
HAPPY READING -
....
Di tengah malam yang sunyi dan sepi, sayup-sayup terdengar suara rintihan yang mendayu hati. Bila ada seseorang yang mendengar tangisan itu mungkin ikut merasakan kesedihan dan ikut menangis. Tangisan rasa putus asa yang sangat menyayat. Menyayat seperti luka yang terkena air, perih, tapi tidak menyembuhkan lukanya.
Termenung memikirkan keputusan yang diambilnya apakah benar ataukah salah, apakah membawa bahagia ataukah derita.
Menolak permintaan Keluarga Stevano sama saja memasukkan dirinya ke dalam bara api yang menyala-nyala atau sebuah jeruji besi yang terbalut racun. Dia bisa terbakar atau terkurung oleh rasa penyesalan yang tiada obat.
Dia bisa saja menolak atau pergi dari kediaman itu, tapi keluarga yang tersisa darinya akan kena imbasnya. Kinan dengan terpaksa menerima tanpa berpikir ulang tawaran itu, jawaban yang dia buat disaat hati bimbang dan sang nyonya memanggil untuk bertemu empat mata dengannya.
FLASHBACK ON
Seperti biasa Kinan sedang berada di dapur melakukan pekerjaannya, Kinan mulai melihat daftar menu yang akan dimasak.
"Nasi, sayur, dan lauknya udah"
"Selesai... " Sambil tersenyum Kinan mulai menyusunnya di atas meja makan.
"Udah selesai" Tutur bi Minah dari arah dapur dan mulai mendekatinya.
"Udah bi.. hanya tinggal bersihin dapur bekas masak tadi" Jawabnya sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Oh.. ia.. bibi hampir lupa.. kemarin Nyonya berpesan selepas sarapan Kinan harus menemuinya" Beritahu bi Minah.
"Ada apa ya bi Nyonya panggil Kinan" Dengan rasa penasaran Kinan bertanya kepada bi Minah.
"Entah lah.. bibi juga enggak tau.. samperin gih" sambil sedikit mendorong bahu Kinan agar menemui sang majikan.
"Ada hal penting apa, apa aku berbuat kesalahan!, atau aku salah bicara?" Pikir Kinan masih bertanya-tanya.
Karena waktu sarapan sudah lewat sejak tadi Kinan mulai berjalan menuju tempat sang majikan berada, sepanjang jalan Kinan memikirkan kesalahan apa yang telah dibuatnya, sepanjang jalan pula dia berusaha mengingat, tetap tidak ada kesalahan yang pernah ia lakukan.
"Enggak ada deh perasaan" Yakin nya walaupun ada sedikit keraguan.
Kinan pun melangkah mendekati nyonya Clara yang sedang duduk di teras yang menghadap kearah taman bunga.
"Permisi nyonya" Panggil Kinan karena nyonya Clara sedang menghadap ke hamparan bunga dan sedikit memunggunginya.
"Kinan mendekat ke marilah" Panggil nyonya Clara sambil menunjuk kursi disampingnya
"Ya Tuhan kenapa perasaanku mengatakan akan ada hal besar kepada diriku" Batin Kinan berkata.
"Ameera Kinanti" Setelah hening sejenak nyonya Clara mulai membuka percakapan.
"Ya Nyonya" saut Kinan.
"Kamu tau putraku kan" tanyanya.
"Ya tau lah, si dingin itu dan matanya yang tajam seperti mau memakan" Jawabannya dalam hati.
__ADS_1
"Ta... " saat Kinan ingin menjawabnya sudah terpotong.
"Kamu akan menikah dengan anaknya saya" Beritahu nya.
"APAAA.. " Kinan pun kaget dan tidak tau harus berkata apa dan bagaimana.
"Tid.. "
"Kamu tidak bisa menolaknya" Saat Kinan ingin menjawabnya sudah terpotong lagi oleh nyonya Clara.
"Atau kamu akan tau hal apa yang akan terjadi kepada mereka, terutama Dia" Lanjutnya sambil menyodorkan dua buah poto di atas meja dan menekan salah satu poto itu.
"Paman, bibi, darimana anda mendapatkan nya" dengan sedikit terbata-bata Kinan pun bertanya.
"Darimana dan bagaimana caranya itu adalah hal yang sangat mudah" jawan nya "Mungkin ini terdengar seperti ancaman dan terkesan memaksa. tapi, tidak boleh ada penolakan" Tegasnya tanpa boleh ada penolakan.
".... " Kinan pun terdiam dan bingung harus melakukan apa.
"Diam mu itu saya artikan iya dan acara akan dilaksanakan 1 bulan dari sekarang" Putusnya dan mulai pergi meninggalkan Kinan seorang diri di sana.
"Maaf.. ini demi putraku" Ucapnya sambil berlalu dan hampir tidak terdengar.
Setelah beberapa saat terdiam Kinan pun mulai beranjak dan melangkah meninggalkan tempat itu dengan lelehan air mata yang mengalir sepanjang dia berjalan.
FLASHBACK OFF
- To Be Continue -
__ADS_1
Bantu beri dukungan karya pertama ku ya...🙏🙏🙏
Dengan cara LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE nya... 🥰🥰🥰