
Lyodra, Mikha, William dan Citra pun melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut dan masuk ke mobil Mikha. Mikha akan mengantarkan Lyodra dan William terlebih dahulu karena sudah larut malam tidak ada bis lagi dan tidak baik untuk Lyodra dan William sendiri.
*****
Suasana pagi yang cerah membuat Lyodra merasakan hangatnya mentari di pagi cerah ini. Lyodra sedang duduk santai di bangku halamannya sambil memandang William yang sedang asik bermain dengan kumpulan mainannya. Kehidupan Lyodra saat ini bisa dikatakan jauh lebih nyaman dan bahagia tanpa adanya gangguan suatu apapun, jika Lyodra di suruh memilih dia akan lebih memilih menghabiskan waktu nya bersama anak tersayang nya hingga dia tua dan menjadi nenek.
Lyodra sekarang sudah berada di Indonesia. Selama lima tahun tinggal di Italia akhirnya dia memutuskan untuk tinggal di Indonesia kembali, dia ingin melupakan semua kenangan buruk yang pernah terjadi menimpa hidupnya dan merelakan masa perkuliahannya untuk membesarkan William. Dulu Lyodra mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan study nya di negara Italia, Lyodra sudah menaruh dan merancang semua kehidupan masa depannya di sana. Dipertengahan jalan di masa perkuliahannya yang hampir tamat dia harus rela mengikhlaskan seluruhnya, karena di salah satu perjanjian dari beasiswa itu adalah ketika sudah lulus mereka harus menjalankan kontrak selama tiga tahun untuk bekerja sama tapi dengan syarat belum boleh menikah apalagi harus punya anak.
Di saat dia ingin menjalankan perjanjian kontrak nya dia merasa mual dan pusing, dan setelah dian sadar bahwa dia telat haid akhirnya dia memutuskan untuk mengecek dengan alat tespack, dan seketika raut muka Lyodra begitu menyedihkan saat melihat dua garis biru di tespack yang Lyodra gunakan sekitar lima tahun yang lalu.
"Kamu lagi memikirkan apa Lyodra dari tadi aku perhatikan kamu bengong terus". ujar Dion
"Ah Dion. Ngagetin aja deh" ujar Lyodra terkejut
"Jangan terlalu banyak pikiran nanti kamu stres dan sakit, jika kamu sakit siapa yang akan merawat William iya kan?" ujar Dion
" Aku cuman berfikir kenapa hidup yang aku lalui harus seperti ini Dion?" ujar Lyodra
__ADS_1
"Kamu harus tabah menjalani semua rintangan hidup yang sedang kamu lalui. Percayalah setiap ada kesedihan ada sukacita yang akan datang suatu saat nanti" ujar Dion
"Kapan kebahagiaan ku dan kebahagiaan William datang? Aku sudah tidak sanggup menjawab seluruh pertanyaan William yang berlipat-lipat tentang ayahnya" ujar Lyodra sambil terisak
"Sudah tidak usah nangis ga malu udah punya William masih nangis kayak anak kecil aja" ujar Dion sambil tersenyum
"Dion. Terimakasih kamu selalu ada untuk ku dan William. Aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti kamu dan Mikha. Jika kalian tidak ada disamping aku ntah harus jalan apalagi yang akan aku hadapi setiap harinya" ujar Lyodra sambil menangis
"Kita akan selalu ada untuk mu dan William. Aku dan Mikha tidak akan pernah meninggalkan kalian" ujar Dion sambil memeluk Lyodra
"Sudah ayo masuk matahari sudah panas nanti hitam lagi kan skincare mahal" ujar Dion menbuat Lyodra tertawa
*****
"Mau makan apa sayang biar om pesankan" ujar Dion
"iem mau naci goleng cama jucs meon" ujar William
__ADS_1
"Baiklah.Kalo kamu Ly? ujar Dion
" Sama in aja sama William yon" ujar Lyodra
"Baiklah" ujar Dion. Dion pun bergegas memesan pesanan yang telah Lyodra dan William pesanan. Tidak butuh lama makanannya pun selesai dan sudah di hidangkan oleh pelayan
Sesudahnya makan malam bersama Dion pun pamit kepada Lyodra dan William untuk pulang
"Hay jagoan om Dion pulang dulu yah besok lagi om kesini sama tante Maya" ujar Dion
"Ante Maya ciapa om?" tanya William polos
"Tante Maya calon istrinya om Dion sayang" ujar Lyodra yang mengambil ahli pertanyaan
"api iem masih mau om disini cama iem" rengek William dan Lyodra mengehempaskan nafas panjang
"Sayang. Om Dion kan mau bobo juga di rumahnya nanti kalo om Dion sakit nanti William ga punya temen untuk jalan-jalan lagi. Jadi biar Om Dion pulang yah nanti besok kan om Dion kesini sama tante Maya" ujar Lyodra sedangkan William hanya mengangguk pasrah. Dion pun pamit pulang dan membawa mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
Sekarang Lyodra sudah menidurkan William di kamarnya. Lyodra sedang memikirkan bagaimana dia menghasilkan duit Lyodra tidak mau tergantungan dengan Dion terus
"Besok aku harus cari kerja untuk mendapatkan uang. Untung aku punya pengalaman menjadi sekretaris selama satu tahun semoga saja ada lowongan" ujar Lyodra. setelah membersihkan diri Lyodra pun merebahkan tubuhnya di atas kasur yang cukup untuk mereka berdua.