
Selamat Membaca🤗
...🌹🌹🌹🌹...
Keesokan pagi Anita dan Alzahra sudah berada di Sekolah Menengah Pertama. Seperti janjinya Anita menemani Alzahra bertemu Kepala Sekolah di ruangan yang tak lain paman Anita sendiri. Sebelumnya Anita sudah memberitahu pamannya dan disuruh menunggu di ruangannya.
Alzahra yang memakai pakaian atasan batik maron dan rok panjang plisket hitam jilbab segiempat warna senada. Sedangkan Anita juga memakai atasan batik serta rok panjang. Memasuki ruangan ternyata kepala sekolah belum datang jadi harus menunggu sebentar di dalam.
Beberapa menit kemudian Kepala Sekolah telah tiba menduduki kursinya. Alzahra dan Anita berjabat tangan lalu menyerahkan berkas lamaran. Kepala Sekolah Menengah Pertama bernama Pak Yusuf. Ia merupakan adik kedua dari ayah Anita. Pak Yusuf sudah menjabat sebagai kepala sekolah selama 5 tahun.
Pak Yusuf sangat disegani dewan guru dan para siswa-siswi. Sifatnya yang tegas, disiplin, dan bijaksana. Anita masuk ke Sekolah Menengah Atas ini ketika baru saja lulus kuliah. Ia sudah di tawarkan untuk mengajar oleh sang paman. Tetapi tidak ada siapa pun yang tahu bahwa Anita keponakan dari Pak Yusuf.
Pak Yusuf membolak-balikkan berkas Alzahra. Memeriksa dengan teliti termasuk bagian lembar CV Alzahra. Serasa cukup memeriksa berkas, Alzahra akhirnya diterima untuk mengajar mulai sekarang. Anita diperintahkan untuk menunjukkan kursi di ruangan dewan guru sebagai ganti Ibu Sarah. Ya guru yang mengundurkan diri yang sedang Alzahra ganti bernama Ibu Sarah.
"Baiklah, Zahra. Kamu saya terima dan mulai hari ini kamu sudah boleh mulai mengajar."
"Alhamdulillah. Terima kasih, Pak?"
"Ya. Anita kamu bisa bawa Zahra ke ruang guru tunjukkan mejanya."
"Baik, Om. Terima kasih. Kami pamit keluar." ucap Anita sambil berdiri menyalami tangan pamannya.
"Ya."
Anita dan Alzahra permisi keluar dan mulai menelusuri koridor sekolah hingga memasuki ruang dewan guru. Anita mengucapkan salam lalu memperkenalkan Alzahra sebagai guru pengganti dari Ibu Sarah. Para tersenyum ramah ke Alzahra begitu pula Alzahra yang tidak kalah senyum ramah.
Anita menunjukkan meja Alzahra dan beberapa buku-buku diatas meja sekaligus memperlihatkan jadwal hari ini. Jadwal hari ini ternyata Alzahra mengajar di kelas 12 IPS 3. Disebabkan letak kelas 12 IPS Alzahra tidak tahu maka Anita yang akan membantu menunjukkan. Anita kembali ke meja yang posisinya berhadapan dengan Alzahra.
Datanglah seorang guru pria yang usia hampir sama dengan Alzahra mendekati mejanya. Ia memperkenalkan diri dan sedikit mengobrol. Guru pria tersebut bernama Pak Aftar. Anita yang melihatnya hanya tersenyum geli. Anita memang sangat hafal dengan Pak Aftar setiap ada guru baru pasti mulai modus sama seperti ia masuk pertama kali.
Alzahra yang ramah cukup mendengarkan bicaranya. Jika Pak Aftar bertanya baru ia akan menjawab. Setelah Pak Aftar berlalu Anita mengajak menelusuri koridor menemukan ruang kelas 12 IPS 3. Siswa-siswi dengan sopan menegur sapa dengan sopan. Karena waktu tinggal 1 menit lagi bel akan berbunyi menandakan masuk kelas.
...🌹🌹🌹🌹...
Kring Kring Kring
Bel pun berbunyi semua siswa-siswi bertaburan memasuki kelas masing-masing. Sesampainya di kelas 12 IPS 3 yang jaraknya berseberangan dengan ruang kantor dewan guru. Anita mengucapkan salam dan disambut oleh semua siswa di dalam kelas. Disusul masuknya Alzahra tersenyum manis ke semua siswa.
"Assalamualaikum,wr.wb, selamat pagi semua."
"Wa'alaikumussalam, wr.wb, selamat pagi juga Bu Anita." sahut serentak disertai Alzahra masuk kelas.
"Dikarenakan Bu Sarah telah lagi mengajar di sekolah ini maka kini sudah digantikan oleh seorang baru yaitu Bu Alzahra sekaligus akan menjadi wali kelas kalian."
"Baik untuk Ibu Alzahra silahkan memperkenalkan diri. Saya izin masuk kelas." ucap Anita di angguki Alzahra.
"Baiklah, mungkin itu saja yang dapat ibu sampaikan selebihnya diserahkan ke Bu Alzahra. Wassalamualaikum, wr.wb."
"Wa'alaikumussalam, wr.wb." sahut semua siswa lalu Anita pun meninggalkan kelas.
Anita memperkenalkan Alzahra ke semua siswa sebagai guru ganti Ibu Sarah.
"Assalamualaikum dan selamat pagi semua."
"Wa'alaikumussalam dan selamat pagi juga Bu Alzahra."
"Perkenalkan nama Alzahra Muqadimah. Panggil saja dengan Ibu Zahra. Saya berasal dari Desa BS dan akan mengajar menggantikan Bu Sarah mata pelajaran Sejarah sekaligus wali kelas kalian. Saya harap semua fokus dalam belajar dan jaga tata tertib sekolah."
"Faham semua!" timpal Alzahra lagi.
__ADS_1
"Faham Bu Zahra." jawab serentak.
"Oke, sebelum kita mulai belajar persilahkan untuk kalian semua memperkenalkan diri sekaligus mengabsen. Baik, Kita mulai dari sebelah kanan depan." menunjukkan siswa bagian tepi kanan depan.
Setelah semua siswa memperkenalkan diri. Mata netra Alzahra melihat bangku kosong bagian belakang tepi kiri. Alzahra pun bertanya ke siswa yang lain mengatakan bahwa ia tidak hadir karena sakit namanya Sean Hyun Lee dari bangsa Cina.
"Kursi di belakang sana apakah memang sengaja dikosongkan atau memang ada orangnya?" tanya Alzahra.
"Ada, Buk. Namanya Sean Hyun Lee. Kata adiknya ia tidak masuk hari ini karena sakit." ucap salah satu siswa.
"Begitu. Apa dia orang Cina? Dan adiknya sekolah disini juga?"
"Ya, Buk. Orang Cina dan adiknya di kelas 10."
Alzahra hanya mangut saja dan mulai membuka buku pelajaran Sejarah. Semua siswa memperhatikan Alzahra di depan yang sedang menjelaskan materi. Sampai penjelasan Alzahra sudah selesai kini mulai sesi tanya jawab. Semua siswa kelas 12 IPS 3 sangat aktif menjawab soal pertanyaan.
...🌹🌹🌹🌹...
Hingga tidak lama suara bel pun berbunyi. Semua siswa merapikan peralatan tulisnya. Alzahra sebelum keluar mengucapkan salam yang kemudian di jawab oleh semua siswa. Saat Alzahra keluar kelas ia berpapasan dengan Pak Aftar yang berjalan menuju ruang kantor dewan guru.
"Eh... Bu Alzahra sudah selesai buk."
"Sudah, Pak. Ehm...Panggil Bu Zahra saja pak." ucap Alzahra sopan berjalan menelusuri koridor.
"Baiklah. Apa Bu Zahra ingin ke kantin? Kalau mau ke kantin sekalian saja bareng saya."
"Maaf Pak Aftar. Saya ke kantinnya nanti saja bersama Bu Anita." tolak Alzahra sopan sesampainya di depan kantor.
"Baiklah, kalau begitu saya duluan saja."
"Silahkan pak."
Pak Aftar pun berlalu pergi menuju ke kantin. Alzahra masuk mendudukan diri di kursinya. Anita yang baru masuk langsung mendekati Alzahra mengambil kursi. Mendudukan diri berhadapan langsung dengan Alzahra. Anita menatap lekat Alzahra sedangkan yang ditatap merasa heran.
"Sepertinya kamu nanti akan jadi yang ketiga deh."
"Maksud kamu?" tidak faham.
Sedikit bicara pelan tanpa terdengar oleh guru yang lain "Begini loh, Zahra. Pak Aftar itu kalau ada guru baru pasti suka modus. Dulu aku juga seperti itu bahkan Bu Sarah juga pernah. Pak Aftar modus ujungnya nembak tapi bukan satu wanita banyak malahan. Bisa dibilang Playboy." jelas Anita panjang.
"Hush... Kamu ada-ada saja. Kalau kedengaran yang punya badan baru tahu."
"Betul, Zahra. Semua guru sini juga sudah tahu dan sangat hafal. Tapi semua guru menganggapnya sebagai bahan tontonan saja."
"Sampai sebegitunya dijadikan bahan tontonan." ucap Alzahra ketawa geli.
"Lah memang seperti itu kenyataannya. Bukan para guru saja semua siswa juga sudah sangat tahu."
Ismalia hanya mangut saja mendengar perkataan Alzahra.
"Oh ya kamu tidak lapar, Zahra?" tanya Anita sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Lapar sih." jawab Alzahra.
"Ke kantin ayo. Mumpung jam istirahat masih lama." ajak Anita.
"Oke deh."
Alzahra dan Anita pergi ke kantin bersama. Melewati koridor mereka disapa siswa-siswi yang sedang lewat ataupun nongkrong depan kelas. Sampai digombalin sama siswa yang cowok ketika lewat didepan kelas. Mereka hanya menanggapi dengan senyum ramah.
__ADS_1
Sesampainya dikantin Anita dan Alzahra mencari tempat yang kosong. Tempat yang kosong berada di dekat Pak Aftar. Jadi terpaksa harus disana karena yang lain sudah penuh. Anita menyapa Pak Aftar sekedar basa-basi dijawab Pak Aftar. Pak Aftar juga menyapa Alzahra tetapi hanya di balas senyuman.
Pak Aftar yang terlihat salah tingkah karena cuma disenyumin Alzahra saja diejek oleh siswa cowok yang duduk sebangku dengannya. Alzahra dan Anita hanya ketawa geli saja. Anita berdiri menuju ke meja pemesanan untuk memesan dua mangkuk bakso serta dua gelas teh es.
Anita kembali ke meja menunggu pesanannya datang sambil mengotak-atik ponsel. Tidak lama pesanan mereka sudah tiba dan segera memakannya. Pak Aftar tanpa sengaja terlihat oleh Anita sedang curi-curi melirik Alzahra. Anita yang melihatnya merasa bergidik geli. Sedangkan Alzahra tidak mengetahuinya tetap fokus ke makanannya.
Serasa sudah habis Anita menuju ke kasir membayar pesanan mereka lalu kembali lagi mendekati Alzahra kemudian berlalu pergi. Anita berpamitan ke Pak Aftar yang masih tetap mengobrol dengan siswa. Pak Aftar menarik senyum di bibirnya ketika Alzahra sudah menjauh.
Kring kring kring
Suara bel berbunyi menunjukkan masuk kelas. Kini Alzahra jadwal mengajar di kelas 11 IPS 2 yang jaraknya cuma beda 5 ruang dari kantor. Seperti biasa Alzahra masuk dimulai memperkenalkan diri dan kemudian giliran siswa-siswi.
...🌹🌹🌹🌹...
Setiba pulang sekolah Anita menunggu Alzahra di ruang kantor. Tidak lama Alzahra sudah datang menghampiri Anita. Lalu kemudian menuju ke parkiran motor. Saat diparkiran Anita dan Alzahra bertemu dengan Pak Aftar yang mengambil motornya. Pak Aftar menghampiri Alzahra menawarkan tumpangan. Dengan sopan dan lembut Alzahra menolak ajakan Pak Aftar.
"Bu Zahra... Mau pulang. Mari saya antar?" ajak Pak Aftar menawarkan tumpangan.
"Maaf Pak Aftar. Lain kali saja saya pulangnya bersama Anita karna kami satu kontrakan." tolak Alzahra.
"Oh... jadi satu kontrakan. Kapan-kapan apakah boleh nanti saya bertamu."
"Maaf Pak Aftar. Kontrakan saya untuk wanita saja tidak diperbolehkan pria untuk bertamu. Nanti takut jadi fitnah." timpal Anita.
"Begitu. Kalau mengajak jalan-jalan boleh tidak?" ajak Pak Aftar tidak menyerah.
"Maaf Pak Aftar. Lain kali saja Pak kalau saya tidak sibuk."
"Baiklah. Kalau begitu saya pulang dulu. Mari Bu Anita, Bu Zahra." ucap Pak Aftar tersenyum kemudian berlalu pergi.
Anita yang melihat tingkah Pak Aftar yang sedikit memaksa merasa bergidik ngeri dan geli. Alzahra melihat ekspresi Anita hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. Mereka pun menaiki motor pulang ke kontrakan.
"Anita. Pak Aftar memang seperti itu?" tanya Alzahra yang dibonceng Anita.
"Maksudnya?" jawab Anita tidak faham.
"Maksudnya suka memaksa seperti tadi."
"Ya. Pak Aftar memang seperti itu kalau melihat yang baru, mengajak tapi memaksa. Walaupun ditolak dia tidak akan menyerah."
"Nyeri juga kalau begitu."
"Ya... begitulah kalau sifat playboy."
Tidak ada lagi percakapan diantaranya mereka. Anita hanya fokus ke jalan raya yang sedikit macet kalau sudah memasuki jam siang hari.
...🌹🌹🌹🌹...
Sekitar 20 menit perjalanan, mereka telah tiba di kontrakan membuka kunci langsung masuk ke dalam kamar. Melakukan ritual mandi dan tidak lupa untuk shalat zuhur. Ketika sudah selesai Anita menuju ke dapur memasak untuk makan siang. Alzahra baru saja keluar dari kamar ikut menyusul membantu Anita.
Cukup lama berkutat di dapur akhirnya masakan mereka sudah siap disajikan di atas meja makan. Menu makan siang mereka hanya ayam goreng kecap, telur dadar, sayur oseng kangkung, dan sambal plus lalap.
"Zahra. Sepertinya Pak Aftar suka sama kamu? Tadi waktu dikantin curi-curi melirik kamu terus." ujar Anita sambil mengunyah.
"Benarkah. Mungkin perasaan kamu saja kali."
"Benar. Tapi hati-hati saja sama Pak Aftar. Wajah memang tampan tapi tingkah lakunya bukan main."
"Ya. Aku akan selalu hati-hati."
__ADS_1
Mereka secepatnya menyelesaikan makan siang. Kemudian beristirahat sejenak di kamar masing-masing.
...Bersambung.... ...