
.
.
.
Emang fakta banget ya?!? Kalau udah kena jaring Laba-laba pasti susah lepas dari jaringnya —Azzeus
•°• •°• •°• •°• •°•
Ospek sudah lewat, satu bulan yang lalu. Selama itu Azzeus hidup tenang tanpa bertemu Irexan di manapun. Dia juga menghindari sepupunya Amel. Sampai walikelasnya datang bersama Ketua OSIS yang membawa setumpuk formulir.
"Selamat Pagi semua..." Sapa pria jangkung itu dengan wajah ramahnya. Sahutan pun terdengar kompak dari kelas Azzeus. Pria itu tersenyum tulus.
"Perkenalkan nama saya Atseadam Johnny Seo, kalian bisa memanggil saya Adam. Jadi tujuan saya ke kelas kalian, selaku Ketua Osis. Saya ingin mencari beberapa anggota untuk dua organisasi sekolah ini. Yang pertama MPK dan kedua OSIS." Adam memperhatikan setiap adik kelasnya yang terlihat antusias mendengar informasi darinya.
"Bagi kalian yang tidak memilih MPK atupun OSIS. Mereka akan di masukan ke kelas Olimpiade. Jadi saya akan membagikan formulir untuk kalian. Saya tunggu formulir itu besok siang paling terakhir. Siapa Ketua kelasnya?" Jelas Adam sembari merapikan Formulir itu.
"Saya kak." Siswa itu segera maju ke depan dan mengambil formulir yang di berikan Adam.
"Oh ya satu lagi. Buk Heejin Zellin, saya dapat amanat dari Ketua MPK yang memberikan kelas ibuk sebagai tempat para calon MPK. Siswi yang bernama Lalisa Marazzeus di berikan hak tanpa memilih dan menolak sebagai calon ketua MPK." Ujar Adam yang membuat Murid di kelas itu berteriak takjub dan menatap Azzeus yang mendelik kesal.
"Maaf kak! Saya tidak bersedia sebagai calon ketua MPK." Ucap Azzeus dengan lantang yang membuat Adam tersenyum ramah.
__ADS_1
"Kamu orangnya?" Azze mengangguk dan terus menatap Adam yang terlihat bijaksana.
"Maaf tapi hak ini di berikan tanpa memilih ataupun penolakan. Jika kamu benar-benar menolak, kamu bisa membicarakannya pada ketua MPK sekolah ini."
Azzeus menghela nafas kesal. Menemui Irexan lagi? Kepalanya langsung menggeleng membayangkan itu. Tapi jika ia menerima, ia tetap akan bertemu lagi dengan ketua MPK mesum itu.
"Azze, kamu akan ibuk bimbing kok. Jadi jangan takut." Ucap ibuk Zellin yang membuat Azze terdiam.
"Kak kalau calon ketua OSIS nya siapa?" Tanya ketua kelas, Jaemin Vito Anggara.
"Itu dari kelas sebelas. Voting suara untuk memilih ketua dan wakil OSIS akan berlangsung. Berbeda dengan MPK. Organisasi itu akan dipilih langsung oleh Ketua dan wakil MPK sendiri. Karena kedudukan MPK lebih tinggi dari OSIS di sini." Kini Alde selaku wakil Ketua OSIS ikut menjelaskan.
Saat Alde ikut bicara seluruh murid menatap Alde yang sangat manis. Dia tersenyum dan sedikit bingung saat semua mata tertuju padanya.
Alde tersenyum lalu berkata. "Iya, maaf saya lupa memperkenalkan diri. Nama saya Eunbi Aldebaran, kalian bisa memanggil saya Alde. Jabatan saya Wakil ketua Osis"
"Maaf kak, tapi apa tidak bisa kalau kakak yang menyampaikan nya pada ketua MPK kalau saya tidak berkenan untuk ikut organisasi tersebut?" Azzeus kembali memulai tawar menawar.
"Saya akan coba tapi sementara saya mengatakannya, kamu harus siap dengan visi misi sebagai antisipasi kalau Ketua MPK menolak permintaan mu. Kalau begitu kami undur diri dulu. Sekian dan Terima kasih."
Adam dan Alde keluar dari kelas itu menuju kelas lainnya. Sementara Azzeus kini tengah di kerumuni oleh teman-teman sekelasnya.
"Ze kenapa lo gak mau jadi ketua MPK? Otak lu kan jenius kuadrat?"
__ADS_1
"Bacot lo jamet! Gue cuma ogah aja nanggung beban lagi. Gue cuma pengen jalanin masa SMA itu dengan damai." Ujar Azzeus dengan tangan yang mengibas, mengusir mereka semua.
"Gue aja langsung daftar jadi anggota MPK, kalau lo jadi ketuanya, seenggaknya gue udah tau harus kayak gimana..." Chanyeol James William, Teman sekelas Azzeus dari SD yang gak pernah pisah sampe SMA.
"Bodo ah! Gue males tau gak! Lo gak tau aja ketua MPK nya kayak gimana!" Gerutu Azzeus.
"Oh iya gue denger-denger lo pernah ribut sama ketua MPK nya ya? Kalau gak salah namanya rexan. Taehyung Irexan gitu dah lupa gue nama nya panjang bener." Kini Zigo yang juga sahabat James ikut bersuara.
"Gue lagi males ya denger nama orang itu. Enek tau gak!" Geram Azze dan menggebrak mejanya lalu pergi keluar kelas.
Kelas mereka kosong karena setelah kedatangan OSIS, buk Zellin kembali ke kantor untuk rapat.
"Mau kemana ze? Gue ikut ya?"
"Tumben lo ngikut, kenapa? Gara-gara anak-anak ngomongin kak rexan yang milih gue terus lo takut kakak lo patah hati?" Tuduh Azze.
"Yeeee lo mah gitu! Enggak lo di pilih sama kak rexan sekalipun kakak gue juga bakalan tetep patah hati. Kak Nana tuh ngeyel, capek gue bilanginnya" Jelas Mia Alesya, adik kandung Wendy Aluna yang sangat menyukai Rexan.
"Kita mau kemana?eh HP gue tinggal" Mia merogoh kantongnya dan menatap Azze cengengesan.
"Gue balik bentar ye ngambil HP. Lo duluan aja ke kantin." Jelas Mia dan segera kembali ke kelas meninggalkan Azzeus sendirian.
"Euuuhhh! Ujung-ujungnya sendirian juga!" Azze kembali meneruskan langkahnya.
__ADS_1
•°• •°• •°• •°• •°•