ASMARA LUKA

ASMARA LUKA
Tempat Baru


__ADS_3


HAPPY READING -



Seorang wanita baru saja turun dari sebuah bus seorang diri setelah semua penumpang yang telah terlebih dahulu sampai tujuan.


Sambil membawa tas ransel dan sebuah kertas yang didalamnya terselip sebuah Poto seseorang yang mungkin sangat berarti dalam hidupnya itu ia genggam erat.


Takut, takut Poto dalam kertas itu akan hilang ia memasukkan kedalam tas ransel dan menyisakan sebuah kertas yang berisi alamat. Ya, sebuah alamat tempat seseorang yang dikasih oleh Agen Penyalur Kerja. Bukan, bukan alamat seseorang yang didalam Poto (karena sejujurnya diapun tidak tahu keadaannya).


Dia adalah Ameera Kinanti yang dulunya gadis Piatu tinggal bersama ayahnya, Beberapa tahun berlalu dia dinikahkan dengan pemuda yang ditolong oleh ayahnya.


Awalnya baik-baik saja, sampai sang suami di kabarkan meninggal dunia semuanya berubah drastis. Karena shock sang ayah pun terkejut dan mulai sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal. Dan di sinilah sekarang sambil membawa kertas tersebut dia berdiri di depan gerbang sebuah rumah yang sangat mewah atau bisa dibilang sebagai Mansion.


"Ting nong.. ting nong.. ting nong.. PERMISI" Ujarnya agak keras sambil menekan sebuah Bel yang terpasang di samping gerbang.


"Selamat sore ada yang bisa dibantu" ujar penjaga gerbang membuka sedikit celah tanpa membuka gerbang tersebut.


"Apa benar ini kediaman Keluarga Stevano saya Ameera Kinanti yang dikirim oleh Agen Penyalur Kerja" ucap Kinan dengan sedikit rasa was-was takut salah alamat. Karena, sejujurnya dia sudah tidak punya uang untuk membayar kendaraan untuk pulang ke kontrakan.


"oh.. dari Agen ya, saya mang Joko penjaga gerbang, tunggu sebentar ya saya tanyakan dulu ke nyonya!" ujar mang Joko ramah.


...----------------...


"Tok.. tok.. tok.. permisi nyonya boleh saya masuk" ujar mang Joko meminta izin.


"Masuk aja mang Joko" jedanya "Ada apa yang mang Joko" lanjutnya setelah mang Joko masuk.


"Itu nya di depan ada orang dari Agen Penyalur Kerja" ujarnya "Cantik loh nya sayang kalau jadi pembantu" lanjutnya


"Oh.. dah sampai ya.. mang Ujang tau aja kalau yang cantik" *Kita lihat aja, apa dia bisa* Batin sang nyonya yang terselip sebuah niat dalam pikirannya.


"Suruh masuk aja mang" lanjutnya sambil sambil tersenyum simpul


"Baik nya.. permisi" Pamit mang Ujang

__ADS_1


...----------------...


- Di sisi lain -


Seseorang terduduk disebuah ranjang rumah sakit seusai bangun dari koma selama 3 bulan.


"Ira kamu dimana sayang" Lirihnya sambil menerawang samar-samar ingatannya


"Akhss.. ss auhs" Erangan terdengar saat kepalanya mulai terasa sakit


"Udahlah sayang kenapa dipikirkan terus-menerus wanita itu sih, kan masih ada aku" Kata wanita disampingnya dengan nada yang dibuat sangat lembut dan sedikit terselip perhatian.


"PERGI" Pria itu mengusirnya.


"Ayolah sayang kan masih ada aku" ucapnya dengan sedikit rayuan yang menggoda.


"PERGI ATAU..." Desisnya dengan sedikit ancaman.


"Baiklah - baiklah, sayang nanti aku kesini lagi by-by" Dengan sedikit rasa tak rela wanita itu melangkah keluar.


"Sial gagal lagi, siapa sih yang dia pikirkan padahal gue kan masih istrinya" gerutunya sambil berjalan menuju pintu.


"Seandainya kamu tak mengkhianati aku, semua ini gak akan terjadi" Sendu pria tersebut sambil menerawang jauh ke masa lalu.


"Dan siapa wanita yang ang sering muncul dalam setiap mimpiku, wajahnya, senyumnya, candanya selalu terbayang walaupun samar" Pandangannya lurus ke depan.


...----------------...


- Kembali ke kediaman STEVANO -


...Temukan dia untukku...


...Pulangkan dia padaku...


...Tunjukkan jalan padanya...


...Bahwa ku tetap di sini...

__ADS_1


...Temukan dia untukku...


...Pulangkan dia padaku...


...Tunjukkan jalan padanya...


...Bahwa ku tetap di sini untuknya...


...Berharap dia kembali pulang untukku...


...Penantian ini teramat lah panjang...


...Coba kau rasakan sayang letih ku di ujung jalan...


...Dia menghilang membawa semua kenangan...


...Terindah yang ku rasakan saat bersamanya sayang...


...Hatiku pilu oh sepilu-pilunya...


...~ Penantian - Armada Band ~...


....


Sambil menunggu mang Ujang, Kinan bersenandung dengan syahdunya sampai kedatangan mang Ujang pun ia tak menyadari.


"Neng.. neng Kinan" mang Ujang menyadarkan Kinan yang tengah asik melamun.


"Ah.. maaf mang" Ucapnya merasa bersalah.


"Neng disuruh masuk sama nyonya" Sambil sedikit memperhatikan Kinan mang Ujang menyampaikan pesan dari sang Nyonya.


"Kesini neng" lanjutnya sambil melangkah membawa Kinan ke tempat yang dituju.


"Baik mang" Kinan pun mulai melangkah mengikuti mang Ujang dari belakang.


- To Be Continue -

__ADS_1


Bantu beri dukungan karya pertama ku ya...🙏🙏🙏


Dengan cara LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE nya... 🥰🥰🥰


__ADS_2