
“Ko lu ga ngomong sih kalau ibu udah di ruang makan nungguin gue!” Tina melemparkan bantal sekali lagi ke Ivan.
Ivan tertawa karna sikap marah Tina yang membuatnya senang untuk melakukannya lagi.
¤¤¤
Di ruang makan.
“Maaf ya bu udah nungguin Tina lama,” ucap Tina dan masih menahan amarahnya karna Ivan.
“Kalian tadi kenapa? Ko ibu dengar kalian berantem ya?” tanya ibu kos ke Tina.
“Iya bu, si Ivan tuh yang jail duluan bu.” Ucap Tina cemberut.
“Udah-udah jangan berantem terus dong, kaka adik ko berantem terus.” Ucap bu kos.
“Hah? Kaka adik? Maksud ibu apaan?” tanya Tina.
“Ngg, ngga ko. Tina salah dengar kali, ibu ga bilang gitu ko.” Ucap bu kos gugup dan memainkan jari-jarinya.
“Ohh, kirain Tina apaan.” Ucap Tina.
“Tadi gue ga salah denger ko, gue bener-bener denger ibu kos bilang gue sama Ivan kaka adik. Kayanya gue harus cari tau. Gue bakal pulang ke rumah besok! Siapa tau ada sesuatu yang di sembunyikan selama ini!” dalam hati Tina dengan raut wajah yang yakin akan hal tersebut.
Setelah mereka makan bersama, Tina kembali ke kamar kos nya dan menyiapkan pakaian untuk tinggal di rumahnya lagi selama 2 hari.
Karna Tina sekolah hanya senin-jum’at dan sabtu-minggunya libur.
¤¤¤
Keesokan harinya.
Pagi hari jam 07:00
Di depan rumah ibu kos.
“Assalamualaikum bu,” mengetok pintu.
Membuka pintu, “Waalaikumsalam, ada apa Na?” ucap Ivan.
“Ibu mana?” tanya Tina.
“Ibu masih tidur na, ada apa cari ibu?” ucap Ivan.
“Gue cuman mau ngomong, kalau gue mau balik pulang ke rumah gue.” Ucap Tina.
“Iya, nanti gue sampaikan ke ibu.” Ucap Ivan.
“Kalau gitu gue pergi dulu ya,” ucap Tina.
“Gue anterin ya sampai ke rumah lo,” Ivan ingin mengambil kunci motornya.
“Gausah Van, gue pergi sendiri aja.” Ucap Tina dan pergi.
¤¤¤
Sampai rumah Tina.
Depan gerbang rumahnya.
“Pa, bukain gerbangnya.” Ucap Tina.
“Maaf Non, Saya ga bisa bukain pintu buat Nona.” Ucap Pak penjaga gerbang.
“Kenapa emangnya?!” ucap Tina.
Pak penjaga itu hanya terdiam.
“Kau gitu..,” Tina merebut kunci gerbangnya dan menerobos masuk.
“Assalamualaikum, pahh.” Ucap Tina di ruang tengah.
“PAAHHH! TINA PULANG!” teriak Tina.
“BISA GA?! GA USAH TERIAK-TERIAK!” balas mamah Tina.
__ADS_1
“!?, baru kali ini mamah teriak sama aku.” Ucap Tina.
“Mamah? Siapa mamah kamu?” senyum sinis.
“Papah mana mah?” tanya Tina.
“Jangan panggil gue mamah lo! Lo bukan anak gue!” tegas mamah Tina.
“Maksud mamah?”
“Tanya aja sana sama papah lo!” ucapnya.
“Papah kemana?” tanya Tina.
“Mana gue tau! Mungkin papah lo udah MATI dan semua harta milik papah lo bakal jadi milik gue!” ucapnya dengan senyum menyeringai dan menaikkan sebelah alisnya.
“Maksud perkataan mamah apaan?!” tegas Tina.
“Pikir aja sendiri! Penjaga! Usir orang asing ini keluar!!” teriak mamah Tina.
“Baik Nyonya,” Pak penjaga tersebut menganggukan kepala.
“Ayo Non,” Pak penjaga itu menarik Tina keluar rumah.
¤¤¤
Di luar rumah.
“Maaf ya Non, Saya ga bermaksud mengusir Nona. Tapi, Nyonya berubah Non.” Ucap Pak penjaga.
“Nyonya berubah? Gimana ceritanya?” tanya Tina penasaran.
“Kita omongin jauh-jauh ya Non, jangan di sini, takut ketahuan Nyonya Non.” Ucap Pak penjaga melihat sekeliling.
“Ayo pa,” ucap Tina dan mengikuti Pak penjaga itu.
¤¤¤
Di tempat yang sepi.
“Memangnya papah sakit apa pa?” tanya Tina menahan air matanya yang akan mengalir keluar.
“Ga tau Non, Tuan sakit apa. Tapi, sekarang Tuan ga tinggal lagi di rumah Non.” Ucap Pak penjaga.
“Sekarang papah tinggal dimana?” tanya Tina.
“Tuan tinggal di gudang Non,” ucapnya dengan gugup.
“HAH?! Papah tinggal di gudang?!” terkejut.
“Gudangnya di sebelah mana pa?!” ucap Tina dan air matanya yang sudah di tahan-tahan, jadi mengalir deras.
“Ayo Non, Saya antarkan.” Ucapnya.
¤¤¤
Di gudang, tempat dimana papah Tina di kurung.
“Ini Non tempatnya,” membuka pintu gudangnya.
“Papah!!” teriak Tina di pintu gudang.
“Pah! Bangun pah! Ini Tina pah!” Tina menangis histeris.
“Pa! Cepet siapin mobil! Bawa papah ke rumah sakit!!” ucap Tina ke penjaga.
“Baik Non,” ucapnya dan pergi.
5 menit kemudian..
“Non, mobilnya sudah siap.” Ucap Pak penjaga.
“Angkat papah Saya ke dalam pa!” ucap Tina.
Setelah itu, mereka membawa papah Tina ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
¤¤¤
Di Rumah Sakit.
Kamar papah Tina.
“Dok, bagaimana keadaan papah Saya?” tanya Tina.
“Pa Silman gapapa, hanya kelelahan. Apa selama beberapa hari ini Pa Silman tidak memakan makanan bergizi?” ucap Pak Dokter.
“Tu, Tuan tidak makan dan minum selama 5 hari Non,” ucap Pak penjaga dengan gugup.
“Apa! 5 hari papah Saya ga makan dan ga minum?!” ucap Tina terkejut.
“Saya akan kasih cairan nutrisi untuk Pa Silman,” ucap Pak Dokter.
“Baik Dok,” ucap Tina.
Dari pagi sampai malam, Tina menjaga papahnya.
Pak penjaga kembali bekerja di rumah Tina.
¤¤¤
Keesokan harinya.
Siang hari.
“Pahh, bangun pah, ini Tina.” Air mata Tina mengalir dengan sendirinya.
“Ngg,” erangan Papah Tina.
“Pah! Papah udah siuman! Dokter! Dok!” teriak Tina mencari Dokter yang merawat Papahnya.
Kemudian Dokternya datang.
“Bu Dokter! Papah Saya udah siuman.” Ucap Tina ke Ibu Dokter tersebut.
“Sebentar, Saya cek dulu keadaannya.” Ucap Bu Dokter.
“Alhamdulillah, Pa Silman sudah lebih baik keadaannya.” Ucap Bu Dokter.
“Alhamdulillah.., Papah Saya kapan boleh pulang Dok?” tanya Tina.
“Untuk saat ini belum bisa, karna Pa Silman butuh nutrisi untuk tubuhnya. Jadi, kalau Pa Silman sudah 100% memang sembuh, baru boleh pulang ya.” Ucap Bu Dokter.
“Baik Bu Dokter,” ucap Tina.
Kemudian, Bu Dokter pergi keluar untuk mengecek pasien lainnya.
“Pah, Papah gapapa kan? Bagaimana bisa Papah di kurung di gudang?” tanya Tina penasaran apa yang terjadi selama Tina ga ada di rumah.
Papah Tina hanya terdiam, mengeluarkan ekspresi wajah yang pasrah.
“Kalau Papah ga mau cerita dulu gapapa, kalau Papah udah siap buat cerita, cerita ke Tina langsung ya.” Ucap Tina.
“Tina pergi dulu ya, mau bayar administrasi dulu.” Ucap Tina.
Papah Tina menganggukkan kepala.
¤¤¤
Keesokan harinya.
Tina merawat Papahnya sendirian di rumah sakit, hingga saat malam hari, Papah Tina menyuruh Tina duduk di sebelahnya, tadinya Tina duduk di dekat tembok.
“Na, kamu jaga diri baik-baik ya.” Ucap Papah Tina.
“Maksud Papah apa? Jangan ngada-ngada deh Pah.” Ucap Tina mulai berkaca-kaca.
·Bersambung·
Halo semua, jangan lupa di vote ya. Supaya semangat untuk membuat part selanjutnya👌.
*9Juli2020*
__ADS_1