
"Sayang ayo berangkat nanti kamu telat masuk sekolahnya" ujar Lyodra
"Iya mommy... Aku lagi siap-siap sebental lagi yah" ujar William.
"Iya sayang jangan lama" saut Lyodra
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya William pun mengampiri Lyodra yang sedang menyiapkan bekal untuk William.
"Mom. Aku cudah ciap. ayo kita belangkat" ujar William sambil memegang tangan Lyodra
"Iya nak ayo" mereka pun berjalan keluar.
Adelio Williams Alexander atau sering dipanggil William atau bule karena wajahnya yang seperti bule menuruni gen ayahnya. William adalah anak Lyodra dengan Rio Alexander.
"Sayang mommy akan menjemput kamu nanti kita sekalian akan mall untuk berbelanja nanti jangan ke mana-mana yah nak" ujar Lyodra
"Iya mommy willi celalu diciini nunggu mommy. tapi mommy jangan lama-lama yah" saut William
"Iya sayang. Ingat jika ada orang yang tidak kamu kenal jangan ajak bicara apalgi sampe dia kasih sesuatu untuk mu. William mengerti kan?" ujar Lyodra
"Iya mommy". Lyodra pun tersenyum sambil mencium pucuk rambutnya dengan lembut. Lyodra sangat menyayangi William bahkan jika William tidak ada disampingnya mungkin Lyodra lebih mati daripada harus kehilangan sang buah hatinya.
Setelah mengantar Williams Lyodra pun menaiki taxi untuk tempat dia bekerja di cafe miliknya. Walaupun dia yang mempunyai cafe tersebut Lyodra tetap datang ke cafe miliki nya untuk menghendel cafe nya.
" Siang mba" ujar Emy
Lyodra yang baru saja merapikan barang-barang ke tempatnya menoleh kesamping kanan karena mendengar ada yang menyapanya. Emy adalah karyawan kepercayaan Lyodra walaupun Emy hanya pekerja paruh waktu tetapi sikap Emy yang baik dan sopan membuat Lyodra nyaman dan percaya padanya.
Lyodra sambil tersenyum dan menjawab: "Siang Emy. Apa kamu tidak kuliah? Sekarang kan jamnya untuk kamu kuliah". ujar Lyodra
" Lagi tidak kuliah mba. Emy lagi tidak mood sekarang mungkin nanti Emy ganti jam jadi nanti malam".
"Sih anak bule mana mba? Kok dari tadi ga keliatan" ujar Emy
"Dia udah berangkat tadi pagi takut macet soalnya" ujar Lyodra
"Owh gitu mba yauda aku balik kerja dulu yah banyak pelanggan nih hari ini" ujar Lyodra
"Iya" saut Lyodra.
Waktu terus berlalu hingga tepat pukul jam dua belas siang dimana William sudah pulang.
Setelahnya Lyodra meminta Emy untuk bertanggung jawab sementara untuk cafe nya karena dia akan menjemput William.
Lyodra memberhentikan taxi meninggalkan area cafe nya. Taxi telah membelah jalanan menuju sekolah taman kanak-kanak tempat dimana William menuntut ilmu.
Dua puluh menit telah berlalu Lyodra pun sampai di taman Kanak-kanak terlihat William sedang merenung dan menyendiri di sebuah ayunan. Lyodra yang melihat William termenung membuat dia penasaran ada apa dengan anak tersayangnya itu
"Sayangnya Mommy" ujar Lyodra sambil memeluk William
"Mommy" ujar William membalas pelukan Lyodra
"Kamu sedang apa sayang disini? Kenapa tidak ikut bermain bersama dengan temanmu?" tanya Lyodra
__ADS_1
"hiks... hiksss... Mommy. Meleka bilang sama William kalo William tidak memiliki ayah" tangis William
Deggg...
Seperti tersambar petir Lyodra mendengar perkataan William. Selama ini Lyodra tidak pernah bahkan takkan pernah ingin membahas pria yang telah menghancurkan masa depannya.
"Mommy kenapa mommy diam? Kenapa mommy mengais? Apa William ada calah cama mommy. Mommy jangan mengais agi yah, William itut cedih" ujar William sambil menghapus air mata Lyodra.
"Apa Daddy tidak ingin aku dan mommy telus daddy ninggalin kita?" ujar William
"Tidak sayang. Daddy sayang sama William, daddy kan harus cari uang buat William biar William bisa sekolah dan pintar" ujar Lyodra
"William anji William akan telus belajal bial daddy Angga (bangga) ama Willam" ujar William
"Anak Mommy emang pintar. Sini mommy peluk" ujar Lyodra sambil memeluk William
"Sudah yuk pulang sudah sore kasihan mba Emy sendirian di cafe gaada temannya" ujar Lyodra
"Mommy apa kita tidak jadi belanja?" ujar William
"Sepertinya tidak sayang besok saja yah sekarang cafe sedang ramai kita tidak bisa meninggalkan mba emy sendirian" ujar Lyodra
"Baiklah mommy mali kita pulang" ujar William sambil menggandeng tangannya
Dan dua puluh menit mereka sudah sampai di cafe.
*****
"Halo tante"
" Dengan mama, tante" menunjuk kan jarinya ke arah seorang wanita cantik yang baru saja memasuki pintu cafe. "Kok bisa lu disini sih?" ujar Lyodra
"Bisalah apa sih yang gabisa sama gue. Hahaha" ujar Mikha
Awal pertemuan mereka disaat Lyodra di rumah sakit. Dia sedang memeriksa kandungannya hingga melahirkan William. Mikha lah yang selama ini selalu bersama Lyodra dalam keadaan terpuruk dan Mikha mengetahui segalanya masa lalu Lyodra yang kelam karena Lyodra mempercayai Mikha untuk menyimpan cerita masa kelamnya dahulu.
****
Keesokan harinya
Suasana pagi yang begitu cerah dan hangat membuat Lyodra sejenak menikmati hangatnya sinar matahari pada pagi ini. Dan disaat Lyodra menikmati suasana paginya, dia melirik ke arah jam dimana sudah menunjukan pukul sembilan. Lyodra akan mengantar William sekolah, karena William hari ini akan masuk sekolah kebagian jadwal siang.
Satu jam kemudian. Semuanya sudah siap untuk mengantar William ke sekolah.
Dan setelah sampai disekolah Lyodra dan Mikha memutuskan menunggu anak-anaknya di sekolah sesekali menceritakan suasana sekolah nya dahulu, mereka terkadang sesekali tertawa saat bercerita.
"Ga kerasa nih gue udah punya anak tiga" ujar Mikha
"Haha itu sih lu, gue masih baru punya satu" ujar Lyodra
"Mama"
"Mama"
__ADS_1
mendengar ada yang memanggil kearah mereka Lyodra dan Mikha pun langsung memalingkan ke wajahnya yah itu adalah Citra alisya anak pertama dari Mikha.
"Ada apa sayang, kenapa kamu berlari dan teriak sepeti itu. Kalo kamu jatuh dan terluka gimana" tanya Mikha
"Itu ma, tante. William berantem dengan temannya" ujar Citra
Mendengar itu Lyodra langsung menatap William yang sudah datang menghampirinya dan duduk di sampingnya.
William yang mendapat tatapan dari sayang mommynya dia mengerti apa yang akan ditanyakan nya nanti.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa bertengkar?" ujar Lyodra
"Budi ngeledek aku lagi mom, ia elalu bilang William nda puna daddy" rengek William
Mendengar perkataan mommynya William hanya bisa menundukkan karena dia tidak berani menjawabnya perkataan mommynya. Lyodra yang melihat anaknya seperti ini tidak tega sama sekali, Lyodra tahu bagaimana rasa sedihnya dia ketika teman-temannya meledekny, hingga Lyodra sangat membenci daddynya hingga saat ini. Karena dia lah anak tersayang nya itu lahir tampan seorang ayah disamping nya.
"Udah Li, gausah terlalu diladenin apa kata orang. Karena orang tidak tahu apa yang sebenrnya terjadi mereka hanya bisa Menyimpulkan apa yang mereka lihat saat ini" ujar Mikha menyemangati Lyodra.
Lyodra tidak menjawabnya, dia hanya menghela nafas panjangnya.
"Nak anak-anak. Bagaimana kita ke mall makan disana apa kalian setuju?" ajak Mikha
"Asyik mau ante, mau ma" ujar William dan Citra serentak
"Ayo kita kesana sekarang" ajak Mikha
Akhirnya Lyodra, Mikha, William dan Citra melangkah kan kakinya menuju parkiran mobil Mikha untuk menuju suatu mall yang cukup terkenal di kota A.
Namun saat didalam mobil hingga dalam mall Lyodra tidak mengajak bicara William yang membuat William merasa sedih.
"Mommy, jan malah ama William. William anji nda nakal agi mommy" sambil memeluk leher Lyodra.
Lyodra membalas pelukkan William. "Mommy gabakal marah kalo William janji gaboleh seperti itu lagi. Okay?". " Iya mommy. William anji nda cepelti itu agi" sambil tersenyum. William lega karena mommynya tidak akan marah lagi padanya
" Owh yah li. Kemarin gue ketemu dia di kantor" ujar Mikha
"Dia bilang apa" Lyodra
"dia nanyain lu ke gue" Mikha
" Terus lu jawab apa ke dia?" Lyodra
"Gue ga jawab apa-apa. Gue blg aja gue gatau. Tapi kalo boleh jujur, selama gue menjalani proyek bersama Dia, Dia selalu menandakan lu Li" ujar Mikha
"Gue harap lu jangan kasih tau dia tentang gue yah, apalagi ada William gue takut dia akan ngambil William dari gue. Selama ini gue kuat hanya untuk William, Mik" tangis Lyodra dia tidak membayangkan hidupnya tanpa William di sampingnya.
"Iya tenang aja Li. Gue akan tutup rapat mulut gue tentang lo ke dia" Mikha mengusap lengan Lyodra seolah memberi kekuatan untuk Lyodra
"Lo tau kan. A.. alasan gu.. gue menghindar dari dia. Gue.. gue tak.." tangis Lyodra semakin pecah bila mengingat semua masa lalunya.
"Iya gue paham Li. Udah yah jangan nangis. Kalo William lihat lo mau jawab apa coba? udah yah. Sebisa mungkin gue akan bantu lo, tenang aja biar lo ga bisa ketemu dia lagi". ujar Mikha.
Lyodra memeluk sahabat nya itu dengan erat dan tetesan air matanya yang tidak berhenti, Mikha membalas pelukkan Lyodra seolah memberi kekuatan.
__ADS_1
Hay teman-teman. Semoga ceritanya bisa menghibur kalian yah. Kalo suka jangan lupa like yah dan jika ada kritik dan saran bisa komen dan jangan lupa tambahkan di favorit kalian yah. Tunggu untuk update nya yah. See you All❤💕