AZIZAH ANAK POLISI DITAKTOR

AZIZAH ANAK POLISI DITAKTOR
Overprotektif


__ADS_3

GREK


Azizah membuka pintu garasi dan menemui Rani.


"Astaga kamu kok lama banget si Za?" Terduduk lesu di pinggir pintu gerbang.


"Maaf ya, kan solat dulu kamu sendirian?"


"Heem, Abang aku dari kemarin gak pulang soalnya nemenin temannya yang sedang di rawat karena di gebukin preman"


"Terus?" Mendengarkan.


"Ya hari ini niat aku habis olahraga kita ke rumah sakit jenguk kak kamal hehe" tersipu.


"Ayo masuk, kalau kamu mau ajak aku harusnya kamu berani pamit sama ayah aku" menarik ke dalam garasi.


Azizah masuk dan membuka pintu ruang tamu dan menyuruh Rani duduk sembari menunggunya selesai makan.


"Asalamualaikum om timur" menghampiri.


"Waalaikum salam, kamu sudah dari tadi di depan rumah pagi sekali sayang"


"He iya om, em Tante mana om"


"Sedang menyiapkan makan, ayo Rani ikut sarapan bersama lantas kita olahraga hari ini di taman, om sudah lama tidak olahraga"


Rani meremas tangan dan bergeming


Waduh kalau om timur ikutan, bagaimana bisa ngajak Azizah ke rumah sakit, harus alasan apa aku


"Om hari ini kalau Azizah saya ajak berdua saja untuk mengantar saya ke perpustakaan apa boleh om?" Gemetar.


"Kamu mau keperpustakaan? Wah ide cemerlang tentu saja boleh, nanti kita bawa mobil saja ke tamannya ya"


Semakin terhimpit, aku kehabisan ide.


"Ayah.. biarkan anak-anak bermain berdua hari ini, bukankah besok mereka kembali ke asrama dan Minggu depan sudah ujian, mereka kan juga butuh bermain bersama berdua kalau ayah ikut dan kawal mereka terus bagaimana bisa nyaman" kata ibu.


"Oh begitu ya, kamu gak nyaman kalau om ikutan kalian bermain?"


"Ayah" ibu memukul kecil pak timur dan mereka tertawa.


"Maafin om timur ya sayang, dia suka ikut anaknya kemana aja padahal sudah waktunya anak muda berkembang" senyum ramah.


Azizah telah siap dengan kostumnya dan siap untuk olahraga memakai kaos dan leging lengkap dengan sepatu dan topi.


"Wah anak ibu cantik sekali, habis sarapan kalian jalan"


"OH ya jangan sebelum duhur kamu pulang ya Za, ayah mau ajak kamu beli perlengkapan untuk nanti saat di Australia"


"Iya yah"


"Pest.. kamu mau ke Australia!" Menginjak kaki.


"Nanti saja di jalan, kita selesaikan makan dan berangkat" bergeming.


Selesai sarapan pukul 06,00 Azizah dan Rani berangkat menaiki taxi menuju tempat gym.


"Dan bukankah kita mau ke taman untuk olahraga?" Binggung melihat jalan menuju taman salah arah.

__ADS_1


"Ya gak lah, kita mau ke tempat gym karena hari ini Abang dan 3 teman perwiranya sedang gym" senyum-senyum.


"Kamu ini masih SMA sudah centil gitu, fokus buat ujian akhir ran"


"Ah gampang, yang penting kesempatan kita gak datang 2kali buat kenalan sama para TNI hihi"


"Ah Taulah kamu itu sudah bohongin aku, ngapain juga ke gym" bete.


"Azizah jangan bete gitu dong, smile" menggoda dengan memasang mata juling.


Azizah tertawa dan memukul kecil Rani Sepajang perjalanan mereka tertawa bersama.


Sesampainya di tempat gym Azizah dan Rani masuk dan mencoba beberapa alat yang ada di sana.


"Za Za itu Abang aku!" Melambaikan tangan.


Ya tuhan dia abangnya Rani, dunia begitu sempit sekali kenapa aku harus bertemu dengannya lagi(bergeming bete)


"Aku ke toilet bentar ya ran" berlari kecil mengindari.


"Za Azizah!" Binggung.


"Itu teman kamu?"


"Iya bang, kenapa Abang memandangnya terkejut seperti itu? Dia cantik ya" menggoda.


"Kamu pagi sekali kesini?" Curiga.


"Aku mau jenguk kak Kamal di rumah sakit bareng Abang" menggelayut di lengan.


"Kamu! Masih kecil sudah genit sekali" bete.


"Bagaimana bisa aku punya adik centil kayak gini" bergeming.


Lantas Azizah tak kunjung kembali ke tempat gym dan berdiam diri di toilet kamar mandi.


Baru juga ingin melupakan penghinaanya kemarin, kenapa harus ketemu dia disini abangnya Rani lagi( berargumen dalam hati)


"Za, kamu di mana sudah 30 menit nih kamu gak keluar-keluar"


Terdengar suara Rani teriak dari luar.


"Se sebentar habis ini selesai"


Azizah tak bisa berlama-lama di toilet, lantas keluar dan mengajak Rani untuk segera menyelesaikan olahraganya.


"Ran, kita balik yuk" memohon.


"Ada apa?"


"Kita segera saja ke rumah sakit terus kita ke perpustakaan beli beberapa buku dan baru deh kita pulang ya"


"Baru 30menit Za, aku juga baru ngobrol sama teman-teman Abang mereka ganteng-ganteng banget" gemas.


"Tapi aku tidak tertarik" sinis.


"Gak asik ah, ya sudah deh aku pamitan dulu ya ayo ikut" menarik tangan azizah.


Azizah memasang wajah dingin dan terus diam sesekali senyum terpaksa mendengarkan dan mengulurkan tangannya berkenalan dengan teman-teman Abang Rani

__ADS_1


Sepanjang Rani mengobrol dengan teman abangnya, Abi tak henti memandang Azizah yang tak nyaman dan gusar.


"Hei kamu ada urusan pergi saja kalau gak nyaman" sinis.


Azizah melotot lantas pergi segera dari sana.


"Abang! Apa sih, dia tuh takut sama ayahnya karena ayahnya diktaktor banget,huuh"mendorong kecil dan meninggalkan Abang dan teman-teman mengejar azizah.


"Za Za tunggu"


"Apa lagi, Abang kamu tuh nyebelin ya dari kemarin kata-katanya kasar banget sama orang!" Melipat kedua tangan di dada.


"Jadi kalian sudah ketemu?"


"Ah sudah gak perlu di bahas, sekarang juga kita pergi kalau kamu gak mau aku pulang saja"


"Oh no.. iya-iya ayo kita beli buah dulu terus kerumah sakit oke" merayu.


"Sepanjang jalan jangan pernah bahas Abang kamu itu!" Memperingatkan.


Azizah sangat malas untuk tersenyum sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, sesampainya di rumah sakit mereka menuju kamar perawatan untuk melihat kamal.


"Pagi kak kamal, gimana kabarnya"


"Sudah membaik, kamu" terkejut.


"Oh ya kak ternyata yang di rawat di sini kakak, semoga segera pulih" senyum terpaksa.


"Kalian kenal di mana?" Cemburu.


"Kemarin, di pesta" kamal menjelaskan.


"Oh jadi wanita yang kak Kamal ceritakan itu azizah?" Terkejut.


"Iya" tersipu.


Rani semakin bete karena dia tau kalau Kamal suka sama Azizah dari ceritanya kemarin di telpon.


"Azizah teman sekolah Rani satu jurusan?" Antusias.


"Hem iya kak"


"Dan aku angkat telpon dulu ya, ayah" berbisik.


Azizah keluar ruangan Rani mengobrol dengan Kamal.


Asalamualaikum yah


Waalaikum salam


Sudah jam sembilan kamu di mana nak?


Mau ke perpustakaan yah, ini masih di taman hehe(bohong)


Atau ayah ke taman anter kamu ke perpustakaan nak, sekalian nanti belanja perlengkapan


Em gak usah deh yah, kasihan Rani nanti gak bisa bebas ngobrol, atau nanti ayah ke toko perlengkapan share lokasi Azizah nyusul gimana?


Iya boleh sayang kamu hati-hati ya

__ADS_1


Iya yah, asalamualaikum.


__ADS_2