
Langit terlihat mendung sepertinya semesta akan menangis. Pertamakali lagi aku melihat begitu banyak orang. Maksudku, karena kelasku ada diujung jadi tidak melihat banyak orang saat jam istirahat dan pulang.
Aku menunggu temanku dulu karena mau pergi ke bk. Setelah bertemu dengan temanku, dia meminta tolongku untuk mengantar ke ruang guru untuk memberikan rapotnya. Setelah itu kebetulan juga ada temanku yang lain yang juga mau ke bk tapi katanya pergi ke bknya tidak jadi.
Aku mengecek pesan digrup dan ternyata memang benar tidak jadi. Nah, langit benar-benar menangis dan perlahan semakin deras. Aku berlari keluar gerbang dan menunggu di warung dulu karena hujannya semakin deras. Aku akan menghubungi jay saja untuk menjemputku mungkin dia juga sudah pulang.
J
Me
Jay bisa tolong jemput aku? U know, hujan..
••••
Pesannya tersampaikan tapi belum dibaca, kalo aku menelpon takutnya mengganggu. Aku menunggu saja siapa tau jay datang kalau tidak ya aku jalan saja lagipula tidak jauh juga untuk kerumah. Aku membeli dua kotak susu dan satu roti, karena agak lapar. Sambil menunggu aku mendengarkan musik dari headset yang aku beli tadi.
Sekarang hujannya lumayan reda. Beberapa orang masih menunggu dan ada yang dijemput. Aku membeli roti lagi karna masih lapar. Btw, aku itu orang yang suka makan hehe.
"Na!" Aku terkejut ada yang menepuk pundakku. Hah.. Itu jay ternyata bikin kaget saja.
"Maaf, agak lama soalnya tadi selesainya jam 12 sedikit lebih lama dari kamu" Katanya sambil memberi jaket padaku.
"Aku ngerti, gak pa-pa kok" Jawabku membenarkan jaket yang diberi jay. Sangat pengertian sekali, aku memang kedinginan karena bajuku sedikit basah terciprat air hujan.
__ADS_1
"Motor aku didepan, sini tas kamu biar aku yang bawain" Tawarnya sambil mengulurkan tangan untuk membawakan tasku, baikkan? Hehe.
Aku memberikan tasku pada jay. Jay menyimpan tasku didalam jok motor agar tidak terkena hujan dan basah. Hujannya tidak terlalu besar sekarang jadi cuma pakai jaket juga cukup, jay juga pakai jaket kita couple-an.
....
Saat di motor aku memeluk jay dari belakang karena aku merasa dingin dan ada hal lain, seperti biasa kalo udah peluk-peluk pasti ada apa-apanya.
"Tangan kamu dingin, kamu kedinginan?" Dan aku mengangguk.
"kita ke minimarket dulu buat beli makan gimana, Mau?" Tanyanya sambil mengusap tanganku yang dingin.
"Boleh. Kebetulan dirumah stok makanan habis" Jawabku dengan mengeratkan pelukan karena kedinginan, jujur.
Tidak lama kami sampai diminimarket
"Biar aku aja yang bayarnya. Uang kamu disimpan buat nanti aja" Aku meng-iya-kan saja lalu berjalan menuju pintu masuk di ikuti jay.
Aku berjalan ke rak ujung untuk mengambil susu. Ah, aku lupa tidak membawa keranjang. Saat aku baru mau pergi ketempat keranjang untuk mengambilnya, jay datang dengan membawa keranjang.
"Pasti mau ambil inikan? Ketebak sihh" Sambil tertawa kecil dan mencubit pipiku. Sepertinya wajahku menjadi merah karena ini HaHa.
Aku membeli lumayan banyak makanan. Karena untuk stok di rumah selama satu bulan-an. Setelah selesai membayar dikasir kami tidak langsung pergi tapi duduk dulu dikursi yang ada didepan minimarket.
__ADS_1
Aku dan jay makan beberapa makanan yang tadi dibeli karena ini sudah waktunya makan siang.
"Jay," Panggilku.
"You okay?" Tanyanya, aku terdiam.
"Sejujurnya, nggak. Kenapa nanya itu sih? kan aku jadi pengen nangis" Jawabku sambil menahan tangis.
"Yaudah pulang aja ya, nanti cerita di rumah, ada apa" Ujarnya. Berdiri dari duduknya lalu pergi ke motor dengan membawa barang².
.....
Sekarang sudah sore dan sudah dirumah. Aku sudah membereskan makanan yang dibeli tadi dibantu jay juga. Aku sudah meagganti baju dan bersih-bersih juga. Jay tadi pulang dulu kerumahnya untuk mengganti bajunya lalu kembali kerumahku.
Aku meminta jay untuk menginap dirumahku karena aku ingin ditemani.
"Jay hari ini nginep disini ya? Aku takut sendirian, takut lukain dirisendiri lagi"
"Oke. Jangan pernah lukain dirisendiri lagi, aku sayang kamu. Kamu berharga buat aku" Aku memeluknya dan menangis. Jay membalas pelukanku dan mengusap kepalaku pelan.
"I love you, aku sayang kamu, aku beruntung punya kamu" Sambil terisak aku menyembunyikan wajahku di dadanya jay. Jay terus mengusapku untuk menenangkanku.
"Kenapa berhenti nangisnya?" Aku melepaskan pelukan dan mengusap sisa airmata di wajah.
__ADS_1
"Na, inget nangis itu bukan berarti kamu lemah. Kamu boleh nangis. Kalo kamu merasa seperti seolah gak diizinin buat nangis, aku yang izinin kamu buat nangis mulai sekarang. Inget perkataan aku ini. Tapi, bukan berarti disemua situasi kamu boleh nangis. Meaning kamu juga pasti tau" Aku hanya diam dan mulai menangis lagi.
"Makasih.." Lirihku ditengah tangisan yang mulai mereda.