
Orang gila yang sebenarnya itu bukan kehilangan akal tapi yang kehilangan kewarasan dan suka sekali dengan pemaksaan—Azzeus
•°• •°• •°•
Matanya memutar malas. Bunyi suara detak jarum jam terdengar jelas tapi ketua MPK itu masih setia memandangi Azzeus yang sudah terlihat jengah.
"Gak bosen apa?!? Kalau mau hukum gue, ya hukum aja! Gak usah kebanyakan gaya!!" Geram Azze yang sejak tadi terus berdecak kesal.
"Minta maaf sekarang! Saya akan mempertimbangkan hukuman yang pantas untuk kamu!" Ujar Rexan dengan kilat mata yang terpancar aura menyeramkan. Kedua tangannya bersedekap.
Namun tampang menyeramkan itu tak berlaku sama sekali bagi Azzeus. Gadis itu hanya tersenyum kesal dengan bibir yang mengejek sembari mengeluarkan permen karet dari sakunya lalu memakannya.
Taehyung Irexan Navaniel S. Pria itu menelan ludahnya dan memejamkan matanya. Irexan terkekeh pelan membuat Azzeus menatapnya tajam, penasaran dan kesal.
"Kamu tidak mau minta maaf?!?"
"Emang lo siapa?!? Huh!!"
Rexan menatap tajam manik mata penuh perlawanan itu. Pria itu berdiri dari tempatnya lalu beralih ke depan mejanya dan bersandar di sana. Lebih tepatnya di samping Azzeus.
"Kamu sengaja bukan menghabiskan waktu saya agar saya tertarik sama kamu? Memang hanya ini alasan para siswi junior keluar masuk MPK! Begitu bukan?"Azzeus mengepalkan tangannya. Menggeram kesal, melawan tatapan tajam itu. Lalu berdiri mendekat ke arah Rexan.
"Gue? Buat lo tertarik sama gue? Gak guna tau gak! Buang-buang waktu! Jangan kepedean jadi orang. Menang jabatan aja sok sok an!!!" Azzeus pun segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu namun tangan kekar itu menahannya cukup kuat dan menariknya.
Tubuhnya yang tidak imbang membuatnya terlempar ke pelukan Rexan yang sudah siap menangkapnya. Tangan Rexan yang melingkar indah di pinggang Azze membuat gadis itu menegang dengan rahang yang mengeras.
"Lo gak bisa keluar sebelum minta maaf sama gue!" bisik Rexan tepat di telinga Azze.
"Dan lo siapa ngatur gue! Dasar Ketua gak bermoral lo! *******!" Maki Azzeus saat ia ingin melepaskan tangan yang mengurung dan membuat tubuhnya menempel pada pria itu.
Dengan kesal tangan Azzeus yang bebas meraih rambut Rexan dan menjambaknya cukup kuat. Namun di luar dugaan, Azzeus yang bersiap untuk mengumpat jadi bungkam saat benda kenyal itu ******* bibirnya dengan intens. Jemari Azzeus yang semakin kuat menjambak rambut Irexan membuat pria itu juga semakin liar mencumbu gadis yang mengatai nya sejak tadi.
__ADS_1
Satu tangan Rexan berpindah ke tengkuk Azze dan satu tangannya lagi memeluk pinggang rapuh itu. Kakinya membawa mereka bersandar ke dinding. Azzeus yang mendorong Irexan hanya bisa memukul pria itu dengan sisa tenaganya karena ia lemas. Azzeus butuh oksigen namun Rexan masih belum melepasnya. Pria itu tampak tenggelam pada permainannya sendiri di dalam rongga mulut gadis itu. Hingga Rexan merasakan tubuh gadis itu yang bergetar karena benar-benar lemas.
"Itu hukuman buat lo yang ngatain gue! Dan gue masih nunggu permintaan maaf lo karena ngelawan gue di depan anak-anak!" Ucap Rexan yang masih menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.
Azzeus yang masih terengah-engah menghirup nafas dalam-dalam menunjukan rasa kesal dan marahnya pada ketua MPK itu yang sudah merebut first kiss nya.
"Sialan! Lo kira siapa lo nyium gue sembarangan! Dasar Memmmmm—"
Lagi-lagi Rexan ******* bibir itu dan saling melempar tatapan tajam. Tangan yang tadi berada di pinggang kini menelusup masuk ke balik seragam Azzeus. Mata Azzeus membulat dan mengigit bibir itu dengan kuat tapi nihil. Rexan masih menguasai pertempuran itu. Yang Azzeus bisa lakukan hanya menepuk bahu Irexan yang membuat pria itu melepasnya.
"Gue minta maaf! Puas!" Ucap Azzeus dengan mata melotot.
Tapi tentu saja tidak semudah itu. Irexan bukan orang baik dan ramah seperti ketua Osis. Azzeus terlalu memandang remeh gosip sekolah yang beredar kalau Ketua MPK sekolah itu sangat dingin dan tak berperasaan. Tapi orang itu menciumnya sebagai hukuman. Azzeus Mendelikan matanya saat lagi-lagi Rexan mengeratkan tangan yang melingkar di pinggangnya.
"Apalagi sih! Gue udah minta maaf! Dan hal yang lo lakuin tadi adalah pelecehan seksual! Kalau lo gak hukum gue, gue juga gak akan laporin hal ini. Jadi kita impas!"
Rexan menggelengkan kepalanya, tanda ia tak setuju dengan ucapan gadis itu. Azzeus mengerutkan keningnya tanda ia tak mengerti apa isi fikiran pria itu dan sedikit jengkel.
"Pertama. Lo harus inget nama gue Taehyung Irexan Navaniel. Ketua MPK di sekolah ini."
"Ok" Jawab singkat Azzeus yang sudah melemparkan tatapannya ke arah lain sambil mengangguk.
Rexan menatap Azzeus dengan sangat puas melihat gadis itu yang tak lagi berontak dari pelukannya.
"Dan yang kedua..."
"Kedua?!? Abis ini gak boleh lebih dari dua! Enak banget lo cari untung!" Kesal Azzeus yang harus hati-hati pada pria itu. Meski risih, ia harus mendengarkan dulu apa yang di katakan Irexan.
"Kedua apaan!!" Geram Azzeus saat Rexan belum juga membuka suara.
TOK.. TOK.. TOK..
__ADS_1
CEKLEK
Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan Irexan dan Azzeus masih pada kondisi yang sama. Rexan menoleh ke arah pintu sedangkan Azzeus berusaha melepas tangan Rexan.
"Kalian ngapain? Kenapa ada Azze?!?"
Rexan tersenyum puas saat melihat itu semua lalu kembali fokus pada singa betina yang ada di pelukannya.
"Yang kedua lo harus ingat, sejak gue cium lo tadi, lo pacar gue! Dan gak ada tempat buat lo berdebat sama gue."
Deg
Jantung Azzeus serasa mau copot dan tensi darahnya kembali naik. Dengan keringanan tangannya, Azzeus memukul kepala Rexan sebelum lari ke arah pintu keluar.
"Dasar orang gila! Mesum dasar! sok dingin! Aslinya psycho. Stress lo! Gue gak akan ketemu lo lagi!" Setelah mengucapkan itu Azzeus segera lari dari tempat mengerikan itu. Sedangkan gadis yang baru datang itu terlihat membutuhkan penjelasan.
"Kamu sama dia itu beneran pacaran? Bukannya dia udah ngatain kamu di depan peserta ospek? itu akan membuat kamu di permalukan, Rexan!"
Gadis itu, Wendy Aluna atau lebih sering di panggil nana. Dia teman Irexan yang juga anggota MPK karena menyukai pria itu. Lalu bagaimana kondisi hatinya melihat pria dingin yang ia sukai tiba-tiba mengklaim seorang gadis sebagai pacarnya.
"Buat malu? Tenang aja, saya tidak sebodoh itu memperburuk nama organisasi kita. Cukup kalian pantau kerja Osis. Bukan saya yang harusnya Kamu pantau. Ada apa kali ini kamu masuk ke ruangan saya tanpa saya izinkan?" Irexan berbicara sangat dingin dan beralih ke kursinya, membuka dokumen peserta ospek. Terlihat sekali ingin mengabaikan gadis itu.
"Aku hanya bilang kalau kamu tidak perlu sampai menghukum Azze. Dia sepupu Amel." Ucap nana tergagap dan lesu.
"Masalah itu saya tahu. Kamu tidak perlu ikut campur masalah hukuman. Dan saya tidak akan mentolerir apapun bagi seseorang yang tidak bisa menjaga mulutnya. Kalau hanya itu yang akan kamu sampaikan, kamu boleh keluar."
Tes
Air mata itu turun begitu lancarnya saat Nana baru keluar dari ruangan itu. Meski tersenyum hatinya tetap terasa sesak. Rasa suka itu sudah terlanjur besar hingga sulit untuk menghapusnya. Tapi mau bagaimana lagi. Jika ia memulai untuk kata suka maka ia harus siap dengan kata duka.
Btw di sekolah kalian ada MPK juga gak? Organisasi di atas OSIS?
__ADS_1