
"Dari mana aja kamu? Jam segini baru datang?" ucap bu guru.
"Maaf bu, tadi nunggu hujan reda." Ucap Tina mulai kedinginan.
"Cepat duduk!" ucap bu guru dengan nada tinggi.
"Ba. baik bu," gugup karna ketakutan.
Tina melihat keliling kelas ga ada bangku kosong. Namun, ada perempuan yang memanggilnya.
"Kamu! Duduk di sini." ucapnya dengan nada pelan dan menunjuk kursi kosong di sebelahnya.
"Oh? Baiklah." Tina langsung menghampirinya.
“Ternyata masih ada yang kosong, syukurlah.” Mengelus-elus dada.
"Duduk semua di tempat masing-masing, pelajaran akan dimulai!" ucap bu guru.
Setelah pelajaran tadi, gue cuman duduk di kelas.
"Nama mu siapa?" ucap cewe sebelah Tina dengan lembut.
"Gue Tina, kamu?" bertanya balik.
"Gue Riska, oh ya lu mau jajan ga? Sekarang waktunya istirahat, hari ini cuman 3 pelajaran." Ucapnya.
"Ok, kantinnya dimana?" ucap gue tanpa sadar sedikit menaikkan kedua alis.
"Ayo, bareng gue ke kantin." Ucap Riska.
¤¤¤
Di kantin.
"Wow! Lihat tuh para cogan lewat!" ucap murid-murid di kantin.
"Mereka kaka kelas kita kan," ucap mereka.
Tina refleks langsung melihat ke arah mereka.
"!" Tina terkejut, "Itu kan cowo yang tadi pagi bikin baju gue kotor!" dalam hati Tina dengan raut wajahnya yang kesal dan mengernyitkan dahi.
"Harus gue beri pelajaran nih orang," menghampiri cowo tersebut.
"Eh Tina! Lu mau kemana!" teriak Riska.
Plak! Tina menampar cowo itu.
Teman-temannya cowo itu pada terkejut.
"Kurang ajar banget sih! Bukannya tanggung jawab, malah pergi gitu aja!" kesal.
Cowo itu hanya diam dan ngeliatin Tina.
"Ditanya malah diem, punya mulut di pake." Tegas Tina.
"Heh," ucap cowo tersebut.
"Gue udah ngomong panjang lebar, di jawab cuman heh." Mengernyitkan dahi.
"Ikut gue!" cowo tersebut narik Tina dengan kencang.
"Apaan sih! Lepasin ga!" teriak Tina dan berusaha melepaskan genggaman cowo itu.
"Diem!" tegasnya.
"TOLONGG!" teriak Tina dengan kencang tapi, semua orang hanya terdiam.
Cowo tersebut langsung nutup mulut Tina dan membawa Tina dengan cara menggendongnya!
"Turunin guee! Dasar cowo brengsek!" memukul-mukul supaya di turunin.
__ADS_1
"Bentar lagi sampai," ucapnya.
Sampai ruangan tersebut.
"Ngapain lu bawa gue kesini?!" kesal.
"Lu bilang suruh gue tanggung jawab," ucapnya.
"Iya! Tanggung jawab sama baju gue yang kotor!" tegas gue.
"Mana coba liat bajunya," menghampirinya.
"Gausah dekat-dekat!" tegas Tina.
"Katanya bajunya kotor, mana gue mau liat." Ucapnya.
Tina membuka jaketnya.
"Tuh! Baju gue kotor gara-gara lu!" ngegas.
"Ya udah sini bajunya kasih gue, nanti sopir gue yang laundry." Narik baju Tina.
"Eh *****! Kalau gue ngasih baju gue ke elo, gue pake apaan *****." Ngegas Tina dan langsung mundur ke belakang dengan cepat.
"Kan baju lo kotor, katanya suruh bersihin. Ya udah nanti pulang sekolah ikut gue." Ucapnya dengan pergi begitu aja.
"Ikut lo kemana!" teriak Tina, saking kesalnya Tina malah nendang batu besar di deketnya. Alhasil kakinya jadi sakit.
Dari kejauhan, Riska memanggil Tina.
"Tinaa!" teriaknya dengan berlari ke arah Tina.
"Kenapa lu lari-lari?" tanya Tina dengan wajah datar menahan rasa sakit habis nendang.
"Lu gapapa kan? Lu di apain sama kaka kelas tadi?" Riska melihat sekeliling tubuh Tina dengan seksama.
"Gapapa, gue ga di apa-apain ko." Ucap Tina menahan sakit.
"Yaelah cuman di tampar doang rame banget," ucap Tina dengan santai nya.
"Eh Na, lu ga tau ya fans-fansnya kaka kelas tuh kaya gimana. Mereka bakalan ngerjain elu karna masalah lu nampar tadi!" tegasnya.
"Tinggal bales lagi aja, apa susahnya?" ucap Tina dengan nyantai.
"Aduh Naa! Mulai pulang sekolah, sampe beberapa hari kedepan lu harus hati-hati!" memberikan peringatan.
"Iya, tenang aja." Dengan santainya dan pergi.
"Na, lu ga mau ke kantin?" teriak Riska dari arah belakang Tina.
"Engga, gue udah ga nafsu. Lu sendiri aja yang pergi, gue mau ke kelas." Membalikkan badan lalu, pergi ke arah kelas dan melambai tangan ke Riska.
"Semoga ga terjadi apa-apa," ucap Riska.
¤¤¤
Pulang sekolah.
Disaat Tina mau naik kendaraan umum. Seperti ada orang yang natap Tina dengan tajam.
"Siapa sih yang natap gue," dalam hati Tina.
Tiba-tiba ada suara tapak kaki yang menuju ke arah Tina berdiri.
!, "Ada yang ngikutin gue," dalam hati Tina.
Tina jalan terus, suara tapak kaki mereka makin terdengar dan semakin banyak suara tapak kakinya.
Di saat Tina menengok ke belakang, mereka langsung bengkem Tina dengan bius. Di saat itu Tina setengah sadar, Tina mendengar mereka ingin membawanya jauh-jauh.
Tina ga bisa ngapa-ngapain, tenaganya hilang seketika.
__ADS_1
Lalu, Tina pingsan, dan ga tau mau di bawa kemana.
Disaat Tina tersadar, Tina sudah di ikat di kursi dan matanya ditutup dengan kain.
Mencoba teriak minta tolong, tapi tenaganya ga cukup.
"Tolooong," teriak Tina dengan pelan. Seluruh tubuh nya jadi lemas.
Kemudian, Tina mendengar suara tapak kaki yang banyak menghampirinya.
"Bisa diem ga lo?!" ucap seorang perempuan.
Tina hanya menunduk dan diam.
"Selanjutnya, mau diapain nih anak?" ucapnya bertanya ke teman-temannya.
"Bunuh aja, ngeliat mukanya aja udah kesel gue." ucap seorang temannya.
"Gila lu, ya kali di bunuh? Lu mau kita semua di penjara?!" teman yang lainnya mulai marah.
Dringgg Dringg, bunyi dering hp.
"Bentar, gue angkat telpon dari bos."
Cewe tersebut pergi keluar.
¤¤¤
Di luar.
"Halo bos?" ucapnya.
"Udah lu beresin tuh cewe?" ucap seseorang dari telpon.
"Belum bos, harus kita apakan cewe itu bos?" ucapnya.
"Lakukanlah yang ingin kalian lakukan padanya." Ucap seseorang dari telpon.
"Baiklah bos," menyeringai.
Bos mereka menutup telpon. Cewe tersebut kembali lagi ke dalam dan bilang ke teman-temannya apa yang harus di lakukan.
"Ayo kita mulai aja, lebih cepat lebih baik." ucap seorang dari mereka.
"Jangan maju lo semua! Mundur ga!" tegas Tina.
Mereka tetap ngelanjutin, mereka menjambak rambut Tina, melukai tangannya dengan puntung rokok dan merobek baju sekolah yang Tina pakai.
"Ayo dong senyum, ini kita videoin. Supaya elo bisa nonton diri lo sendiri." Ketawa jahat.
Mereka ber 5, semuanya cewe. Tina ga tau mereka suruhan siapa, sebenci itunya kah mereka sama Tina?
Setelah mereka puas mengacak-ngacak Tina, mereka pergi meninggalkannya.
Tina berusaha lepas dari ikatan di kursi ini.
Setelah Tina berusaha, akhirnya terlepas dari ikatan dan membuka kain yang menutup matanya.
"Tempat apaan ini? Kayanya gudang." Ucap Tina dengan melihat sekeliling.
Tina pergi ke luar, dan mencari jalan pulang ke kosan.
"Ini di mana? Gue ga pernah ke daerah ini." Bingung dan berusaha mencari bantuan.
Tina melihat dari kejahuan, ada motor yang menuju ke arahnya.
·Bersambung·
Halo semua, jangan lupa di vote ya. Biar semangat buat part selanjutnya😊.
*16Mei2020*
__ADS_1