
PROLOG
Azizah adalah gadis yang baik dan pintar di sekolah, segudang prestasi diraihnya dia selalu patuh kepada kedua orang tuanya hingga pada suatu kejadian Azizah di tuduh sedang hamil karena kesalahpahaman di temukan nya testpack di dalam tas sekolahnya, kehidupan Azizah menjadi berantakan dan Azizah terpaksa menikahi laki-laki yang sangat dia benci di awal pertemuannya
Perkenalan karakter
Azizah Humairah lahir di Papua dan kini berumur 17tahun
anak dari Bapak Jendral timur Pradopo( makasar) anggota kapolri Indonesia(fiksi) dengan ibu Halimatus Saudah( Semarang) seorang guru SMP swasta di Jakarta punya kakak bernama Azzam Amirullah kakak pertama dan Aisyah azarah kakak kedua sedangkan Azizah anak bungsu.
AZIZAH HUMAIRAH 17TAHUN
AISYAH AZARAH 25TAHUN
AZZAM AMIRULLAH
STORYLINE
"Za ayo kita besok lari pagi di taman" Rani mengajak Azizah.
"Um.. nanti aku kabari ya, soalnya ayah aku itu gak suka kalau aku keluyuran"
"Kan kita gak keluyuran cuma olahraga doang emangnya gak boleh" cemberut.
"Kamu kan tau ayah aku itu polisi yang ditaktor banget, kamu pasti tau kalau aku buat kesalahan harus menanggung konsekuensi sendiri" menghela nafas panjang.
Mereka berjalan penuh lesu, sesampainya di pintu gerbang sekolah terlihat ayah Azizah sudah setia menunggu di depan mobil patwal.
Azizah terbengong melihat ayahnya dengan kacamata hitam dan pistol di pinggang.
"Bapak singa sudah datang, kamu mau bareng aku dan naik mobil patwal?" Azizah bergeming.
"Hem.. kamu naik saja sendiri, mana mungkin aku menumpang mobil polisi, nanti di pikir teman-teman aku adalah tahanan" menelan ludah.
"Baik, sampai jumpa hari Senin dan see u" Azizah lantas menyebrang jalan dan menghampiri ayahnya.
"Asalamualaikum pak pol, Azizah telah siap untuk pulang" memberikan salam hormat.
"Waalaikum salam! Siap tuan putri Azizah Humairah binti timur Pradopo (fiksi)" senyum mengembang di wajah ayah Azizah yang sangar.
"Ayah tau, Rani sampai takut melihat ayah berpakaian lengkap seperti ini" tersenyum lucu.
"Hei berani sekali kamu mengejek ayah kamu nak, memang muka ayah galak ya?" Tegas.
"Suaranya saja bikin orang takut apa lagi yang setiap hari ketemu ayah di rumah" senyum sengit.
"Kamu saja yang gak takut sama ayah, kamu suka melanggar aturan dan kemauan ayah" mengelus kepala Azizah dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
sepanjang perjalanan ayah Azizah selalu diam dan konsentrasi, Azizah yang memang cerewet dan banyak tanya sesekali di jawab ayahnya nanti di rumah juga berisik dan selalu menjawab semuanya dengan undang-undang.
Sesampainya di rumah Azizah bersama ayahnya masuk ke dalam rumah.
Asalamualaikum ibu!
Mereka kompak mengucapkan salam.
"Waalaikum salam, Hem sayangnya ibu sudah pulang" memeluk Azizah.
"Ayah di cuekin gak di peluk juga?" Menggoda.
"Apa sih ayah kan setiap hari ketemu sama ibu, kalau Azizah kan baru hari ini yah"
"Hem.. iya Bu, Azizah kangen banget sama ibu, apa lagi Azizah sebentar lagi lulus, pasti sibuk buat mengurus kepindahan ke Australia" mencium pipi ibunya.
"Sayang, apa tidak bisa kamu kuliah di Jakarta saja, kamu 3tahun terakhir tinggal di asrama terus ada waktu pulang cuma hari Sabtu sama Minggu besok saja" sedih.
"Ah kalian selalu buat drama tangis, ayo Azizah mandi dulu ganti baju solat!" Tegas ayah Azizah.
Ayah Azizah memang seorang ayah yang diktaktor tapi karena sikapnya ini anak-anak semua pandai, santun dan selalu membanggakan kedua orang tuanya, terkecuali Aisyah azarah yang memang tinggal bersama kakek neneknya di Semarang yang sekarang menjadi model di Jakarta.
Azizah lantas ke kamarnya yang memang 3tahun terakhir tak ditempati.
"Alhamdulillah, kamar aku rapi sekali apa kak Ais gak tidur di sini ya" berfikir.
Azizah lantas menelpon kakaknya yang memang tak pernah bisa pulang karena memilih menjadi dirinya sendiri di bandingkan mengikuti aturan ayahnya yang diktator.
TUT TUT
Halo ada apa!Kakak Azizah menjawab judes
Asalamualaikum kak, bagaimana kabarnya.. Azizah kangen sama kakak. Tersenyum ramah
Kangen! Buat apa kamu kangen sama aku, udah deh gak usah sok akrab sama aku. sewot
Hem, kalau Azizah pergi dari rumah kakak kan pasti mau pulang. lirih
Ya, karena kamu aku males pulang kerumah dan karena kamu ibu dan ayah mengirimkan aku ke Semarang. lantas Aisyah menutup telpon Azizah tanpa pamit
Azizah mulai berkaca-kaca dan menahan Isak tangisnya lantas menuju kamar mandi untuk mandi lantas solat.
Selesai solat Azizah menerima telpon dari Rani.
Asalamualaikum Za
Waalaikum salam Rani, kamu sudah sampai rumah?
Sudah dari tadi, oh ya Abang aku yang dari asrama sudah pulang tugas Lo sekarang sedang liburan nih
Terus?
Ya makanya besok kita olahraga di taman biar kamu ketemu sama Abang aku
__ADS_1
Buat apa?
Aku kenalin, katanya mau kenalan sama cowok-cowok prajurit TNI
Apaan, yang antusias pengen kenal teman-teman Abang kamu kan kamu sendiri. memutar kata
Ah kamu gak asik, kan kalau kamu ikut aku setidaknya aku ada temennya. malu
Ya sudah aku gak janji ya, besok aku kabarin kalau aku jadi ke taman
Oke Za see u. bahagia
TOK TOK
"Nak ayo makan dulu, sudah selesai solatnya?" Ibu mengintip dari luar di balik pintu.
"Sudah Bu, habis ini Azizah keluar"
Beberapa saat kemudian Azizah keluar untuk makan bersama ayah ibu dan juga Randy sepupu Azizah.
"Hai kak Azizah, sudah lama gak ketemu kakak tambah cantik" senyum tersipu.
"Kamu genit, baru juga SMP kelas 3 sudah bisa bicara seperti itu ren!" Pak timur tegas.
"Apa sih yah, orang Rendy cuma nanyain kabar lagi pula Azizah kan memang cantik masak ganteng kayak ayah"mencela pembicaraan sembari tertawa.
"Ayah ini jangan terlalu garang, Rendy nanti gak betah tinggal di sini kalau ayah seperti itu sikapnya, sedikit santai yah.. santai" ibu tersenyum lucu.
"Paman.. Rendy kalau tinggal disini jangan di marahin terus ya" memohon.
"Hem, tapi harus ikuti semua aturan di rumah ini, paman gak mau kamu jadi nakal seperti Aisyah"
Semua orang lantas terdiam dan tak berani bicara lagi, karena mereka tau kalau pak timur baru sembuh dari sakit jantungnya karena Aisyah membuatnya hampir malu karena sekandal video dewasa yang pelakunya mirip putrinya itu.
Selesai makan siang semua orang beristirahat, sedangkan Azizah sibuk berlatih tarian yang akan di tampilkan di acara perpisahannya.
Pukul 15,30 semua orang bersiap untuk pergi ke pesta acara pernikahan rekan seprofesi dengan pak timur ayah Azizah.
KLEK
"Sudah selesai solat nak?" Tanya ayah azizah.
"Alhamdulillah, sudah yah ini mau azizah rapikan mukenanya"
Azizah melipat mukenah dan di letakan di atas meja belajar, ayah Azizah duduk di tepi ranjang bersama Azizah.
"Nak nanti ada seseorang yang ingin ayah kenalkan kepada kamu, ayah bukan berniat menjodohkan kamu hanya saja teman ayah itu terus menganggu ayah dengan keinginannya mau mengenalkan kamu ke anaknya" tertawa.
"He..He gitu ya ayah, gak apa-apa cuma kenalan saja kan gak niat jodoh menjodohkan?" Seru Azizah.
"Iya mungkin sayang, tapi seandainya mereka mengatakan apapun jangan berlebihan ya menanggapinya" binggung.
"Ah ayah.. pasti ayah bilang mau menjodohkan ya?" Mengeluh.
__ADS_1
"Hem.. ayah harus bilang apa lagi, menurut saja ya nak" ayah Azizah lantas memberikan pelukan dan meninggalkan anaknya untuk bersiap.