
"Tolooong," teriak Tina dan melambai-lambai tangan.
Motor itu berhenti di hadapan Tina, ternyata..
"Tina? Ko lu ada disini?" tanya Ivan dan turun dari motornya.
"Van van, tolong anterin gue pulang ke kosan dong." Memohon.
"Ya udah, naik." Ucapnya.
Tina langsung naik motornya.
"Ayo Van, cepet jalan." Ucap Tina.
"Ya ya," ucapnya.
"Woy! Jangan kabur lo!" teriak orang-orang dari belakang Tina.
"Van! Cepet jalan!" memukul pundak Ivan, dan Ivan nyetir dengan ngebut.
¤¤¤
Sampai Kosan.
"Makasih ya Van, udah anterin gue." Senyum.
"Iya," jawab Ivan dengan dingin.
¤¤¤
Keesokan harinya.
Di Sekolah.
"Tina, lu kemarin gapapa kan?" tanya Riska khawatir.
"Ya, gapapa. Oh ya, lu tau ga kelas kaka kelas yang kemarin gue tampar?" tanya Tina.
"Kelas 12 MIPA 2," ucap Riska
"Ok, thanks." Tina langsung pergi cari kelasnya.
"Kejadian kemarin, pasti dia yang nyuruh orang-orang itu!" gumam Tina.
Di saat Tina menuju kelas tersebut, eh malah ketemu sama kakel itu.
"Eh!" narik pundak cowo itu.
"Apaan sih?" tegasnya.
"Lo kan yang nyuruh orang-orang kemarin buat nyulik gue! Ngaku lo!" Tina menunjuknya dengan tegas.
"Ngomong apaan sih lu? Dateng-dateng, marah-marah ga jelas." Dengan sikap angkuh dan wajahnya bikin orang kesal.
"Heh," menaikkan alis sebelah, "Lu mau pura-pura ga tau? Ok, gue ceritain biar lo inget!" tegas Tina.
Setelah beberapa menit Tina menjelaskan semua kejadian kemarin, cowo itu cuman pasang wajah ga peduli.
"Lo kira, gue ngelakuin hal serendah itu?" sedikit memiringkan kepala dan maju perlahan ke gue.
"Ga usah sok lupa deh, lu masih kesal kan gara-gara waktu itu gue nampar lo!" tegas Tina dan kesal, Tina ingin menamparnya lagi. Namun, Tina ga mau nambah masalah lagi.
"Terserah elo deh mau gimana, yang penting itu bukan orang suruhan gue dan gue ga peduli apa yang terjadi sama lo!" nunjuk kening Tina.
"BODO AMAT!" Tina nginjek kakinya dengan sekuat tenaga dan pergi ninggalin tuh cowo.
Setelah kejadian itu, hampir semua orang ngomongin Tina karna ngelawan kaka kelas yang paling ganteng ( menurut mereka )
__ADS_1
¤¤¤
1 minggu kemudian.
Jam istirahat.
"Heran gue, udah seminggu ini kenapa gosip tentang gue sama tuh cowo masih ada aja sih." Ucap pelan Tina di ruang kelas.
Di jam istirahat, Tina hanya melamun di kelas. Gak ada nafsu buat jajan.
Disaat Tina melamun, seseorang memanggilnya.
"Tinaa!" teriaknya di depan pintu kelas Tina.
Tina refleks nengok ke arah dia, dan senyum.
Dia nyamperin Tina dan duduk di sebelahnya.
"Akhirnya ketemu juga sama kamu Tina, dari tadi aku nanyain orang-orang kelas kamu dimana, tapi orang-orang malah ngegosipin tentang kamu." Ucapnya.
"Itu hanya salah paham, oh ya kamu siapa? Ko tau aku?
"Aku Rina, kelas aku di sebelah." Ucapnya.
"Salam kenal, kamu ada apa cari aku?" tanya ku dengan sedikit memiringkan kepala.
"Aku mau jadi teman kamu boleh?" ucapnya dengan sedikit memiringkan kepala.
"Boleh ko," balas Tina dengan senyum.
"Ok, makasih ya. Kalau ada masalah, bilang aja sama aku. Kalau aku bisa bantu, aku bantuin ko." Ucapnya dengan senyum manis.
"Imut bangett," gumam Tina dengan ekspresi wajah ingin mencubit bayi mungil.
"Kalau gitu aku ke kelas dulu ya," berdiri dari kursi dan merapihkan baju.
"Iya," senyum.
"Byee," ucap pelan Tina dan melambaikan tangan.
" Ternyata, ada yang mau berteman juga sama dia." ucap cewe di belakang Tina.
"Semua orang berhak memiliki seorang teman. Asalkan harus pilih-pilih teman, siapa tau ternyata teman itu munafik." Sindir Tina.
"Maksud lo apaan?!" ucap teman sebelahnya.
"Ga ngerti maksud gue? IQ lu rendah ternyata." Ucap Tina dengan menaikkan alis kiri.
"Awas aja lu! Gue bakal balas!" teriaknya.
"Bodo amat," Tina pergi keluar kelas mencari udara segar.
¤¤¤
Pulang Sekolah.
"Tinaa!" teriak seseorang dari belakang Tina.
"Ya?" ucap Tina dan berbalik badan ke belakang.
"Lu gapapa kan?" ucap Riska.
"Gapapa apanya? Emangnya ada apaan?" tanya Tina dengan bingung.
"Satu sekolah udah tau masalah yang waktu itu, emangnya lu ga khawatir?" ucapnya.
"Biarin lah, gue ga mau mikiran omongan orang-orang yang cuman bisanya ngegosip." Ucap Tina dengan ekspresi wajah ga peduli.
__ADS_1
"Ya udah deh kalau gitu, gue pulang duluan ya." ucapnya.
"Iya," balas Tina.
Riska pergi dan Tina masih di sekolah, karna masih ada urusan dengan kaka kelas waktu itu dan harus membersihkan nama baiknya.
"Dimana ya? Ko ga keluar-keluar? Apa udah pulang kali ya." melas Tina, akhirnya Tina pulang dan belum ketemu kakel itu buat selesain masalah.
Di kosan, jam 12 malam.
Brak! Brak! Brak!
"Hoaam," terbangun dari tidur karna berisik.
"Ada apaan sih di luar, berisik banget. Jam 12 malam gini ngapain sih." ucap Tina masih ngantuk.
Tok! Tok! Tok!
"Eh!" Tina terkejut, seketika refleks bangun dari tiduran.
Tok! Tok! Tok!
Di luar ada orang yang ngetok pintu kamar Tina.
"Bodo amat ah, jam segini ngetok pintu orang. Ga ada kerjaan lain kali ya." Tina ga bukain pintu dan lanjut tidur.
¤¤¤
Pagi hari.
"Ok, hari ini gue lebih cepat bersiap dari hari kemarin. Semoga masalah itu cepet selesai." Tina bersiap pergi sekolah dan disaat buka pintu.
"Eh? Apaan nih?" Tina mengambil sebuah kertas lembar di bawah pintu kamarnya.
"Eh? Ada bacaannya," Tina membalik kertasnya dan bacaannya adalah "Lo akan tau akibatnya kalau berurusan dengan Gue!"
Tina bingung apa maksudnya dari isi itu, “Berurusan dengannya? Perasaan gue cuman ada masalah sama kakel itu?" dalam hati Tina.
"Ah! Itu pasti dia! Cowo itu yang ngirimin ini dan ngancem gue! Gue bakal bawa kertas ini, dan suruh dia buat jujur." bergegas pergi ke sekolah dengan kesal.
¤¤¤
Sampai sekolah.
"Ada apaan sih?" dalam hati gue.
Semua murid di sekolah ngeliatin gue dengan tatapan jijik.
"Pasti ada yang salah," dalam hati gue dan pergi ke papan pengumuman.
"Ah! Apa, apa-apaan nih! Siapa yang ngedit beginian!" teriak dan tegas Tina.
Di papan pengumuman sekolah, ada foto Tina dengan banyak cowo-cowo. Padahal Tina ga kemana-mana dan cuman rebahan di kosan doang wey.
"Ini siapa yang ngedit!" teriak Tina. Namun, murid-murid ga ada yang peduli dan menjauh darinya.
Tina dari kelas 10 MIPA 1, harap ke Ruang guru. ( suara speaker pengumuman )
"Ehhh! Ga usah takut Tina, lu ga bersalah." ngomong sama diri sendiri.
Tina pergi menuju ke Ruang guru, di sana banyak murid yang ngeliatin Tina dengan tatapan seperti yang lainnya.
“Bodo amat ah, jalan aja.” Dalam hati Tina.
Ngetok pintu, "Permisi, ada apa ya pa manggil Saya?” ucap Tina.
·Bersambung·
__ADS_1
Halo semua, jangan lupa di vote ya. Biar semangat buat part selanjutnya😊.
*28Mei2020*