
Di ruang keluarga sepasang suami istri sedang menonton sambil mengobrol membahas tentang masa depan anaknya, sepasang suami istri itu membicarakan tentang cara agar putra mereka satu-satunya itu segera menikah dan memberikan cucu buat mereka. sepasang suami istri itu tak lain adalah orang tua Rendy yaitu Ny. Amelia Ardiana Pranaja dan Tuan. Bram Pranaja.
Mereka menghabiskan waktu membahas tentang putra tunggal mereka sehingga tak terasa waktu menunjukan pukul 05:00 sore.
Ny. Amelia pamit pada suaminya Bram Pranaja kalau sore ini ia ada pertemuan dengan sahabatnya yang waktu sekolah dulu yaitu Ibu Lina Robia.
"Pa, mama pergi dulu" tanya Ny. Amel ke suaminya
"Hati-hati di jalan ma" jawab Tuan Bram pada istrinya
Setelah berpamitan Ny. Amelia berangkat dengan supir pribadinya menuju restoran tempat mereka janjian, Suami ny.amel tak mengizinkan dirinya keluar membawa mobil sendiri ia harus di antar jemput oleh supir pribadinya itu. 45 menit yang di tempuh jarak menuju restoran. ny.amel sampai di restoran itu ia turun dari mobil masuk ke dalam restoran. ny.amel melebarkan pandangannya mencari meja yang bernomor 4 di mana ada seorang ibu duduk di tempat itu yang tak lain adalah Lina Robia teman ny.amel semasa sekolah dulu.
Ny.amel berjalan mendekati meja tersebut dan menyapa ibu Lina yang sedang duduk.
__ADS_1
ibu Lina yang mendengarkan sapaan itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara yang menyapanya setelah pandangannya tertujuh ke ny.amel. ibu Lina berdiri dari tempat duduknya dan berkata.
"Amel, apa kabar kamu Mel ?" tanya Bu Lina sahabatnya dengan menatap dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Seperti kamu lihat Lin" Jawab ny.amel dengan tersenyum. dan ny.amel segera memeluk sahabatnya itu yang sudah lama tidak bertemu setelah lulus sekolah karna mereka melanjutkan kuliah di berbeda tempat.
"Kamu sudah banyak berubah Mel, dan tambah cantik juga" Puji Lina ke ny.amelia sambil melepaskan pelukan mereka.
"Ngomong-ngomong sekarang hidup kamu lebih sejatrah ya Mel, gak seperti waktu sekolah dulu" ucap ibu Lina dengan mengingat masa lalu
"Udahlah Lin gak usah di bahas, skarang yang harus kita bahas adalah bagaimana dengan rencana kita waktu di telfon?" tanya ny.amel ke ibu Lina
"Kalau soal itu aku setuju aja Mel, tapi yang aku takutkan nanti anak-anak gak setuju dengan rencana kita ini, apalagi putramu pasti dia gak mau punya istri yang hanya dari keluarga biasa saja".
__ADS_1
"Tenang aja Lin, semua sudah ku atur kalau soal putraku itu gampang asalkan kita atur rencana buat pertemuan yang kedua kalinya dengan membawa putra putri kita Lin."
"Kalau itu nanti aku coba bujuk putriku ya Mel, soalnya putriku agak keras kepala, tapi dia baik loh"Ucap ibu Lina sambil memuji anaknya yang keras kepala itu.
"Iya Lin, aku percaya koq, aku gak mau cari yang jauh-jauh cukup yang dekat aja asal anaknya baik, kalau putrimu Lin, aku percaya 100% dia pasti baik seperti ibunya".
Ny.amel begitu percaya kepada Lina sahabatnya karna Lina adalah sahabatnya waktu sekolah dulu, hanya Lina juga yang dekat dengan ny.amel, Lina selalu membantu Amel waktu di masa lalu dan itu membuat Amel setuju jika putra semata wayangnya itu di jodohkan dengan putri sahabatnya sendiri.
Setelah kalian membaca cerita author mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 author harap kalian menyukai cerita author ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, like, dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novel author.🤗
__ADS_1