Arrogant Man And Stubborn Girl

Arrogant Man And Stubborn Girl
Bab 1


__ADS_3

Rendy berangkat bekerja dengan mobil sportnya yang warna hitam yang terlihat mengkilat dan mewah, ia mendengarkan music sambil ikut menyanyikan lagu yang di dengarnya. Tetapi tiba-tiba rendy menginjak rem nya “shiitt. “ ucap rendy dengan sikap marahnya.


Wanita yang hampir saja di tabraknya pun melirik kearah mobil rendy, ia mendekati mobil mewah itu sambil mengetuk kaca jendela mobil milik rendy.


“hey, keluar kamu, cepat turun jangan sembunyi saja di dalam mobil.” Teriak mikha. Ya wanita yang hampir di tabrak rendy adalah mikha namanya.


Mikha terus mengetuk jendela mobil rendy, sambil mengoceh dengan suara yang keras.


“kamu mau turun atau aku akan memecahkan kaca mobilmu ini.” Ucap mikha lagi dengan suara yang membesar, ia saat ini mulai marah rendy benar-benar membuatnya emosi, begitupun sebaliknya rendy yang tidak tahan dengan dengan sikap mikha yang mengetuk terus jendela mobilnya. Ia pun membuka kaca jendela mobilnya.


“hey, apa yang kamu lakukan?”


“hah, kamu masih bertanya apa yang aku lakukan, cepat turun dari mobilmu.”


“aku gak ada waktu berdebat dengan wanita seperti kamu.”


“hey, kamu harus minta maaf padaku, cepat kamu turun.”


“kenapa aku harus minta maaf, kamu aja yang jalan gak lihat-lihat.”


“pokoknya kamu kamu harus minta maaf.”


Ucap mikha, ia tetap pada pendiriannya kalau pria yang hampir saja menabraknya itu harus minta maaf.

__ADS_1


Rendy merasa permasalahannya tidak penting, dan wanita itu tidak mengalami luka ia masuk lagi ke dalam mobil sportnya dan menghidupkan mesin mobilnya tanda bahwa ia akan pergi.


“hey, kamu mau kemana urusan kita belum selesai.” Teriak mikha dengan penuh emosi.


Rendy menghentikan mobilnya, dan ia mengeluarkan kepalanya melihat kearah belakang di mana mikha berdiri, rendy tersenyum sambil melambaikan tangannya dan berkata bye bye.


Mikha melihat tingkah rendy, benar-benar membuatnya emosi, mikha mengepalkan tangannya, wajahnya memerah menahan emosi, “dasar breng**k.” umpat mikha penuh emosi.


***


Rendy tiba di perusahaannya, berjalan dengan sikap tegas dan aura wajah yang dingin. Siapapun yang melihatnya akan akan terkagum dengan ketampanannya. Rendy melewati resepsoinis dan karyawan lainnya, ia masuk ke dalam lift dan menekan tombol yang menunjukkan no 20 untuk menuju ke ruangannya di lantai 20. Sampailah ke lantai 20 rendy melewati meja sekretisnya.


“Pagi bos,”


Sekretarisnya sekaligus sahabatnya itu heran dengan sikap sahabatnya sekaligus bosnya itu, “ada apa dengan rendy ya?, koq wajahnya jutek gitu.” Karna penasaran dengan sikap rendy, dinda berniat menyusul masuk ke dalam ruangan bosnya itu tetapi langkahnya terhenti karna bunyi telfon.


Rendy masuk ke dalam ruangannya ia duduk di kursi kebesarannya. Rendy merasa kesal gara-gara wanita yang hampir di tabraknya itu membuat waktunya terbuang sia-sia. Rendy menghela nafasnya dari pada memikirkan wanita aneh itu lebih baik aku bekerja. Rendy mengambil leptopnya dan menghidupkan leptop miliknya, ia mengotak atik leptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya,


dengan seriusnya bekerja ia tidak menyadari jika sekretarisnya sekaligus sahabatnya itu yang yang bernama dinda berdiri di dekat meja rendy.


“kamu kenapa ren?, koq jutek gitu.”


“Sebelum masuk biasakan mengetuk pintu dulu, aku ini adalah bosmu.” Ucap Rendy dengan tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari arah leptopnya.

__ADS_1


“Ya,ya, maafkan kesalahan sekretarismu ini bos rendy,” jawab dinda dengan tersenyum.


“ada perlu apa kamu keruanganku din?”


“gak ada apa-apa, aku hanya penasaran aja apa yang mebuat bos sekaligus sahabatku ini berperilaku jutek masih pagi.”


“apa sifat kepomu itu tidak bisa di hilangkan din,”


“kamu tau kan ren aku orangnya seperti apa.”


Rendy menghentikan pekerjaannya ia mengalihkan pandangannya, dan menatap dinda sekretarisnya itu.


“pergilah ke ruanganmu, aku lagi gak mau di ganggu.”


dinda masih berdiri di depan rendy. Ia tetap pada pendiriannya yang kepo.


“nanti aku ceritakan, kamu kembali saja keruanganmu.”


“janji ya ren,”


“iya.”


dinda meninggalkan ruangan rendy, bos sekaligus sahabatnya itu.

__ADS_1


##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


__ADS_2