
Azizah pamit ke Rani dan kamal
"Maaf ya kak saya gak bisa lama-lama karena di tunggu ayah"
"Lo kamu di jemput ayah kamu?" Rani terkejut
Azizah menyeret Rani agak menjauh dari kamal dan menjelaskan.
"Ya udah kamu hati-hati ya" kata kamal
Azizah sengaja membiarkan Rani bisa leluasa mengobral dengan kamal, dan azizah memilih pergi dari rumah sakit
Di pintu lift azizah bertemu Kakak Rani Abimanyu, tanpa ekspresi marah Azizah pura-pura tidak mengenalinya
"Kamu! sini aku mau bicara sama kamu" menarik lengan azizah untuk kembali masuk ke lift.
"Maaf atas kejadian kemarin"
"Iya, gak perlu di ulang kak azizah tidak mau terlalu memikirkannya" datar
"Sebagai permintaan maaf aku antar kamu pulang"
"Gak perlu kak, ayah akan marah jika aku pulang dengan Kakak bukan Rani"
"Kenapa takut, ayah kamu kenal aku.. apa kamu takut karena tidak percaya sama aku?" serius
"Kak.. please aku pulang sendiri saja ayah aku itu ditaktor" menegaskan.
"Mana nomer telpon kamu biar ayah aku percaya kalau aku sudah ngobrol sama kamu" mengulurkan tangan
"Rani punya nomernya Azizah permisi" azizah kabur saat pintu lift terbuka
Abimanyu hanya melihatnya dari lift yang mulai tertutup lagi.
"Hah.. wanita itu benar-benar sulit di tebak sudah baik-baik minta maaf dengan niat baik, dianya acuh tak acuh begitu" Abimanyu kesal sendiri
Masih pukul 10.15 azizah memilih pergi ke perpustakaan dan menunggu ayahnya datang kesana
"Asalamualaikum nak, sudah lama nunggu ayah"
"Waalaikumusalam yah, gak juga baru selesai solat kok azizah tadi" mencium punggung tangan ayahnya.
Mereka kemudian pergi ke parkiran menuju mall terdekat untuk belanja perlengkapan
Ayah azizah sengaja mempertemukan Abimanyu dengan azizah di mall
"Hallo pak timur!" pak teguh ramah.
"Hallo kawan, wah kebetulan sekali ya bertemu disini sedang belanja?" tawa akrab.
"Iya ini mau cari koper tambahan kita mau liburan setelah anak-anak ujian"
"Oh ya wah bagus sekali, sayang Jagan diam saja ayo ngobrol sama Abimanyu " suruh ayah azizah ke pada azizah.
"Ayah memperbolehkan azizah ngobrol sama laki-laki?" serius
__ADS_1
"Ya gak apa-apa kalian makan bareng juga boleh, ayah sudah sangat mengenal Abimanyu " kata ayah azizah
Abimanyu merasa bangga dan tertawa kecil, azizah yang melihatnya senyum sinis dan berlalu pergi ke food court terdekat untuk memesan makanan dan Abimanyu mengikutinya
"Bukankah orang tua kamu tidak seperti yang kamu ceritakan " Abimanyu santai dan duduk
"Anda belum terlalu mengenal ayah saya" sewot.
"Aku kenal om timur sejak SD, aku seangkatan dengan kakak kamu azzam dan kita satu kesatuan"
"Benarkah.. lalu kenapa kakak bisa pulang sedangkan kakak aku gak pulang?" antusias bertanya
"Ya beda tugas" jawab singkat
Azizah kecewa dengan jawaban seadanya dia juga mulai bosan dengan situasi di mall dan ingin segera pulang.
Sebelum itu ada Telpon dari Aisyah kakak azizah.
Za loe bisa temuin gue di hotel( kata Aisyah )
Azizah lagi sama ayah, apa boleh kesana sama ayah kak
Jangan lah gila kamu
Terus gimana kak
Kamu cari alasan lah
Sebelum azizah membalas jawaban sudah di matikan oleh Aisyah
"Iya, kak bisa minta tolong untuk bilang ayah anterin aku pulang gitu.. bukankah kak Abimanyu akan di percaya sama ayah aku" memohon dan melupakan harga dirinya demi Aisyah
"Bisa sih tapi beneran pulang!" tegas
Azizah berbisik dan menceritakan tujuannya.
"Sorry aku gak mau" menolak
"Kak, kakak tau cerita kakak aku kan sedikitnya pasti ayah sering curhat ke om teguh" memelas
"Za kamu tau kakak kamu sudah kelewatan dan kamu gak takut dia menjebak kamu di hotel nanti?" berseru
"Azizah percaya sama kakak azizah kak, kalau gak mau ya udah gak apa-apa azizah bohong sendiri" azizah lantas memilih pergi dan menghampiri ayahnya.
Tapi Abimanyu tak sejahat itu dia tetap membantu azizah walaupun dia sebenarnya tidak suka berbohong.
"Kalau kamu pulang sama Abimanyu ayah percaya kalian mau jalan-jalan juga gak apa-apa tapi jangan pulang setelah magrib ya" sepercaya itu pak timur
Azizah penuh gelisah dengan membohongi ayahnya di perjalanan menuju hotel azizah benar-benar tegang
Sesampainya hotel azizah turun dan menyuruh Abimanyu untuk menunggunya saja sebentar
"Kak tunggu sebentar ya azizah gak lama kok"
"Gak, aku ikut sama kamu aku gak percaya sama kakak perempuan kamu itu" mengikuti azizah.
__ADS_1
"Kak Abi.. jangan seperti itu mana mungkin aku ngajakin kak Abi masuk hotel?" menarik menepi
Abimanyu terdiam dia sangat kesal dan dia juga khuwatir sama azizah yang memang lugu untuk usianya, dia meminta nomer telpon azizah dan menyuruh azizah tetap mengangkat telpon untuk tidak mematikannya.
"Tetap low speaker teleponnya kalau gitu jangan dimatikan baru aku akan tenang"
"Ya nanti pulsa kakak habis Lo"
"Tidak, aku akan diam dan berjaga di sini masuk sana"
Abimanyu melihat azizah pergi dan masuk lift ke lantai 3 dia juga tau kamar berapa yang dia tuju.
Sesampai di kamar kakaknya azizah masuk dan melihat kanan kiri memastikan tidak ada orang yang membuntutinya
"Za.." Sambaran pelukan Aisyah menggoyahkan azizah
"Ada apa kak" azizah terduduk di tempat tidur.
"Tolongin gue, nih" azizah terkejut melihat tespeck di tangan Aisyah.
"Maksud kakak apa" Binggung.
"Elo sayang banget kan sama gue, elo mau gue pulang ke rumah kan elo mau gue jadi anak baik.. akuin tespeck ini kalau ini kamu yang hamil"
"Apa! kak azizah gak bisa melakukan ini buat Kakak sekalipun azizah sayang sama kakak, ini dosa kak"
Tamparan itu lantas mendarat di pipi azizah lantas azizah tersungkur dari tepian Tempat tidur.
"Gak usah sok suci Kamu, ayah jodoh in kamu sama seorang perwira enak banget ya kamu sekolah,kuliah habisin uang ayah n ibu cuma buat kamu seneng"
Azizah menatap kakaknya yang sedang meluapkan emosinya sementara Abimanyu mendengar itu semua lantas membuka pintu kamar hotel lewat penjaga hotel
"Azizah" abimnayu mendapati azizah terduduk di lantai yang sedang memegang pipinya yang merah
Menghardik Aisyah dan memintanya meminta maaf dan menyuruhnya segera bertaubat.
"Heh Aisyah kamu licik sekali adikmu kamu peras untuk mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan, aku i perbuatan kamu sana" Abimanyu menolong azizah untuk berdiri.
Aisyah adalah seorang yang tidak mudah menyerah dia lantas membuat drama memutar balikan fakta dengan menelpon ayahnya
Abimanyu dan azizah berfikir Aisyah menelpon ayahnya ingin berkata jujur.
Waktu berlalu setengah jam dan ayah azizah datang bersama pak teguh dan masuk melihat abimnayu dan azizah duduk di tepian tempat tidur lalu ayah Abimanyu memukul anaknya tidak ada ampun, sedangkan azizah di tampar ayahnya.
Situasi sangat Keos dan Aisyah yang melihat itu membuat drama memeluk ayahnya agar tidak memukul azizah
Azizah memeluk ringkuh abimayu yang diam tak bisa membalas perlakuan pak teguh mereka berdua penuh luka.
"Ayah sudah, lihatlah mereka saling menutupi kesalahan satu sama lain mereka tidak akan mengakui perbuatan mereka" menangis pura-pura
"Diam! azizah tidak melakukan tindakan apapun bersama kak Abi yah, om azizah bersumpah kami tidak melakukan apapun" Amarah azizah berderai air mata
"Ayah cek di tas azizah tadi Aisyah menemukan tespeck dan Aisyah mendapati mereka di sini telah melakukan aborsi bersama seorang bidan" mata tajam
Kali ini Aisyah menang dan di percaya oleh kedua orang tuanya karena penjaga hotel pun mengiyakan karena semua ini sudah di rencanakan oleh Aisyah dengan baik.
__ADS_1