
Selamat Membaca🤗
...🌹🌹🌹🌹...
Kediaman orangtua Sean, Sean tinggal bersama kedua orangtuanya dan adik perempuan. Kedua orangtua Sean bernama Park Jong Lee dan Liana Mui Lang. Sedangkan adik Sean bernama Clara Hyun Lee.
Kedua orangtuanya bekerja di salah satu rumah sakit di Kota S sebagai dokter dan bidan. Adiknya masih duduk di bangku sekolah Sean di kelas 11 IPS 2. Jarak usia Sean dan Clara hanya beda 2 tahun. Clara sangat rajin dan pintar di sekolah mudah menerima pelajaran yang disampaikan.
Berbeda sekali sama Sean. Dikamar Sean banyak dipenuhi beberapa novel yang berbau Islam. Kedua orangtua tidak mengetahuinya kecuali sang adik Clara. Clara mengetahui Sean mengoleksi novel tersebut sejak duduk di bangku kelas 11 semester dua.
Ia menyukai novel berbau Islam berawal dari menonton drama TV dengan judul Ayat-Ayat Cinta. Ia sangat menyukai tokoh serta kepribadian yang dalam drama tersebut. Maka dari itu, ia mencari beberapa novel yang hampir mirip dengan novel Ayat-Ayat Cinta berbau Islam.
Pada suatu hari ayah Sean, Park Jong Lee membawa guru les ke rumahnya untuk mengajari Sean. Sean tetap mengikuti tetapi tidak satupun pelajaran yang masuk ke dalam otaknya. Entah guru les yang keberapa yang dicari oleh sang ayah.
Park Jong Lee masih mencari guru les sehingga membuat pengumuman di media sosial. Sampai saat ini belum ada yang menghubunginya. Sang ayah jadi bingung dengan sikap Sean yang sedih susah menerima pelajaran. Karena sang ayah berharap Sean dapat mengikuti jejaknya menjadi seorang dokter.
Clara juga pernah berbicara dengan Sean mengenai dirinya. Tetap saja Sean tidak memperdulikannya. Clara sedikit menyerah melihat sikap sang kakak Sean.
...🌹🌹🌹🌹...
Di sekolah Alzahra sedang duduk memeriksa tugas siswa dan memasukkan ke dalam absen nilai. Sekiranya sudah selesai, ia memainkan ponselnya membuka aplikasi media sosial. Alzahra hanya menscroll beranda saja tanpa ingin like ataupun komen. Scrollan Alzahra terhenti ketika melihat postingan tentang pencarian guru les privat.
Alzahra merasa tertarik mulai chat pribadi pemilik akun. Menyimpan nomor kontak sang pemilik. Cukup lama bertanya-tanya akhirnya Alzahra mau dan mulai datang ke rumah sang pemilik akun besok sore sepulang mengajar. Alzahra merasa bersyukur bisa menambah pendapatan bulanannya.
Anita yang baru masuk ke dalam ruang kantor menempati mejanya. Melihat Alzahra tampak senang. Anita mendekati Alzahra duduk dihadapan mulai bertanya karena rasa penasarannya.
"Zahra, kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Seperti menang undian saja." ujar Anita.
"Ya, aku lagi senang soalnya aku punya kerja sampingan pendapatan di kira-kira lumayan."
"Sampingan? kerja apa?" tanya Anita penasaran.
"Jadi guru les privat. Di komplek D besok sore sepulang mengajar. Katanya mengajari anak kelas 12."
"Alhamdulillah. Yang kamu ajar cowok atau cewek?"
"Katanya cowok." ucap Alzahra.
"Ya sudah. Tapi berangkatnya aku antar saja. Kalau pulangnya tinggal kamu hubungi aku."
"Ya, terima kasih. Kalau pulangnya agak sore aku pakai taksi online saja."
"Terserah kamu saja, Zahra."
"Zahra, sibuk tidak?" tanya Anita lagi.
"Tidak, kenapa?"
"Ke kantin ayo. Aku sudah lapar." ucap Anita sambil senyum menampilkan gigi putihnya.
Mereka berdua pun menuju ke kantin. Hari ini sedikit lega karena tidak ketemu Pak Aftar. Ia harus ke luar kota untuk mengikuti pelatihan yang telah diutus oleh Kepala Sekolah selama 3 hari. Selama itu pula Anita dan Alzahra merasa sedikit aman.
...🌹🌹🌹🌹...
Sepulang sekolah Anita mengantarkan Alzahra ke alamat yang dituju di Komplek D. Alzahra mencari alamat sesuai sang pemilik akun berikan. Beberapa saat, Alzahra menemukan alamat yang dituju. Alzahra mengajak Anita untuk masuk juga tetapi Anita menolak dan pulang.
Alzahra masuk menekan bel di pintu gerbang. Bel pertama tanpa ada sahutan dan bel kedua barulah ada sahutan. Seorang perempuan yang tidak lagi muda membuka pintu gerbang. Perempuan tersebut adalah pembantu pemilik akun bernama Bik Asih.
"Mau mencari siapa, nona?" tanya Bik Asih.
__ADS_1
"Apa betul ini dengan rumah Pak Park Jong Lee?" ucap Alzahra.
"Betul. Ada perlu apa ya? Tuan tidak ada di rumah mungkin sebentar lagi akan pulang."
"Saya Zahra. Saya guru les privat baru. Sebelumnya saya telah menghubungi Pak Park Jong kata beliau ia menyuruh saya untuk datang saja kediamannya."
"Ya. Tuan memang mencari guru les privat untuk anaknya. Silahkan masuk, nona." ucap Bik Asih mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
"Baik. Terima kasih, buk."
"Jangan panggil Ibu. Saya hanya pembantu di rumah ini, panggil saja Bik Asih." ujar Bik Asih tersenyum.
"Baik, Bik Asih." ucap Alzahra memasukkan rumah.
Alzahra memasuki rumah dengan raut wajah heran. Penampilan rumahnya sedikit berbeda seperti tampilan rumah orang Cina karena ada bunga sakura dan foto keluarga menggunakan baju kebesaran orang Cina warna serba merah.
Bik Asih melihat wajah Alzahra yang tampak heran sudah mengerti. Bik Asih mempersilahkan duduk sambil menunggu sang majikannya pulang dari rumah sakit.
"Silahkan duduk,nona." ucap Bik Asih mempersilahkan duduk.
"Ini bukan rumah orang Islam tapi orang Cina. Tenang saja orangnya baik hati. Baik ibu ataupun tuan bahkan anak-anaknya." timpalnya melihat Alzahra celingak-celinguk.
"Mereka mungkin sebentar lagi pulang dari rumah sakit."
"Apa Pak Park Jong sakit, Bik." tanya Alzahra.
"Tidak, nona. Beliau tidak sakit tapi mengobati orang sakit. Beliau seorang dokter dan istrinya seorang bidan. Mereka bekerja satu tempat rumah sakit." jelas Bik Inah.
"Begitu. Apa anaknya cuma berdua saja?"
"Ya, hanya berdua saja. Nona Clara Hyun Lee dan Se-."
Bik Asih mulai mengambil air botol yang masih bersegel dari kulkas untuk dihidangkan ke Alzahra. Karena ia tahu tidak semua tamu dalam rumah ini orang bangsa Cina. Jadi ia tetap menyediakan baik makanan atau minuman yang boleh di konsumsi orang Islam.
"Silahkan diminum. Mohon maaf hanya memberikan sebotol dan cemilan yang masih bersegel. Harap dipahami dan kami juga mengerti akan kebutuhan yang boleh dikonsumsi oleh orang Islam." ucap Liana Mui Lang.
"Tidak apa-apa, buk. Saya juga mengerti." jawab Alzahra dengan sopan.
"Nama kamu Alzahra Muqadimah status tenaga pengajar di Sekolah Menengah Atas S" ucap Park Jong Lee sambil melihat CV Alzahra.
"Ya betul. Saya baru mengajar di sana belum sampai sebulan."
"Benarkah. Kedua anak kami juga mengajar di sekolah itu." ujar istri Liana Mui Lang
"Kalau boleh tau namanya siapa dan kelas berapa, buk?" tanya Alzahra.
"Namanya Clara Hyun Lee dan Sean Hyun Lee."
Alzahra merasa tidak asing dengan salah satu nama anak mereka. Pernah mendengar nama itu tapi dimana monolog Alzahra dalam batinnya. Alzahra menghapus pemikiran seperti itu.
"Santai dulu saja mungkin mereka sebentar lagi pulang." ujar Liana Mui Lang.
Ya tidak lepas dari ucapan istri Park Jong Lee. Mereka pun telah pulang, Sean dan Clara terkejut dengan kedatangan Ibu Gurunya.
"Kami pulang." ucap Clara teriak sambil masuk ke dalam rumah dengan kagetnya.
Sean pun ikut terkejut, ia dan Clara langsung berpamitan ke atas menuju ke kamarnya. Alzahra mulai mengobrol dengan Liana Mui Lang dan Park Jong Lee. Clara turun duduk disamping Liana Mui Lang ikut mengobrol bersama.
"Ibu Zahra sudah lama datangnya?" tanya Clara.
__ADS_1
"Sekitar 20 menit yang lalu. Bagaimana sekolahnya?"
"Baik, Bu."
"Clara, Kakak kamu kemana kenapa tidak ikut turun?" tanya Liana Mui Lang sambil melirik ke atas.
"Mungkin masih ke kamar kali, Ma. Apa perlu Clara panggilkan?" ucap Clara hampir mau berdiri tapi Sean sudah turun.
"Ya, tolong panggilkan. Suruh dia ke sini." ujar Liana Mui Lang.
Langkah Clara terhenti melihat Sean sudah turun ikut bergabung bersama mereka. Duduk di samping sang ayah Park Jong Lee lalu menatap Alzahra sekilas. Alzahra yang ditatap hanya tersenyum manis.
"Begini Sean. Maksud kedatangan Bu Zahra ini menjadikan dia sebagai guru les privat kamu selama di rumah." ucap Park Jong Lee kepada Sean.
"Tapi kenapa harus ada guru les privat lagi. Apa Sean belajar di sekolah kurang cukup?" tanya Sean menatap sang ayah.
"Bukan begitu, Sean. Ini penting buat masa depan kamu. Kami ingin yang terbaik dan sukses." jelas Liana Mui Lang.
Clara hanya terdiam menyimak pembicaraan mereka.
"Baiklah. Sean akan ikuti keinginan kalian." ucap pasrah Sean kalau membantah juga percuma mikirnya.
"Syukur lah." ucap Liana Mui Lang lalu beralih ke Alzahra.
"Bu Zahra apakah bisa belajarnya sekarang?" tanya Liana Mui Lang.
"Bisa, Bu. Tergantung dari Sean lagi." ujar Alzahra pandangnya beralih ke Sean.
Liana pun beralih menoleh ke Sean dan menyetujuinya.
"Bagaimana Sean apa kamu siap?"
"Ya, Ma. Sean siap." ucap Sean menoleh ke Alzahra yang tersenyum ke orangtuanya.
...🌹🌹🌹🌹...
Kedua orangtua dan Clara meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Sebelum itu Sean berpamitan sebentar mengambil buku pelajaran. Beberapa saat, Sean sudah duduk di hadapan Alzahra tidak lupa juga membawa buku novel. Alzahra yang melihat Sean membawa buku tersebut hanya menatap Sean.
Sean yang tidak menyadari kalau ia sedang di tatap oleh Alzahra. Alzahra pun mulai mengajari Sean dari menjelaskan materi terkait. Sean hanya menyimak dengan kepala melihat ke buku tulisnya saja sambil memegang pulpen.
Alzahra yang menyadari Sean hanya melamun melihat ke buku tulis menegur Sean hingga bergeming.
"Sean." panggil Alzahra hingga Sean bergeming.
"Iy...Iya Bu Zahra." ucap gagap Sean melihat Alzahra.
"Kamu kenapa melamun. Apa ada masalah?" tanya Alzahra yang mulai duduk dihadapan Sean.
"Ti.. tidak Bu Zahra. Saya tidak ada masalah. Bisa kita lanjutkan kembali belajarnya." ucap Sean.
Alzahra yang tidak bisa bertanya kembali dengan sedikit heran melanjutkan pembelajaran. Sampai pada pengerjaan latihan soal yang diberikan oleh Alzahra. Alzahra ingin bertanya kembali sedikit ragu-ragu takut Sean akan marah dengannya. Jadi lebih baik ia urungkan dan akan bertanya pada waktu yang tepat saja.
Satu jam kemudian latihan soal yang dikerjakan oleh Sean sudah selesai hingga pemberian penilaian. Alzahra yang sudah habis waktunya berpamitan pulang ke orangtua Sean yang sekarang berada di halaman belakang. Clara mengantar Alzahra sampai ke pintu gerbang.
Alzahra sebelum pulang ia sempat memesan taksi online. Ketika Alzahra hendak keluar pintu gerbang. Sean keluar dengan sepeda motornya berniat mengantar Alzahra. Alzahra ingin menolak namun Sean memaksa. Akhirnya ia menerima tawaran Sean mengantarkannya sampai ke rumah kontrakan.
Sesampainya di depan rumah kontrakan Alzahra mengucap terima kasih dan Sean langsung pamit pulang.
...Bersambung .......
__ADS_1
Jangan lupa Like, vote, komen, follow, dan subscribe ya readers 🤗