Arranged Marriage With Arsenio

Arranged Marriage With Arsenio
05


__ADS_3

Author Prov


Agatha memutuskan untuk pulang meskipun dengan berat hati meninggalkan sang ayah. Agatha menyandarkan kepalanya di sisi kiri jendela mobil terlihat banyak mobil berlalu lalang.



"Ehem kalo ngantuk tidur aja, nanti kalo udah sampe gue bangunin kok." Ujar Arsen tengah fokus menyetir mobil dan memecah keheningan


"Emm, nggak ngantuk. Ini masih jauh nggak?" Tanya Agatha.


"Lumayan si." Ujar Arsen dan agatha hanya menganggukan kepalanya.


45 menit kemudian mereka telah sampai sebuah perumahan elit. Mobil Arsen berhenti di depan rumah besar berpagar tinggi.


Tin tin


Arsen membunyikan klakson mobilnya. Dari balik pagar terlihat Pak Bian satpam rumah Arsen, beliau membukakan gerbang dan mempersilahkan mobil Arsen untuk masuk. Arsen berhenti sebentar dan bertanya pada pak bi.


"Pak bi, mama udah sampe belum?" Tanya arsen


"Sudah mas sekitar 5 menit yang lalu." Jawab pak bi


"Ya udah makasih pak, kalo gitu saya duluan." Ujar arsen


"Sama-sama mas, silahkan." ujar pak bi sembari tersenyum.


Sesampainya di dalam rumah, rumah tampak sepi. Arsen berpikir mungkin orang tuanya sedang beristirahat.


"Mau makan dulu nggak?" tanya arsen


"Enggak deh, gue pengen langsung istirahat aja. Capek soalnya." jawab agatha


Arsen menganggukan kepala kemudian membawa agatha untuk menujukan kamar tamu yang masih ada di lantai satu. Tiba-tiba terdengar suara dari arah tangga.


"Arsen mau ngapain ke kamar tamu?" Tanya mamanya.


"Mau anter agatha ke kamar lah ma, dia capek katanya mau istirahat." Jawab arsen memutar bola matanya.


"Orang udah nikah itu tidurnya satu kamar. Dosa kalo tidurnya pisah-pisah gini." Jelas mamanya dengan nada tak ingin di bantah.


"Tapi ma--"


"Udah sana naik ke atas, kasian agtahanya mau istirahat nggak pengertian banget si." Mama mendorong anak serta menantunya ke arah tangga agar mereka pergi ke kamar Arsen dan mereka hanya mengangguk pasrah.


Setibanya di kamar benuansa putih dan hitam itu. Arsen langsung merebahkan badanya di atas ranjang, melihat itu agatha memutuskan mandi terlebih dahulu. Dua puluh menit kemudian agatha keluar dari kamar mandi dengan anduk yang masih tergulung dikepalanya. Dia masih melihat arsen tidur rdengar ketukan pintu. Agatha berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Ceklek


"Habis mandi ya? Arsennya mana?" Tanya mama


"Iya ma, arsenya masih tidur. Baru aja mau thatha bangunin." Jawab agatha


"Ya ampun anak itu emang kebonya, ya udah kamu bangunin gih. Abis itu kita sholat maghrib berjamaah. Ya udah mama turun dulu mau siapin buat makan malem." ujar mamanya.


"Ya udah thatha bangunin arsennya dulu ma, nanti abis itu thatha bantuin masak ya."

__ADS_1


"Nggak usah sayang, masakannya udah mateng kok. Tinggal siapin di meja makan lagian kamu pasti capek." Timpal mamanya. Agatha merasa tidak enak terhadap mama mertuannya karena tak membantunya di dapur.


"Maafin thatha nggak bantuin mama." ujar agatha


"Nggak papa sayang , udah gih buruin bangunin arsennya." ujar mama mertuanya kemudian turun ke lantai dasar. Agatha memasuki kamarnya


"Arsen." Panggil agatha dengan mengguncang bahu arsen.


"Arsen, bangun mandi sana. Abis itu sholat maghrib berjamaah." ujar agatha.


"Enguh." lenguh arsen masih setia memejamkan matanya.


"Ih arsen kebo banget si, nanti dimarahin mama kalo telat." ujarnya terus mengguncangkan bahu arsen.


"Ck bawel banget si lo, gue masih ngantuk. Sana pergi lo ah." decak arsen merasa tidurnya terganggu.


Agatha berpikir sejenak, kemudian muncul ide jahil di otak cantiknya. Agatha langsung mencubit hidung mancung arsen agak lama sampai ia tak bisa bernafas.


"Eh gila lo, gue ga bisa nafas. Gue ntar mati gimana, lo mau jadi janda hah?" ujar arsen kesal karena lagi-lagi tidurnya diganggu sedangkan agatha hanya terkikik geli.


"Udah cepet sana mandi, nggak usah marah-marah mulu cepet tua ntar." ujar agatha


"Hmm." gumam arsen beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi.


Sekarang semuanya tengah menunaikan ibadah sholat maghrib dan Arsen sebagai imamnya. Setelah menunaikan ibadah sholat mereka menuju ruang makan untuk makan malam.


"Agatha mana?" Tanya mamanya dari arah dapur melihat arsen mendudukan badanya dimeja makan.


"Lagi ke kamar mandi ma." Jawab arsen


"Mau makan lah ma." ujar arsen


Mamanya menggelengkan kepalanya "Bentar tunggu yang lain, dion juga belum kesini."


"Ck arsen udah laper banget ma, dari tadi belum makan." Decak arsen, ia harus menunggu yang lain padahal perutnya sudah meronta minta di isi.


"Nggak usah lebay deh, yang belum makan bukan cuma kamu."


"Terserah mama, papa belum pulang?" Tanya arsen


"Belum, masih ada jadwal oprasi." ujar mamanya


Saat mereka tengah asik berbincang munculah agatha kemudian disusul dion dibelakangnya.


"Malam, maaf nungguin agatha lama ya." sapa agatha sambil mendudukan badanya.


"Tau lo, buang air di ancol lo ya." ujar arsen


"Arsen kamu apaan sih, enggak kok sayang, kita masih nunggu dion juga." ujar mamanya sembari tersenyum.


"Selamat malam, dion ganteng mau makan" Sapa dion pada mereka semua.


"Ganteng kalo diliat dari sedotan ketutup cendol kali." Cibir arsen.


"Elah sirik aja lo bang, bilang aja lo takut kesaing sama gue kan? Tapi emang sih gantengan gue." Ujar dion penuh percaya diri.

__ADS_1


"Alah lo--"


Belum arsen menyelesaikan ucapannya mamanya memotong ucapannya "Udah nggak usah ribut, kalia ini sehari nggak berantem bisa nggak sih! Pusing mama dengernya"


Agatha mengambil piring arsen dan mengambilkan nasi serta lauk pauk, sesuai yang mamanya katakan kemarin.


"Segini cukup?" Tanya agatha mengambilkan nasi untuk arsen.


"Cukup." Jawab arsen


"Mau pake apa lauknya?" Tanya agatha


"Sup sama ayam aja." jawab arsen.


"Kak dion juga mau dong di ambilin" ujar dion sembari menyerahkan piringnya.


Plak


"Aw sakit ma kenapa lengan dion dipukul sih." Ringis dion mengusap lengan tangannya.


"Ambil sendiri, kamu ini main nyuruh kakak kamu dasar." gerutu mamanya


"Rasain lo, makanya nikah makan ada yang ambilin." ujar arsen dengan nada sombongnya.


"Udah sini mama ambilin, nggak usah ribut." ujar mamanya.


Stelah itu hanya terdengar suara dentingan sendok. Setelah menyelesaikan makan malam dan menunaikan ibadah sholat isya, mereka kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat.


"Gue tidur di sofa, lo tidur di kasur aja." ujar arsen


"Eh jangan, ini kan kamar lo. Masa iya lo tidur di sofa, biar gue aja." timpal agatha


"Nggak usah biar gue aja nanti badan lo sakit." ujar arsen


"Ya badan lo juga sakit, ya udah tidur sini aja nggak papa kok." ujar agatha sembari menepuk kasur.


"Beneran lo nggak papa?" Tanya arsen.


"Iya nggak papa sini." Jawab agatha.


Setelah itu arsen merebahkan dirinya disebelah agatha dengan di batasi sebuah guling. Tanpa terasa mereka berdua terlelap.


▪︎▪︎▪︎


Nih author kasih pictnya Arsenio



**Maaf ya kalo banyak yang typo dan tidak sesuai EYD, dan alurnya yang berantakan hehe


Jangan lupa like dan comment


Dan minta sarannya ya reader☺️


30.12.2019**

__ADS_1


__ADS_2