
siang ini semua sudah di gedung di mana resepsi pernikahan kak Ani dan kak Rasya di selenggarakan. banyak tamu undangan yang hadir dari teman kuliah mempelai pengantin , saudara serta dari kalangan yang lainnya .
kak sulis selalu menautkan tangannya dengan zizi , dia berharap tidak ada pria lain yang ingin mendekati zizi bahwa sebentar lagi akan menjadi miliknya.
kamu itu kenapa kak kok sejak tadi zizi tidak kamu biarkan bergabung dengan yang lainnya " mama Rima
kakak tidak mau kalau sampai ada yang mendekati ziziku sayang ma dan ini cara kakak menunjukan kesemuanya yang hadir" kak sulis cuek
mama rima hanya menepuk jidatnya mendengar barusan dan dia merasa bersalah ke zizi karena sifat posesif sulis sudah keluar.
maaf atas perilaku anak mama ya nak , dia memiliki sifat sebelas dua belas sama ayahnya " mama Rima pelan
tidak papa ma zizi malah berterima kasih atas semuanya " zizi tersenyum
ya sudah kalau begitu mama mau bergabung dengan keluarga yang lainnya" mama Rima segera pergi
zizi segera mengajak kak sulis untuk duduk karena kakinya rasanya sudah pegal pegal. baru saja zizi duduk sebentar sudah ada cowok yang lumayan tampan menghampirinya dan kak sulis yang baru mengambilkan minuman untuk mereka berdua rasanya tidak rela.
baru saja gue tinggal sudah ada buaya darat yang menghampiri ziziku batin kak sulis dan dia segera menghampiri zizi dan sebelum sampai dia mendengar suara cowok tadi mengoda zizi.
__ADS_1
sudah lama tidak bertemu kamu semakin cantik saja zi " kak Tama saudara zizi jauh
kakak apaan sih datang datang langsung mengombal " zizi pelan
boleh kakak duduk di sebelah mu zi " kak Tama
tidak boleh Lo cari tempat duduk yang lainnya sana " kak sulis menyela
kamu siapa kok melarang gue duduk dekat dengan zizi " kak Tama sok tidak tau
gue tunangan zizi jadi gue harap kamu menjauh dari kita berdua " kak sulis dingin
kak tama hanya tersenyum mendengar jawaban kak sulis , dia segera melambaikan tangannya ke arah depan dimana tunangan berada yang dari tadi memperhatikan mereka bertiga.
hai kenalin gue putri tunangannya tama " kak putri lembut
saya zizi dan ini kak sulis " zizi
maaf kalau Tama sudah membuat kamu salah faham , dia emang suka iseng " kak putri
__ADS_1
kak sulis tidak menyahut sama sekali dan dia rasanya ingin menonjok mukanya kak Tama. kak sulis segera mengajak zizi bergabung dengan keluarga yang lainnya untuk membahas tentang keinginannya tadi.
maaf apakah kita boleh bergabung " kak sulis tersenyum
silahkan nak tidak usah sungkan kita semuakan keluarga " nenek Ijah
kak sulis segera menarik kursi untuk zizi baru untuk diri sendiri . semua itu tidak luput dari perhatian keluarga disekitarnya dan mereka bersyukur karena zizi diperlukan dengan baik sama tunangannya.
Kak kamu serius tentang tadi " mama Rima
serius ma kalau diijinkan ya Alhamdulillah " kak sulis semangat
emang kamu mau apa nak kok kelihatan serius banget " bude murni
kita bahasanya nanti saja ya nak menunggu mempelai pengantin Ikut bergabung dengan kita semua " mama Rima
ya ma kakak setuju " kak sulis
sayang kamu sudah makan apa belum " mama Rima
__ADS_1
ya sayang sejak tadi kamu belum makan kan kakak ambilin sebentar ya " kak sulis tersenyum
sebelum zizi menjawab kak sulis sudah berlalu ke tempat prasmanan untuk mengambilkan makan untuk zizi .