
Dalam perjalanan Rendy dan Mikha tetap melakukan kesibukan mereka, entah ada masalah apa supir taksi sehingga membuat Mikha terjatuh ke Rendy.
"Aaauuu.." teriak Mikha
Supir taksi yang mendengar Mikha berteriak langsung meminta maaf.
"Maaf nona"
Sedangkan Mikha masih berada di pelukan Rendy, dan Rendy masih memegang kedua pundak Mikha.
Setelah berbicara dengan supir taksi, Mikha menatap Rendy dan betapa terkejutnya kalau pria yang duduk di sampingnya adalah Rendy pria breng**k menurut Mikha.
"Kamu !"ucap Mikha bersamaan dengan Rendy
"Lepaskan aku " teriak Mikha merontak seolah dirinya tidak ingin di sentuh oleh Rendy.
Rendy melepaskan Mikha yang hampir jatuh
"Dasar brengsek selalu mengambil kesempatan" ucapan Mikha dengan mengatur berkas-berkasnya.
Rendy menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengatur berkasnya yang berantakan.
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Rendy untuk memperjelas perkataan Mikha
Mikha terus melanjutkan mengatur berkasnya yang berantakan, ia tak menghiraukan Rendy yang sedang berbicara.
Rendy menarik lengan Mikha, agar Mikha menjawab pertanyaannya.
"Kamu bilang apa tadi ?" tanya Rendy sekali lagi
Mikha dan Rendy Saling menatap satu sama lain, namun Mikha tetap tidak ingin menjawab pertanyaan Rendy.
Ketika Mikha melepaskan tangan Rendy, Rendy menahan lengan Mikha dan akhirnya emosi Mikha mulai meningkat.
"Lepaskan tanganmu" ucap Mikha dengan menatap tangan Rendy yang sedang memegang lengannya
"Gak, sebelum kamu mengulangi apa yang kamu katakan tadi"
Mikha menarik nafasnya dan mengeluarkannya kembali, Mikha mulai kesal dengan Rendy.
"Kamu ingin mendengar apa yang aku katakan padamu?"
Perang tatapan itu saat ini di lakukan di dalam mobil taksi, supir taksi menatap mereka berdua melalui kaca spion di dalam mobil.
__ADS_1
"Kamu adalah pria brengsek yang mengambil kesempatan dalam kesempitan hanya untuk menyentuh wanita" ucap Mikha dengan suara keras sambil melotot kan matanya
"Apa? aku mengambil kesempatan hanya untuk menyentuhmu?"
"Iya, emang kenyataannya seperti itu, dasar pria brengs**k, pria mesum" ucap Mikha
"Hey! jaga ucapanmu, bahkan kamu bukanlah wanita menarik yang mau aku sentuh, dari keseluruhan, kamu hanyalah wanita tidak menarik"
"Kalau aku tidak menarik kenapa kamu menyentuhku, dan ini kamu selalu mengikutiku"
"Menyentuh dan mengikutimu? yaa jangan kepedean kamu"
"Lah emang, kamu ngikutin aku. buktinya kenapa kamu berada di taksi ini bahkan aku yang lebih dulu berada di taksi ini"
"Taksi ini adalah milik umum, siapa saja berhak berada di taksi ini"
"Haaa! apa susahnya sih tinggal ngomong, iya aku mengikuti kamu" ucap Mikha dengan mengalihkan tatapannya ke berkas-berkasnya.
Rendy kesal mendengar apa yang Mikha katakan, sehingga membuat dirinya menjatuhkan berkas-berkas Mikha sehingga berantakan
"Apa yang kamu lakukan?"
"Yang aku lakukan? emang apa yang aku lakukan?" tanya Rendy.
"Hey!" teriak Rendy
"Kenap gak suka? kamu yang mulai lebih dulu aku hanya membalasnya" ucap Mikha.
Supir taksi yang mendengar pertengkaran mereka, ia melakukan sesuatu lagi sehingga membuat Mikha jatuh dalam pelukan Rendy. dan Rendy memegang Mikha.
Mikha yang saat ini tersandar kan di dada bidang milik Rendy dengan salah satu tangannya menyentuh dada Rendy.
Supir taksi tersenyum melihat apa yang terjadi di antara mereka karna ulah dirinya.
Mikha terdiam dengan posisinya, begitupun Rendy yang terdiam dengan memeluk Mikha.
"Uhuk.." Mikha sedikit berbatuk dan bangun dari tubuh Rendy. Rendy pun melakukan sama hal dengan Mikha, Rendy merapikan jas nya .
Mikha dan Rendy diam dengan mengatur berkas-berkas mereka, setelah kejadian itu Mikha dan Rendy diam saja.
Supir taksi berhenti karna adanya lampu tanda pemberhentian, supir yang bingung siapa yang akan ia antar lebih dulu akhirnya menanyakan ke mereka berdua.
"Maaf tuan,nona. siapa yang lebih dulu harus saya antar?" tanya supir taksi
__ADS_1
"Saya pak" ucap mereka bersamaan
Rendy dan Mikha saling menatap dengan mata yang melotot
"Aku dulu"
"Gak, aku dulu"
"Aku yang lebih dulu naik taksi ini, jadi aku yang lebih dulu di antar "
"Enak saja, saya dulu pak" ucap Rendy ke supir taksi
"Jangan pak, saya dulu. karna saya sudah telat, pagi ini saya ada rapat"
"Gak boleh, aku dulu"
Supir taksi yang telinganya sudah sakit mendengar pertengkaran Rendy dan Mikha dari tadi, akhirnya supir taksi itu memutuskan menurunkan mereka di jalanan.
"Koq berhenti pak?"
"Saya bingung mau mengantar siapa dulu, biar adil kalian turun di sini" ucap supir taksi
"Tapi pak"
"Saya akan membayar dua kali lipat dengan bapak antarkan saya lebih dulu" ucap Rendy ke supir taksi
"Gak boleh, aku yang lebih dulu di taksi ini jadi aku yang lebih dulu" ucap Mikha tetap ngotot dan gak mau mengalah
"Baiklah" supir taksi mengiyakan Rendy
Mendengar ucapan supir taksi, Rendy tersenyum penuh kemenangan.
Mikha terlihat kesal melihat wajah Rendy, dari awal pertemuan Mikha sudah di buat kesal oleh rendy.
Mikha hanya diam saja bahkan berbicara pun tidak.
Handphone Mikha berdering, ia melihat sahabatnya Sasa memanggil, Mikha menjawab panggilan Sasa
"Kamu di mana Mikha?" tanya sasa
"Bentar lagi aku sampai sa, aku masih di jalan" jawab Mikha dengan mengakhiri panggilannya
Sampailah di perusahaan Rendy, ia turun dari mobil, sebelum pergi Rendy menatap Mikha yang saat ini menatap keluar jendela. namun Mikha tak sedikitpun menatap Rendy mengingat dirinya begitu kesal dengan Rendy.
__ADS_1