
HAPPY READING -
....
Seseorang tengah berdiri menatap dalam ke arah dapur, terdapat seseorang yang sedang asik menyiapkan makanan. Dia adalah Kenneth Reyhan Stevano putra dari nyonya Clara.
Kenneth Reyhan Stevano adalah seorang pengusaha sukses yang sempat menghilang dan di kabarkan sudah meninggal, dia mempunyai seorang kekasih yang mengkhianati dirinya sebelum kecelakaan itu. Kekasih yang dia nikahi diam-diam dari keluarganya, dan itu menjadi penyesalan dalam hidupnya.
Hal ini bukan yang pertama kali dia lakukan, hampir setiap hari setelah hari dimana dia pulang dari rumah sakit dan sang Mommy yang meminta dirinya untuk menikah dengan pilihannya yaitu Kinan, wanita yang kini ia perhatikan tanpa disadari sang wanita.
Ada perasaan aneh saat dia tanpa sengaja bertatapan dengannya, Setiap menatap matanya tanpa sengaja dia teringat akan sesuatu hal yang mungkin dia lupakan. Samar-samar bayangan seseorang yang sedang duduk dan bercanda bersama wanita muncul dan perlahan mulai menghilang.
Dan hal itulah yang membuatnya menjadi sering memperhatikan wanita itu tanpa disadari orangnya.
...----------------...
Seperti biasa Kinan melakukan pekerjaan walaupun dalam jangka satu bulan ke depan akan ada hal yang berbeda, Status istri yang akan ia dapatkan walau dengan paksaan dari sang nyonya.
Kinan masih terbelenggu oleh massa lalu yang terus terlintas di benak hatinya, walaupun ia sudah berusaha untuk mengikhlaskannya.
"Kinan siapkan dirimu kita akan melakukan fitting baju pengantin hari ini" Seru nyonya Clara yang tiba-tiba muncul
__ADS_1
"Apa.." Tanyanya Pelan
"Tidak terlalu cepat kah nyonya dan apakah Tuan Muda juga ikut?" Lanjutnya
'Apa mungkin ia sudah tau rencana pernikahan ini' Pikir Kinan.
"Jangan panggil nyonya mulai sekarang, Panggil Mommy seperti Ken" Pintanya,
"dan untuk Ken, dia tidak bisa ikut ada acara penting katanya" Lanjutnya.
Perintah yang mudah, tapi sulit untuk dilakukan dan enggan untuk menolak. Kinanti hanya bungkam, lidahnya kelu untuk bicara.
Dalam perjalan menuju butik Kinanti hanya diam dan hanya suara sang nyonya yang sering terdengar, Ia masih gundah gulana. Pikirannya ingin menolak, namun hatinya ingin merengkuh kebahagiaan yang dia impikan.
"Paman dan bibi mu akan mommy jemput untuk menghadiri acara pernikahan"
"Paman dan bibi!, haruskah?" lirih nya pelan
...----------------...
- Di Tempat Lain -
"Prang.. prang.."
Terlihat seseorang sedang dikuasai oleh amarah, benda yang tidak bersalah kena imbasnya, dan akibat ulahnya semua barang pecah dan berhamburan.
__ADS_1
"Bagaimana apakah berhasil" Tanya seseorang didepannya dengan senyuman yang sedikit menjengkelkan.
"Berhasil apanya Zo.. Yang ada dia malah mengusirku" Pungkasnya dengan amarah yang menggebu.
"Ha.. ha.. ha.. Ayolah kau yang bermain api, kenapa tidak mau terbakar" Dengan lancarnya dia berucap tanpa melihat tangan yang menjadi lawan bicaranya semakin terkepal.
"DIAM" Bentaknya.
Orang itu tidak terima dengan ucapan yang menjadi partner-nya itu.
"Baiklah-baiklah lanjutkan saja sana, gue mau pergi, By-by"
Orang yang dipanggil Zo.. itu mulai melangkah meninggalkan seseorang yang semakin tak terkendali.
"Prang.. bruk.. prang" Lepas sudah amarah nya entah apa lagi yang di lempar.
"Sialan kau Zo.. akan ku habisi jika bertemu" Makinya.
"DI ATAS RANJANG YA SAYANG"
Terdengar seruan yang menjawab lontaran-lontaran makiannya.
Ternyata yang sedang dimaki masih berada ditempat, tepatnya dibalik pintu dan mulai meninggalkan tempat itu.
- To Be Continue -
__ADS_1
Bantu beri dukungan karya pertama ku ya...🙏🙏🙏
Dengan cara LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE nya... 🥰🥰🥰