ASMARA CEO MUDA DENGAN GADIS PERANGKAT DESA.

ASMARA CEO MUDA DENGAN GADIS PERANGKAT DESA.
BAB 4


__ADS_3

Disisi Lain


Bandara Soekarno Hatta


Pesawat dari Las Vegas mendarat sempurna di bandara Soekarno Hatta. Pesawat pribadi itu terparkir rapih berjejeran dengan pesawat lainya.


Keluar lah seorang pria tampan, kharismatik, gagah, cool, dada nya bidang badan nya tegap, alis nya tebal, hidung nya mancung dengan gagah nya berjalan mendekati kedua orangtuanya, ya dia adalah Adhitya Indra Prayoga. Anak satu-satunya dari pasangan Tuan Prayoga dan Ny Aisyah Prayoga. Ia adalah pewaris tunggal keluarga Prayoga. Pemilik perusahaan terbesar di dunia. PT Prayoga Group, yang mempunyai anak perusahaan di tiap negara. Kini perusahaan induk yang ada di Indonesia dialihkan dan akan di pimpin oleh Adhitya anaknya.


"Mommy, Daddy, I'Miss You" Sambut Adhitya pada orang tuanya.


"Miss You So much soon" jawab Tuan Prayoga sambil meluk anak semata wayangnya.


"Mom, " jawab Adhit pada ibunya sambil menciumi wajah ibunya dan langsung memeluk nya erat bertiga.


Adhitya Indra Prayoga sosok pria yang tegas, cool dan disegani oleh para karyawan, kolega, serta kliennya.


Meski demikian Adhit sangat nurut dan patuh pada orangtuanya.


"Adit, kamu gimana kabarnya sayang, anak mommy yang tampan ini sekarang udah besar" ucap Ny Aisyah pada anaknya.

__ADS_1


"Kabar Adit baik mom, Adit juga bahagia disana, walaupun sering pusing karena banyak kerjaan yang harus selesai sesuai deadline" jawab Adit.


"Ya udah, ayo kita makan dulu di restoran, nanti kita ngobrol-ngobrol nya disana" Jawab Tuan Prayoga.


Mereka pun akhirnya menuju restoran milik keluarga Prayoga. Dan makan disana dianter oleh Arul Asisten Pribadi Adhitya.


Arul sang Asisten Adhitya yang sama-sama tampan dan kharismatik, ia juga sama dinginya dengan bos nya itu. Tapi untuk soal perusahaan mereka ahlinya.


Saat sesudah makan, mereka pun berbincang, membahas proyek terbaru pembangunan wisata dan sekaligus pabrik kain di desa Bojongloa Kidul, yang akan di pimpin langsung oleh Adhit sang Direktur utama.


"Jadi gimana dit, kamu setuju kan kalo Daddy nyuruh kamu buat urus pembangunan wisata dan pabrik kain di Desa Bojongloa Kidul." ucap tuan Prayoga.


"Ya jelas mommy mu ijinin lah, iya kan mom" ucap tuan Prayoga


"Iya sayang, mommy ijinin Adit buat urus perusahaan disana. Tapi nanti disana harus jaga sikap ya nak." Ucap Ny Aisah sambil nasehatin anak semata wayangnya itu.


"Ya sudah, ayo kita pulang, istirahat dirumah, jangan kemana-mana lagi, kamu baru saja mendarat jadi harus banyak istirahat " ucap tuan Prayoga


"Siap bos" jawab Adhit sambil meletakan Tangan kanan nya diatas ujung alis.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pulng kerumah nya, dikawasan elit. Yang dimana tamu yang mau masuk kawasan elit itu harus menyimpan KTP asli agar bisa masuk kedalam.


Sesampainya di Mension Adit langsung memanggil Arul ke ruang kerja nya.


"Rul, kamu sudah survei ke lokasi?" tanya Adhit


"Susah bos" jawab Arul


"Good, selain itu apa yang kamu ketahui tentang desa itu.?.


"Jadi gini bos, Saat ini kades Desa Bojongloa Kidul adalah baru. Baru di angkat jadi kades Dan sepertinya kita agak susah buat deketin kades nya. Karena setau saya, pak Kades yang sekarang gak suka uang sogokan, beliau dikenal dengan sangat hamble dan merakyat.


"Kata siapa gak suka uang rul, kalo uang sudah ada di depan mata, mana ada orang yang mau nolak" ucap Adhitya arogan.


"Bos belum tau saja. Tar buktikan sendiri saja deh kalo gitu, tapi saya sudah kasih tau bos sebelumnya. " jawab Arul sang asisten.


"Ya sudah, besok kita ke kantor pusat dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk yang di desa " ucap Adhitya lagi.


"Baik bos" jawab Arul lagi.

__ADS_1


__ADS_2