ASMARA CEO MUDA DENGAN GADIS PERANGKAT DESA.

ASMARA CEO MUDA DENGAN GADIS PERANGKAT DESA.
BAB 7


__ADS_3

Pagi yang cerah di Desa Bojongloa Kidul. Suara burung berkicau riang, tampak suasana asri masih terlihat.


Kantor Desa Bojongloa Kidul pagi itu suasana desa tak biasanya, warga berbondong-bondong datang ke desa untuk mencairkan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) kumpul semua. Dari RT 01 hingga RT 012 semua antre di Aula Desa Bojongloa Kidul.


Saat bantuan sedang di bagikan, Adhitya dan Arul menyambangi kantor Desa Bojongloa Kidul untuk bertemu dengan Kades Bojongloa kidul. Namun saat mereka mau masuk ke kantor Desa ternyata disana banyak orang dan tidak ada tempat parkir pula.


"Ada apa ini, orang-orang pada datang ke Balai Desa"?? ucap Arul


"Kenapa Rul, kok berhenti, bukanya Balai desa masih di depan dikit lagi." tanya Adhitya


"Ini bos, macet, banyak warga yang datang ke balai desa." jawab Arul


"Ada apa emang nya warga datang desa" tanya Adhitya lagi.


"Gak tau bos," Jawab Arul.


"Pagi pak, " Sapa Arul ke Linmas sambil membukakan pintu mobil sedikit.


"Pagi juga " Jawab Linmas


"Mohon maaf sebelumnya pak, ini ada apa ya warga beramai-ramai datang ke balai desa" Tanya Arul

__ADS_1


"Oh ini ada bantuan BPNT buat KPM di desa ini" jawab Linmas


"Bantuan BPNT itu apa ya? tanya Arul lagi


"Bantuan BPNT itu Bantuan Pangan Non Tunai yang di peruntukan untuk Keluarga Penerima Manfaat." Jawab Linmas


"cck, dasar orang desa masih saja minta-minta, bukan nya kerja malah minta bantuan " dengkus Adhitya dengan suara pelan hampir tak terdengar.


"Owh baik pak, terimakasih" ucap Arul pada Linmas. Dan langsung menutup kaca jendelanya.


"Ya sudah rul kita puter balik, kita langsung ketempat saja rul." ucap Adhitya


❤️❤️❤️❤️❤️


Adhitya dan Arul menuju lokasi, sesampainya di tanah sawah blok marcem ternyata ada warga yang mengetahui bahwa sawah tersebut akan dijadikan pabrik kain.


Warga pun protes keras karena belum ada surat perijinan dari warga setempat. Oleh karena itu salah satu warga minta bantuan sama pihak Desa.


Saat itu Pak Kades sama Bu Sekdes sedang keluar, dan staf desa yang lain nya sedang sibuk. Yang sedang istirahat hanya Dewi. Mau tak mau Dewi yang mendatangi tempat di blok marcem yang mau dibikin pabrik kain.


Sesampainya di blok Marcem, Dewi dan perwakilan warga segera menemui Adhitya dan Arul.

__ADS_1


"Selamat siang pak, perkenalkan saya Dewi," Ucap Dewi sambil memberikan tangan kanan nya untuk mengajak salaman.


"Siang juga juga" sapa Arul ketus


"Mohon maaf sebelumnya, bisa kita ngobrol sebentar?? ucap Dewi sopan


"Emang kamu siapa" Jawab Adhitya sinis


"Saya Dewi pak, dari Desa Bojongloa Kidul" jawab Dewi lagi.


"Oh, terus kamu mau apa datang kemari?"Ucap Adhitya sinis


"Saya hanya ingin memastikan apa benar apa yang dikatakan warga kalo lahan ini mau dijadikan Pabrik kain? tanya Dewi


"Kalo emang iya kenapa? salah?? jawab Adhitya lagi dengan nada kasar.


"Apa sudah ada perijinannya ke pihak Desa??" tanya Dewi lagi


"Rul, beresin cewek kampung ini" ucap Adhitya sinis sambil berjalan menuju mobil.


"Baik bos,,," ucap Arul

__ADS_1


"Mba, kami berdua belum menghadap Kepala Desa, rencananya hari ini kita mau kesana. Tetapi di desa penuh dengan warga. Jadi saya melanjutkan perjalanan langsung kesini. "Ucap Arul


"Ya harusnya bapak-bapak ini harus laporan dulu ke pihak Desa. Minta perijinan Agar kami bisa membantu." Ucap Dewi


__ADS_2