
Pemilu Pilkades Bojongloa Kidul telah usai kini saatnya Bapak Wijaya Kusuma adalah pemenang Pilkades terpilih. Desa Bojongloa Kidul terdiri dari 12 RT dan 2 RW. Dimana sebelumnya RT dan RW juga baru diangkat.
Bapak Wijaya Kusuma adalah seorang pribadi yang hamble dan merakyat. Beliau dipilih warga karena selain kharismatik, beliau juga merendah dan merakyat serta mengayomi masyarakat dengan sepenuh hati.
Dewi akhirnya datang ke kantor Desa Bojongloa Kidul. Untuk mengajukan lamaran kerja.
"Selamat siang, pak saya Dewi dari RT 12 mau mengajukan lamaran menjadi staf desa." Ucap Dewi kepada petugas pelayanan.
"Baik teh silahkan di simpan lamaran nya, nanti kita akan hubungi kembali untuk kelanjutan nya. " jawab petugas pelayanan.
sesudah itu Dewi tak langsung pulang kerumah. Melainkan mampir dulu kerumah Bu Hilda, ibunya Hudri Pratama.
ya, Hudri Pratama adalah anak satu-satunya dari pasangan Ibu Hilda Damayanti dengan Bapak Kurtubi Sanjaya. Juragan tanah yang hamble dan dermawan. Keluarga yang terpandang di Desa Bojongloa Kidul. Meski orang tua Hudri kaya, namun Hudri pengen mempunyai penghasilan dengan jeripayah nya sendiri dan tidak mau bergantung pada orang tuanya. Makanya ia memilih pergi ke Ibu Kota.
Sesampainya dirumah Bu Hilda, Dewi langsung disambut hangat oleh kedua orang tua tunangan nya itu.
"Assalamualaikum Bu, Pak" ucap Dewi di depan pintu rumah Bu Hilda.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Bu Hilda sambil membuka pintu.
"Eh ada neng Dewi, ayo masuk cantik" ajak Bu Hilda
Dewi pun masuk sambil cium tangan Bu Hilda dan duduk di ruang tamu.
Rumah Bu Hilda dan Bapak Kurtubi memang klasik, tapi sangat asri karena rumah nya di kelilingi kebun sayur milik pak Kurtubi. Karena tanah nya luas, jadi sangat indah Melihat pemandangan rumah pak Kurtubi ini.
"Gimana kabar nya neng Dewi"? Tanya Bu Hilda
"Iya, Alhamdulillah kabari ibu juga sekarang sudah membaik. Bapak juga sama keadaan nya sudah membaik meski akhir-akhir ini bapak sering batuk-batuk. Tapi Alhamdulillah sudah bisa diatasi" ucap Bu Hilda.
"Alhamdulillah ya Bu. Owh iya Bu, Dewi kesini mau ngasih tau, kalo Dewi melamar kerja di Desa Bojongloa Kidul menjadi Staf Desa disana". ucap Dewi santai.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan keterima ya neng, InsaAllah kalo kita nya rajin, giat, dan bisa mengayomi masyarakat kita bisa sukses mensejahterakan rakyat. ". jawab Bu Hilda.
"Iya Bu Alhamdulillah, " ucap Dewi.
__ADS_1
Tak lama kemudian pak Kurtubi menghampiri mereka yang sedang asik ngobrol di ruang tamu.
"Loh ternyata ada anak gadis bapak kesini, kok gak bilang-bilang" Tanya pak Kurtubi.
"Eh bapak, apa kabar pak?" ucap Dewi sambil menghampiri pak Kurtubi untuk cium tangan dan setelah itu duduk kembali.
"Ini loh pak, neng Dewi ini abis dari kantor Desa Bojongloa Kidul, dia ingin melamar kerja di kantor Desa menjadi Staf Desa. " jelas Bu Hilda
"Oh Alhamdulillah, mudah-mudahan keterima ya neng, Bapak doain supaya neng Dewi keterima di Desa. Untuk urusan A Hudri mulai sekarang neng harus bisa melupakan nya. Bapak ijinin kok kalo neng mau nikah sama yang lain juga. Soalnya Aa sudah 5 tahun tanpa kabar. Bapak juga gak ngerti kenapa aa mu seperti ini, padahal Bapak sudah suruh orang buat nyelidiki Aa dimana pun berada. Tapi hasilnya nihil." ucap pak Kurtubi sedih
"Tapi neng belum bisa ngelupain aa begitu aja. Harus nya tahun ini aa nikahin neng,, hiks...hiks...hiks, tapi aa nya gak tau ada dimana,, hiks .hiks..hiks.. A hudriii..." ucap Dewi sambil menangis.
Bu Hilda pun langsung menghampiri Dewi yang sedang menangis, Karena teringat dengan tunangannya itu. Dengan sabar nya Bu Hilda nenangin Dewi saat itu. Karena bagi Bu Hilda dan pak Kurtubi Dewi juga sudah dianggap anak gadis nya sendiri. Karena mereka dari kecil sudah di jodoh kan, namun baru bisa bertunangan saat Dewi berusia 15 Tahun.
"Sabar ya neng, mudah-mudahan ada kabar baik dari aa kedepannya. Jika aa tak kembali, neng harus bisa membuka hati buat laki-laki lain. Ibu ikhlas asal neng bahagia. Walau neng nikah dengan Laki-laki lain neng masih kami anggap anak kami berdua. Karena kami pengen sekali punya anak perempuan yang cantik, manis seperti neng Dewi. Makanya ibu sama bapak mau menjodohkan neng sama anak kami karena kami ingin banget mempunyai anak perempuan seperti neng Dewi dan kebetulan orang tua neng adalah sahabat deket kami." Ucap Bu Hilda sambil segukan nahan tangis.
Suasana saat itu akhirnya menjadi sedih, awalnya hanya ingin memberi tahu doang kalo dirinya melamar kerja di Desa, eh malah bercerita tentang tunangannya.
__ADS_1