Awali Syahadat Akhiri Bismillah

Awali Syahadat Akhiri Bismillah
01 Dapat Pekerjaan


__ADS_3

Assalamualaikum, wr.wb.


Selamat membaca readers๐Ÿค—


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Di suatu desa nan indah, tentram, damai, dan di kelilingi pepohonan yang lebat menambah kesegaran udara. Jauh dari kata polusi dan kemacetan ialah Desa BS namanya. Desa BS jarak nya lumayan jauh dari Kota J. Populasi masyarakatnya cukup banyak dan padat. Mata pencaharian masyarakat Desa BS sangat beragam dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan lain-lain.


Sumber daya manusia dalam pendidikan tersedia jenjang SD, SMP, SMA, Sarjana. Sedangkan dalam profesi ada yang Guru, Perawat, Bidan, dan lain sebagainya. Tapi sayang sebagian masyarakat Desa BS mampu sekolah hingga SMP dan SMA saja. Untuk ke jenjang Sarjana hanya beberapa orang.


Dengan alasan tidak memiliki biaya yang lebih atau kata lain tidak mampu. Walaupun mata pencaharian mereka dominan perkebunan dan pertanian tetapi hasilnya diperuntukan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Untuk ke jenjang lebih tinggi hanya orang-orang tentu saja. Kata lain Desa BS ini minim hal pendidikan.


Tapi ada juga masyarakat Desa BS yang kurang mampu dari segi perekonomian masih bisa melanjutkan anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi. Pendapatannya disisihkan sebagian untuk sekolah anak-anaknya walaupun tidak seberapa. Karena tekat dan niat ada yang kuliah sambil bekerja di daerah kota.


Seperti keluarga Pak Firdaus dan Ibu Fatimah beserta 2 anaknya yang bernama Alzahra Muqadimah dan Alziqra Muqadimah. Mereka keluarga dari kalangan yang kurang mampu tetapi lebih mementingkan agama dan ilmu. Bagi keluarga Pak Firdaus, seseorang akan memiliki sifat dan adab yang baik apabila ia mendapatkan sebuah ilmu.


Dari segi perekonomian memang jauh dari kata kaya. Dengan hasil perkebunan dan peternakan bisa ditabung dan disisihkan untuk dua sang putri. Untuk kebutuhan sehari-hari didapat dari hasil perkebunan sayuran dan buah. Sedangkan untuk pendidikan sang putri dari hasil peternakan kambing.


Alzahra Muqadimah gadis berhijab juga putri pertama dari pasangan Pak Firdaus dan Ibu Fatimah yang berusia 24 tahun memiliki wajah yang cantik, putih, tinggi, cerdas, patuh, sopan dan lemah lembut. Begitu juga wajah Alziqra Muqadimah yang membedakannya postur badan yang rendah dari sang kakak dan sedikit keras kepala.


Mengenai pendidikan Alzahra Muqadimah, ia Lulusan Sarjana Keguruan Program Studi Sejarah sedangkan Alziqra Muqadimah masih menginjak sekolah Sekolah Menengah Atas kelas 11 IPA. Jarak usia mereka hanya beda 5 tahun saja. Mereka saat berada di rumah sering berantem bahkan saling mengejek. Pak Firdaus dan Ibu Fatimah hanya bisa menggeleng saja.


Alzahra setelah lulus kuliah ia terus menetap di Desa BS. Alzahra saat ini hanya membantu sang ayah Pak Firdaus dan Ibu Fatimah di peternakan dan perkebunan mereka. Juga kadang membantu berkemas dan memasak di rumah. Apabila sudah waktunya panen sayur dan buah. Alzahra lah biasa membantu sang ayah mengantar ke pasar. Kebiasaan Alzahra tersebut tidak luput dari cemoohan orang-orang.


Mengatakan percuma sekolah tinggi tapi ujungnya berkebun juga menurut orang-orang. Alzahra tidak menghiraukan hal tersebut karena ia yakin bahwa bukan rejeki yang penting ia sudah cukup berusaha dan tawakal. Alzahra sudah beberapa kali memasukkan lamaran di beberapa sekolah.


Tapi hasilnya masih belum mendapat panggilan hingga saat ini. Bahkan baru sebulan yang lalu ia menghubungi sahabat baiknya sewaktu kuliah dulu untuk menanyakan lowongan pengajar yang kosong. Hingga memasukkan lamaran ke sekolah tempat ia PPL dulu pun tidak ada yang kosong.


Teman Alzahra bernama Anita Pramudia. Anita teman satu kampus, satu kelas, dan satu kost dengan Alzahra. Mereka sudah seperti prangko kemanapun mesti selalu berdua. Namun ketika lulus mereka terpisah hanya ponsel yang menjadi penghubung ketika kangen dan curhat.


Anita berasal dari Desa BC di daerah kota B. Anita saat ini bekerja di daerah Kota S sebagai profesi seorang guru Bahasa Indonesia di salah satu Sekolah Menengah Atas di kota S setelah lulus kuliah. Ia memiliki pekerjaan berkat bantuan sang pamannya yang menjabat sebagai Kepala Sekolah di tempat Anita mengajar.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Suatu hari Alzahra sedang ikut sang ayah ke kandang peternakan kambing. Tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi. Dengan tangan yang sedikit kotor menjawab panggilan yang tertera nama sahabatnya Anita Pramudia dengan menggeser benda warna hijau ke atas tak memulai mengucap salam.


Tampak dari raut wajah Alzahra serius mendengarkan entah apa yang dibicarakan oleh Anita. Semenit kemudian raut wajah serius menjadi senang menarik senyum di bibirnya. Saking senangnya Alzahra melompat kegirangan. Pak Firdaus yang sedang memberi makan kambing menoleh dengan heran.


Tak lama Alzahra menutup panggilan diakhiri salam. Alzahra langsung mendekati sang ayah menceritakan semua bahwa ia mendapat pekerjaan di sebuah Sekolah Menengah Atas di kota S mengajar di bidang Sejarah. Guru sebelumnya mengundurkan diri karena menikah dan harus ikut suami akhirnya digantikan oleh Alzahra.


"Ayahhhhh...... " teriak Alzahra yang kegirangan sambil mendekati sang ayah.


"Ada apa, Zahra? Kenapa kamu teriak-teriak begitu?" ujar heran sang ayah sambing memberi makan kambing.


"Ayah tahu tidak. Sekarang Zahra sudah dapat pekerjaan di sekolah, yah?"


Pak Firdaus yang mendengar mengucap Syukur Alhamdulillah saking bahagianya.

__ADS_1


"Alhamdulillah. Akhirnya usaha kamu tidak sia-sia, Zahra. Diterima di sekolah mana?" tanya sang ayah.


"Di Sekolah Menengah Atas di kota S, yah. Tempat sekolah paman sahabat Zahra sewaktu kuliah dulu namanya Anita. Pamannya menjabat sebagai Kepala Sekolah terus Anita juga mengajar disitu juga. "


Namun raut wajah berubah sendu ketika Alzahra akan meninggalkannya untuk kesekian kalinya. Baru saja ia berkumpul sudah ada yang berkurang lagi.


"Berarti kamu akan meninggalkan kami lagi. Baru saja kita berkumpul setelah kamu lulus kuliah dulu." ujar sang ayah raut sendu.


Alzahra yang paham pun memberi pengertian ke sang ayah. Akhirnya sang ayah mengizinkan untuk pergi ke Kota S.


"Ayah. Zahra tidak meninggalkan ayah, ibu, dan adik. Hanya saja Zahra cuma pergi sebentar. Nanti tiap hari Minggu ataupun hari libur Zahra akan pulang. Ayah tenang saja."


"Baiklah. Ayah mengizinkan. Tapi kamu harus ingat jaga diri baik-baik. Tapi untuk menginapnya bagaimana?"


"Nanti Zahra akan menginap di kontrakan Anita, Yah. Yang jaraknya tidak jauh dari sekolah tempat Zahra mengajar."


"Baiklah. Sekarang kita pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 nanti ibu kamu mengomel."


"Hehehe.... ya, Yah."


Setelah aksi melow antara Alzahra dan Pak Firdaus kerjaan mereka sudah beres. Mereka segera kembali ke rumah dikarenakan waktu sudah pukul 10. Senyum di wajah Alzahra belum pudar dan ia sudah tidak sabar memberitahu ke sang ibu berita baik tersebut. Mereka pulang dengan mengendarai sepeda motor.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Setiba di rumah Alzahra berlari masuk ke dalam mencari sang ibu. Ibu Fatimah sedang berada di dapur memasak untuk makan siang. Melihat Alzahra pulang langsung memeluknya dengan aroma bau kambing masih melekat.


Ibu Fatimah mencium tangan sang suami Pak Firdaus. Pak Firdaus sementara waktu menunggu Zahra selesai mandi, ia duduk sebentar di kursi makan sampai memperhatikan sang istri memotong sayur hasil kebun.


Ibu Fatimah merasa heran akan perubahan Alzahra. Ia pun bertanya ke sang suami alasannya. Mendengar penjelasan sang suami Ibu Fatimah juga mengucap syukur. Aroma bau kambing yang melekat di baju sang ibu akhirnya memutuskan berganti baju kembali.


Selesai berganti baju Ibu Fatimah melanjutkan masaknya. Tidak lama Zahra keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya. Mengambil jilbab menuju ke teras belakang menjemur handuk basah. Zahra menghampiri sang ibu membantu memasak hingga menyajikan makan siang.


Ibu Fatimah meninggalkan Zahra sebentar di dapur untuk menyiapkan handuk dan air di kamar mandi untuk sang suami. Kemudian kembali ke dapur menyelesaikan pekerjaan dapur. Beberapa saat masakan sudah matang Ibu Fatimah dan Zahra kemudian menata makanan di atas meja.


Terdengar suara salam dari Alziqra yang menandakan sudah pulang dari sekolah. Menghampiri sang ibu dan kakak mencium tangan secara bergantian. Alziqra pamit ke kamar berganti pakaian tidak lupa jilbabnya. Suara pintu kamar mandi terbuka keluar Pak Firdaus selesai mandi lengkap dengan pakaian santai langsung menuju ke meja makan.


Ibu Fatimah dan Alzahra menyendokkan nasi ke piring. Pak Firdaus yang dibantu Ibu Fatimah mengambilkan makanan. Baru saja mereka menyuap nasi ke mulut Alziqra keluar dari kamar sudah berganti baju menuju meja makan mendudukan diri. Mengambil pinggan dan makanan. Mereka semua terdiam saat makan tanpa ada yang berbicara.


Tidak lama makan siang mereka selesai. Alzahra membantu sang ibu membersihkan meja makan dan piring kotor ke wastafel untuk dibasuh.


"Zahra, kapan kamu akan berangkat ke kota S?" tanya Ibu Fatimah.


"Kemungkinan besok, bu." ujar Alzahra sambil mencuci piring.


"Kenapa cepat sekali?"


"Karena kata teman Zahra sekolah memerlukan cepat pengajar, bu?"

__ADS_1


"Oh... pengajar sebelumnya memangnya kemana?"


"Kata Anita pengajar sebelumnya mengundurkan diri mau nikah dan hendak ikut suami ke daerahnya." jelas Alzahra setelah menyelesaikan basuh piring.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Pada malam hari Alzahra sudah mulai packing memasukkan baju dan segala keperluan ke dalam koper yang dibantu oleh sang ibu. Selesai melakukan packing Ibu Fatimah dan Alzahra duduk sejenak menatap lekat sang putri. Alzahra heran mengerutkan kening menatap sang ibu.


"Kenapa Ibu menatap Zahra seperti itu?" tanya Zahra heran.


"Rasanya baru saja kamu kembali sekarang kamu akan pergi lagi, Zahra." ujar Ibu Fatimah raut wajah sedih.


"Ibu jangan sedih seperti itu. Zahra akan pulang setiap hari Minggu atau Libur nanti juga sering menghubungi Ibu dan Ayah di rumah." ucap Zahra mengusap tangan sang ibu.


"Ya. Ibu percaya. Disana jaga dirimu baik-baik. Jaga kesehatan dan jangan keluar sembarangan. Ajak Anita kalau mau keluar jangan sendiri." jelas Ibu Fatimah menasehati.


"Ya, Bu. Zahra akan selalu mengingatnya."


"Satu lagi jangan lupa sholat." timbal lagi Ibu Fatimah.


"Ya, Ibunya Zahra yang cantik."


"Kamu ini bisa saja. Ada yang perlu kamu bawa lagi?"


"Sepertinya tidak ada. Zahra rasa ini sudah cukup."


"Baiklah. Kamu tidur sekarang besok berangkat awal karena harus membeli tiket Bus terlebih dahulu. Besok ayah kamu yang akan antar ke stasiun."


"Baik, Buk. Selamat Malam."


"Selamat Malam." ucap Ibu Fatimah sambil. menutup pintu kamar Alzahra.


Alzahra yang berbaring tidak bisa memejamkan mata. Ia mengambil ponsel di sampingnya lalu mengirim pesan ke Anita. Bahwa besok pagi pukul 07.15 wib ia akan berangkat ke Stasiun Bus. Kemungkinan pukul 09.45 wib akan tiba juga di stasiun Kota S yang akan dijemput oleh Anita.


Setelah mengirim pesan ke Anita mata netranya sedikit meredup. Mulailah Alzahra merapatkan mata siap menuju ke alam mimpi. Terlihat yang tenang dan senyum dari wajah Alzahra ketika tidur dengan cahaya lampu yang redup dan badan terbalut selimut. serta memeluk guling menambah tidur nyenyaknya.


...Bersambung.......


Bismillah


Jangan lupa like, vote, komen, follow, dan subscribe ya readers biar tambah semangat up-nya๐Ÿค—


Untuk para READERS yang sudah like, vote, komen, follow, dan subscribe karya saya sebelumnya. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.


Sekian dari saya๐Ÿค—


Wassalamualaikum, wr.wb.

__ADS_1


__ADS_2