
Disebuah Desa Bojongloa Kidul Kecamatan Kebonlega. Gadis cantik bernama Dewi Asmarani yang menjadi primadona Desa tersebut adalah anak Gadis dari Bapak Pepen dan Ibu Siti. Anak bungsu dari dua bersaudara ini, mempunyai Kakak laki-laki bernama Romli. Dimana Romli anak pertama sudah menikah dengan Ipah dan tinggal berdua perantauan yang pulang nya hanya setahun dua kali. Oleh karena itu Dewi yang anak bungsu sekaligus anak perempuan satu-satunya sangat di jaga sekali oleh orang tuanya terutama Ibunya Siti.
Dewi baru saja lulus sekolah tingkat SLTA. Ia ingin sekali bekerja di kota ikut dengan kakak nya. Namun Dewi tidak di ijinkan oleh Siti ibunya karena Siti gak mau di tinggalin oleh Dewi anak kesayangan nya.
Selain itu Dewi sudah bertunangan dengan kekasih nya yang sudah di jodohkan dari kecil dengan pria ganteng dari Bojongloa Kidul juga, bernama Hudri Pratama. Dari usia 15 Tahun Dewi sudah dilamar resmi oleh Hudri, meski masih duduk di bangku sekolah, namun pacaran keduanya masih dalam batas normal.
Hudri sendiri awal nya Perangkat Desa atau sering disebut dengan Staf Desa di Desa Bojongloa Kidul. Namun setelah bertunangan dengan Dewi, Hudri memutuskan untuk merantau ke ibu kota berharap ingin mengubah nasib nya menjadi lebih baik lagi dan menjadi orang sukses. Meski dengan menjadi staf desa juga sudah memenuhi kebutuhan nya, namun Hudri ingin sekali merantau ke ibu kota.
"Aa jadi pergi merantau?" Dewi bertanya pada Hudri dengan logat khas sunda, Dewi mengajak Hudri ngobrol di saung ditengah sawah pada sore hari.
"Iya, gak apa-apa kan aa merantau??" jawab Hudri sambil mengelus rambut Dewi.
"Nanti kalo Dewi kangen ke aa gimana?" ucap Dewi dengan nada manja nya.
"Ya kan kita nanti bisa telponan atau Video call, walaupun aa merantau tapi hati aa akan terjaga buat neng seorang" Gombal Hudri sambil tersenyum nenangin hati Dewi.
__ADS_1
Dewi yang tersipu malu pun mau gak mau harus merelakan tunangan nya untuk merantau ke ibu kota.
"owh iya a, bentar lagi kan neng lulus sekolah, kalo neng pengen ikut aa merantau boleh gak?" tanya Dewi
"Ya kalo Kita udah nikah, neng akan selalu ikut aa kemana aa pergi, neng mau kan ikut aa? " jawab Hudri nenangin.
"Iya aa, neng mau," Jawab Dewi sambil tersenyum manja.
Begitulah percakapan terakhir antara Dewi dan Hudri sebelum Hudri merantau ke Ibu Kota.
Saat itu dewi memang sedang melamun memikirkan Hudri yang tanpa kabar sampe saat ini.
"Iya Bu, Dewi di depan" Suhut Dewi dari depan rumah nya tepatnya di bawah pohon mangga.
pas Dewi mau masuk, ternyata Bu Siti sudah diruang tengah.
__ADS_1
"Iya Bu, Ada apa?? " ucap Dewi pada ibunya.
"Ibu masak sayur asem kesukaan kamu". jawab Bu Siti
"Udah lah neng jangan mikirin Hudri terus, nanti kamu bisa sakit kalo kaya gini terus" ucap Bu Siti.
"Iya Bu, tapi neng kangen banget sama A Hudri, katanya A hudri gak akan lama-lama ninggalin neng, tapi kenyataannya udah 5 tahun A Hudri pergi gak ada kabar Bu" ucap Dewi sambil meluk ibunya dan mengeluarkan air mata .
"Sabar neng, daripada kamu mikirin A Hudri, lebih baik kamu ikut daftar aja ke Desa, jdi staf disana. Mumpung pak Kades nya baru menjabat, staf nya juga pengen yang baru kalo gak salah denger. Siapa tau nanti kalo kamu udah kerja disana kamu bisa dapet info tentang A hudri.
"Iya Bu, Dewi mau, biar Dewi juga bisa bantu ekonomi keluarga. Ya sudah Dewi mau makan siang abis itu Dewi mau menyiapkan berkas-berkas buat lamaran kerja ke kantor Desa Bojongloa Kidul." jawab Dewi semangat.
"iya neng, cepet sana makan nanti keburu dingin makanan nya". Ucap Bu Siti.
Akhirnya Dewi makan siang setelah itu mempersiapkan berkas buat ngasih lamaran ke kantor Desa Bojongloa.
__ADS_1