar bundanya.
"Iya sayang nanti biar arsen yang anter kamu ambil barang kamu dirumah." Ujar mama mertua agatha.
"Em nggak perlu tan--eh ma. Thatha kemarin dari Jepang langsung kesini, jadi barang agatha masih disini." Ujar Agatha.
"Ya udah kamu pulang gih istirahat." Titah bundanya.
"Agatha mau pamit sama ayah dulu bun." Agatha beranjak dari duduknya, arsen yang masih duduk langsung di senggol mamanya untuk mengikuti agatha. Agatha berdiri disamping ayahnya dan disusul oleh arsen disampingnya.
"Ayah nggak pengen bangun? Thatha udah nikah sesuai keinginan ayah, ayah harus sembuh jangan tinggalin thatha, hiks hiks." Ujar agatha dan tiba-tiba air matanya jatuh.
"Stt, udah ya jangan nangis, ayah lo pasti baik-baik aja." Ujar arsen dengan menepuk-nepuk punggung agatha dan mengusap jejak air mata dipimpinya dan blush.
"Emm iya, ya udah pulang yuk." Ujar agatha menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah padam dan hanya diangguki oleh arsen.
"Sayang besok kamu udah masuk sekolah, semuanya udah diurus sama tante dita. Besok kamu juga masih libur sen." Ujar bundanya diangguki oleh agatha
"Iya bun." Jawab arsen dengan senyum tipisnya.
TBC
Jangan lupa vote
Huu maaf ya kalo berantakan dan banyak typo
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya ya readers
26.19.2019