AZIZAH ANAK POLISI DITAKTOR

AZIZAH ANAK POLISI DITAKTOR
Pertama Bertemu


__ADS_3

BUK BUK


Saat Azizah baru saja tiba di pesta dia melihat ada seseorang sedang di pukuli di dekat jalan arah ke samping rumah pemilik pesta.


Azizah adalah remaja yang memiliki segudang prestasi di antaranya takewondo.


Azizah sengaja tidak mengikuti ayah dan ibunya tapi menuju di mana ada seseorang sedang di keroyok.


"Dengar baik-baik ya, jangan pernah mengganggu pacarku apa lagi berani mengatarnya pulang hah!" Memukul dengan sadis.


"HAI BERHENTI!" Seru Azizah yang menyaksikan seorang laki-laki terpuruk berlumur darah.


"Siapa kamu! Pergi sana kami tidak mau berurusan dengan perempuan!"


"Saya pacar kakak yang kalian pukuli, kenapa kalian memukulinya" Azizah ragu.


"Oh jadi dia pacar kamu! Bilang untuk tidak menganggu pacar orang" gertak.


Azizah setengah takut tapi dia akan mengambil tindakan seandainya mereka menyerang.


Tiba-tiba terdengar suara alarm mobil polisi, para pengeroyok kabur berhamburan hingga Azizah bisa menolong laki-laki itu.


"Kakak tidak apa-apa kan" menolong.


Tiba-tiba Azizah di dorong


Azizah tiba-tiba terhempas dari pegangan tangannya kepada laki-laki yang dia tolong.


"Jangan sentuh temanku, kamu sama saja dengan wanita yang membuatnya di pukuli hari ini" kasar.


Azizah memandang sinis dan mengibaskan pakaiannya yang kotor karena dirinya terhempas ke tanah, hingga tangannya terluka.


"HEI!anda tidak punya sopan santun ya, Saya mau menolong teman anda kok anda yang sewot" berteriak.


Teman laki-laki itu tak perduli dengan kata-kata Azizah, lantas Azizah membalas dia dengan mendorong teman laki-laki yang Azizah tolong.


BUK


"Kak ini tutup lukanya dengan perban, jangan banyak bergerak dulu atur nafas dan jangan lupa habis ini langsung ke rumah sakit, ini lukanya sangat dalam" azizah membalut tangan laki-laki yang tadi di pukuli.


"Terimakasih ya kamu baik sekali"


Teman laki-laki yang dipukuli tersenyum sengit dan bertepuk tangan.


"Bagus-bagus, kamu bisa mendorongku begitu keras tapi kamu juga punya empati dengan orang lain, belajar dari mana merubah karakter penjahat menjadi malaikat!"


Azizah memandang sinis dan meninggalkan mereka dengan perasaan yang sangat terhina.


"Huft bisa-bisanya ada manusia bermulut kasar seperti itu"


Azizah lantas masuk ke pesta acara pernikahan teman ayahnya dan mencari keberadaan ayah dan ibunya.


"Azizah! Kamu dari mana?" Ibu risau.


"Azizah tadi" belum selesai bicara ayahnya menghardik.


"Kamu sudah selesai berkelahi dengan anak-anak berandal tadi?"


"A ayah tau tadi ada itu apa" Azizah menundukkan wajah.


"Bukankah ayah sudah bilang, jika kamu menemui masalah kekerasan segera melapor polisi atau orang yang bisa membantumu nak buka dengan cara menjadi pahlawan tanpa senjata! Faham" emosiaonal.


"Faham" sedih.


"Ya Alloh nak, kamu kenapa gak bilang atau minta bantuan"ibu cemas

__ADS_1


"Mereka sudah di tangkap dan di bawa polisi semua"kata ayah.


Saat acara tengah berlangsung datang teman ayah Azizah.


"Selamat malam saudara timur, senang bisa bertemu dengan bapak kapolri beserta keluarga" senyum ramah.


"Malam juga saudara sejawat, hahaha silahkan duduk. Dimana putramu?"


"Dia tadi pulang dulu katanya temannya di pukuli para anak-anak nakal"


"Oh kejadian barusan ya, aku tadi menelpon para prajurit untuk datang menangkap anak-anak berandal yang sudah menghajar habis-habisan pemuda itu, lihat putriku juga ikut terluka"


"Kamu pemberani nak, om salut sama kamu perempuan yang tangguh"tertawa.


Semua orang membicarakan tentang anak pak Teguh utama yang memilih menjadi perwira TNI yang beda profesi dengan ayahnya tapi sama-sama mengabdi pada negara.


Azizah bosan dengan pembicaraan lantas memilih untuk keluar mencari udara segar.


"Ayah, Azizah keluar lihat udara di luar saja ya bosan disini gak ada anak mudanya" berbisik.


"Jangan jauh-jauh, telpon ayah segera saat kamu menemui bahaya faham"


"Iya"


Saat Azizah sedang duduk di di dekat taman dia melihat laki-laki yang menghardiknya secara kasar masuk ke acara pesta.


"Hu orang itu seperti hantu ada di mana-mana, semoga saja aku tidak bertemu dengan dia lagi tuhan" bergeming.


Kring Kring


Telpon Azizah berbunyi.


Waalaikum salam yah baru juga keluar 2 menit


Sayang ini ada anak om teguh kamu kembali kesini ya


Iya yah. lantas Azizah menutup teleponnya


Saat langkah hampir sampai tempat ayahnya dia terkejut dengan keberadaan laki-laki yang tadi mendorongnya sedang tersenyum mengobrol dengan ayahnya.


Ya tuhan apa dia yang mau di kenalkan kepadaku, oh benar-benar hari yang buruk


Azizah bergeming dalam hati lantas berjalan pelan datang ke arah mereka.


"Nah nak Abi ini Azizah putri om paling bungsu" mengumbar senyum mengenalkan Azizah.


Mata Azizah melengos dan menyodorkan tangan secara terpaksa.


"Abimanyu" sapa Abi yang terkejut.


Perkenalkan karakter ABIMANYU PUTRA UTAMA


Pria yang di benci Azizah dan ternyata Abang Rani sahabat Azizah.



RANIA PUTRI UTAMA


Adik Abimanyu dan sahabat Azizah



KAMAL DELANO


Teman seangkatan Abimanyu yang di tolong Azizah di pesta

__ADS_1



story continues


"Yah Azizah rasanya gak enak badan, Azizah pusing mau pulang duluan boleh?" Bisik.


"Baiklah, kamu naik taxi jangan mampir kemana-mana ya"


"Ada apa nak Azizah?" tanya pak teguh Binggung.


"Azizah sedang pusing, dia aku suruh pulang dulu" kata ayah azizah


"Biarkan di antar sama Abi ya, sekalian mereka biar bisa berkenalan" kata pak teguh.


Uhuk Uhuk


Abimanyu tersedak dan terbatuk mendengar ayahnya menyuruhnya mengantar Azizah.


"Maaf om bukankah mas abinya baru saja datang, biarkan lebih lama disini Azizah bisa pulang sendiri kok, permisi asalamualaikum"


Azizah lantas berjalan terburu-buru berharap tidak di antar sama Abimanyu.


Terdengar suara sepatu yang mengejar Azizah.


"Tunggu!" Seru Abi


Hem kenapa dia harus menyusulku sih aku sudah sangat malas untuk ngobrol sama orang kasar seperti dia


Azizah bergeming dalam hati dan meremas tas yang dia bawa.


Menoleh dan bersikap tenang


"Ada apa?" Sinis.


"Aku mau minta maaf atas kejadian tadi, aku salah faham sudah suuzon dengan penilaian ku kepadamu" grogi.


"Belajarlah menilai sesuatu dengan akal dan rasa empati, kalau anda bersikap kasar dengan perempuan yang belum pernah anda kenal seumur hidup anda tidak akan pernah di hargai oleh wanita" menghardik.


"Ya aku salah" tenang.


Azizah mengerutkan keningnya dan bergeming.


Dasar laki-laki plin plan tadi minta maaf sekarang mulai angkuh lagi.


"Permisi!" Azizah meninggalkannya tapi Abi tetap membuntutinya.


"Ash.. anda ini kenapa bukankah saya sudah menyelesaikan perkataan saya, lantas kenapa masih mengikuti saya!" Marah.


"Siapa yang mengikutimu aku mau ke mobil" berlalu mendahului Azizah.


"Hu dasar boneka manekin!" Bergeming kecil.


Lantas Abimanyu melihat Azizah menarik tangan Azizah yang memang melewati mobil Abimanyu memaksanya masuk mobil


"Ah"


Azizah di tarik dan di dudukan di sebelah kemudi.


"Anda an" belum selesai bicara Abimanyu menutup mulut azizah.


Lantas Azizah memukul kecil tangan Abimanyu agar lepas dari mulutnya.


"Jangan berisik, aku terpaksa mengantar mu karena janji sama ayahmu, jangan gampang perasaan!" Dingin.


Azizah hanya terdiam dan memandang ke arah jendela mobil tanpa melihat Abi sama sekali hingga sampai rumah.

__ADS_1


__ADS_2