Baby William

Baby William
Bab 6


__ADS_3

Di sebuah pagi yang cerah ini Lyodra menghabiskan waktunya untuk membersihkan kontrakannya. Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci pakaian dan semua segala pekerjaan rumah lainnya.


Sementara itu, William tengah berada di karpet dengan sebuah buku cerita dongeng yang tengah dibacanya. Buku itu sudah lama Lyodra belikan untuk William dan William sudah berulang kali membaca buku itu dan William pun tidak pernah mengeluh bosan untuk membaca buku cerita itu, karena dia tahu membeli buku cerita lain tidaklah murah dan William tahu kondisi keuangan ibunya.


"Sayang, mama mau kedepan dulu yah kewarung untuk membeli sayur"


William yang sedang asik membaca buku ceritanya dia menoleh kearah ibunya yang sedang berbicara kepadanya dan mengikuti Lyodra yang berjalan kearah pintu luar sambil berkata "Ikut, ma".


Saat sudah di luar, William yang menggunakan kaos berwarna hitam dan celana jeans pendek nya membuat dia terlihat tampan dan cool tidak banyak orang yang meliriknya dengan tatapan yang sangat menggemaskan. Lyodra menggenggam tangan William menuju tukang sayur yang berada Deket rumahnya. Saat sudah tiba, Lyodra memberikan senyum sapaannya kepada beberapa ibu ibu yang sudah ada disana yang sedang berbelanja juga.


"Mba Lyodra tidak bekerja hari ini?" sapa salah satu ibu disana.


"Tidak mba hari ini libur" jawabnya.


"Owh yah setiap Sabtu libur yah mba Lyodra saya kelupaan hehe" jawab Bu Rita


Lyodra hanya tersenyum. lalu dia kembali memilih-milih sayur dan lauk apa yang hendak dia masak untuk menu hari ini. Lyodra yang kebingungan pun hendak bertanya kepada William yang ingin di masaki apa olehnya.


"William ingin dimasakin apa sama mommy?" tanya Lyodra


"William ingin sayul sop pake teyul puyuh, mommy" jawab William


"Baiklah mommy beli sayur sop dan telur puyuh yah sebentar yah" ujar Lyodra dan diangguki oleh William.


Saat sedang fokus memilih-milih sayur, William yang sedang duduk pun dihampiri oleh Riko. Riko adalah anak dari Ibu Rita.


William yang senang diajak bermain oleh Riko memandangi Lyodra yang artinya minta persetujuan dari mommynya terlebih dahulu. Lyodra yang melihat tatapan sebagai minta persetujuan itu pun langsung tersenyum dan mengangguk yang menyetujui anaknya untuk bermain di taman dekat rumahnya tersebut.


"Tapi William jangan nakal dan jangan main jauh jauh yah sayang" ujar Lyodra


"iya mommy, William tidak akan nakal" jawab William. William pun bermain bersama teman temannya di taman.


"William paling mencolok yang dari anak yang lain" gurau salah satu ibu-ibu


Mendengari itu, Lyodra hanya tersenyum.

__ADS_1


Dia tidak tahu harus merespon seperti apa.


"Iya, terlihat paling mencolok banget yah" saut salah satu ibu disana


"Anaknya ganteng banget, apalagi bapaknya yah" Saut ibu ibu disana "Gimana cara bikinnya mba? Bagi-bagi resep atuh mba"


"Tidak ada resep nya mba" jawab Lyodra dan semua ibu-ibu yang disana tertawa. Lalu ia mengambil duit yang berada di kantong dasternya hendak membayar belanjaan sayurnya. "Duluan, yah mba" Pamit Lyodra kepada ibu-ibu yang masih memilih-milih sayuran disana, sebelum kembali ke kontrakannya.


...✨✨✨✨...


Lyodra yang sudah sampai di kontrakannya pun mulai memasak sayur sop dan telur puyuhnya. Dan tidak butuh waktu lama masakannya sudah matang.


Tidak butuh lama, William yang sudah selesai bermain pun pulang.


"Mommy, William udah pulang... "


Lyodra yang mendengar suara William langsung menghampiri anak itu untuk mendekatinya, dengan senyuman yang terpasang di wajahnya. "Udahan mainnya?" Tanya Lyodra


"Sudah mommy". Kata William. "Tadi aku main kelereng, petak umpet, bola di taman mommy sama Riko dan temen aku yang lainnya


"Memang anak mommy ini bisa main bola?" Godanya


"Mommy hanya bercanda sayang. Anak mommy kan hebat masa main bola tidak bisa heheh" ujar Lyodra


"Mommy sudah selesai masak. Apakah anak mommy ini lapar?" Ujar Lyodra


"Sangat lapal mommy" jawabnya


"yauda kamu cuci tangan dulu baru makan yah sayang" ujar Lyodra


"Siap mommy" ujar William sambil mencium pipi Lyodra dan berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


Setelah mencuci tangan William dan Lyodra makan. Sekarang mereka berdua, menikmati hasil masakan Lyodra yang memang sangat lezat itu. Bagi william masakan yang mommy adalah masakan yang paling lezat sedunia.


"Mau nambah nasi lagi sayang?" Tanya Lyodra ketiak melihat piring william yang selesai

__ADS_1


William pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan lyodra, dan Lyodra pun menyendok nasi kepiring William tidak lupa juga untuk menambah sayur sop dan telur puyuh kesukaannya.


"Telimakasih, mommy" ujar William. "Iya sayang sama sama. Sekarang lanjut lagi yah makannya" ujar lyodra


...****************...


Cahaya gemerlap kota Tangerang di malam hari, berhasil ia nikmati setelah sudah bertahun-tahun ia tidak menginjak kaki di tanah kelahiran ayahnya, serta tempat ia menuntut ilmu saat menduduki sekolah tingkat SMA. Tapi bukan Kota Tangerang lah tujuannya sekarang, melainkan di Bandung dimana wanita dan anaknya tinggal sekarang.


Melalui kaca mobil mewahnya, dia melihat sekeliling dan merasakan hawa bandung yang sebenarnya. Kota ini cukup banyak berubah, tampak semakin ramai, bersih dan rapih dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menghela napas, seandianya dia tidak mengikuti perintah dari sang ayah untuk tinggal di London, mungkin jalan hidupnya tidak akan seperti ini.


"Apa kau sudah memastikan, jika tempat saya tinggal berdekatan dengan tempat tinggalnya?"


"Iya pak. Tempat yang akan anda tempati nanti, terletak tidak jauh dari kediaman nona Lyodra". Jawab asistennya sekaligus orang kepercayaannya yang bernama Tyo.


Tidak ada respon darinya. Dia merebahkan punggungnya ke belakang jok mobil dengan rilek dan tersenyum.


Sebentar lagi, dia akan bertemu dengan wanita serta anaknya. Dia tidak begitu begitu sabar menantikan waktu itu tiba.


......................


Lyodra terus berjalan menyusuri jalanan. Lyodra yang baru saja pulang dari tempat kerjanya, dan saat ini tengah berjalan untuk menjemput anaknya di rumah Mikha. Jalanan di kota Bandung sore ini terlihat cukup ramai, banyak kendaraan sepeda,motor hingga mobil yang berlalu lalang.


Setelah cukup lama berjalan, Lyodra telah sampai di rumah Mikha. Rumah yang luas dan mewah itu sudah lima tahun di tempati oleh mikha dan suaminya.


Lyodra berjalan kearah pintu masuk. Lyodra pun menekan bel dan tidak butuh lama pembantu pun membukan pintu tersebut. Pembantu Mikha yang bernama Bi Mirna yang kenal dengan Lyodra pun menyuruhnya untuk masuk. Lyodra tersenyum manis, sambil mengangguk sebelum melangkahkan kakinya memasuki rumah milik sahabatnya itu.


"Mikha dimana, bi?" Tanya Lyodra


"Nyonya Mikha sedang di belakang main bersama anak-anak" jawab bi Mirna


"Owh yauda bi, saya kesana kebelakang dulu yah menyusul mereka disana" pamit Lyodra.


"Mau dibuatin minum, mba?" Tawar bi Mirna


"Tidak perlu, bi. Terimakasih" Lyodra menolak sambil tersenyum, dan pamit sekali lagi kepada bi Mirna sebelum menuju taman belakang rumah Mikha.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Holla kabar kalian semuanya? Maaf bangat sudah 2 tahun saya tidak melanjutkan novel ini dikarenakan saya sibuk bekerja. dan sekarang saya usahakan untuk menyisihkan waktu saya untuk melanjutkan novel saya terimakasih 🙏


__ADS_2