
HAPPY READING -
....
Setelah kepergian bi Minah yang mengantarkan nya ke kamar yang akan ditempati selama masih bekerja di kediaman Stevano. Kinan mulai merapikan pakaian dan sedikit barang-barangnya yang di bawa dari kontrakan pun mulai ia susun di atas Nakas satu-persatu. Mulai dari Poto kedua orang tuanya, menaruh album yang ternyata terselip di dalam tas ransel, Jam Weker agar tidak telat di hari pertama berkerja dan Kinan pun menyelipkan Poto yang selau ia bawa di bawah alas Nakas. Selepas itu Kinan mulai merapikan tempat tidurnya yang walaupun diliat sekilas pun sudah rapi. Anggap saja formalitas untuk tempat tinggal baru.
"Ira.. Ken pamit ya" Terdengar jelas suara dengan nada tidak rela nya.
"Tapi Ken.. " Terdengar pula penolakan dari sang lawan bicaranya.
"Ken pasti pulang.. kita akan bertemu kembali dalam keadaan apapun.. dan jaga Dia untuk Ken" Bujuknya dan sedikit terselip amanah di dalam.
"Hati-hati Ken.. Ira menunggu selalu.. Ken selalu ada disini" Pesannya sambil memegang tangan sang pria dan menaruhnya di dadanya.
"Ken pasti pulang" Lirihnya hampir tidak terdengar dan perlahan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba terbesit bayangan-bayangan percakapan yang tak pernah terduga dan terlupakan bahwa itu adalah momen terakhir dengan pria yang dicintainya, cinta pertamanya, sang suami terkasih.
"Ken.. Ira udah tepati amanah yang Ken berikan.. Tapi untuk sekarang terpaksa Dia Ira titipkan pada paman dan bibi" Monolognya dengan rasa penyesalan yang mendalam.
Mencoba untuk tegar, ikhlas, dan menerima keadaan Kinan pun mulai bersiap untuk tidur.
"Semoga hari esok lebih baik dari hari ini" Doa dan harapan pun ia sematkan.
...----------------...
Tidak terasa waktu sudah berlalu, sudah terhitung sebulan dia mulai bekerja di Kediaman Stevano. Dia mulai sedikit memahami sifat Tuan dan Nyonya nya. Kecuali satu orang, yaitu sang Tuan Muda.
Setiap sarapan dia meminta pelayanan lain untuk mengantarkan ke kamarnya. Dan ketika dia turun Kinan hanya bisa melihat siluet nya saja, yang Kinan tau sang Tuan Muda itu tidak tersentuh, dingin, dan sedikit arogan.
Walaupun Kinan tidak pernah bertemu secara langsung atau berpapasan sedikit pun.
Dia sering mendengar desas-desus dari para pelayan bahwa sang Tuan Muda telah menikah, lebih tepatnya dijebak oleh wanita itu.
...----------------...
__ADS_1
Di sebuah kursi sederhana, di sudut kamar Kinan termenung memikirkan orang yang dia sayangi. Kinan sedang terbelenggu oleh keadaan, tidak bisa terlepas dengan mudah. menerima pun bukan solusi yang tepat, Tidak pernah terbesit atau membayangkan dalam hidupnya bahwa ia harus mengalami banyak hal dalam waktu bersamaan.
'Ken.. Ira rindu' Gumamnya sambil menatap Photo ditangannya.
'Dia baik Ken... Dia selalu tersenyum saat Ira kasih Poto ken' Racaunya.
Tanpa sadar waktu terus berjalan, malam pun mulai digantikan sang fajar. Tanpa terasa Kinan tertidur di sebuah kursi.
'Umm..' Perlahan kelopak bola mata indah itu mulai terbuka.
'Sudah pagi ternyata' Lirihnya.
Kinan pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menata hati dan pikirannya yang tidak baik-baik saja.
- To Be Continue -
Bantu beri dukungan karya pertama ku ya...🙏🙏🙏
Dengan cara LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE nya... 🥰🥰🥰
__ADS_1