
Di perjalanan pulang Yudra melamun tanpa menghiraukan daerah sekitar nya, dia terus berjalan tanpa peduli banyak nya orang yang menatap nya dengan keadaan baju koyak di tambah babak belur itu.
"Kenapa hidup ku di penuhi dengan penderitaan, apakah langkah ku sudah memang tidak bisa di gerakkan lagi atau memang takdir ku seperti ini?"
Gumam kecil Yudra saat di perjalanan.
Tanpa menoleh sana sini Yudra tetap terus berjalan lurus dengan langkah pincang dan tangan yang memegangi area perut itu.
"Kakek nampaknya Yudra belum bisa bel-"
"Tinnnnmnmnnnnnnnnnnnnnnn!"
"Duarrrrrrrrrrr!"
"Bukhhhhhh!"bukhhhhhh!"
Ucapan Yudra terputus saat Mobil sedan berwana putih menabrak Yudra dengan Kencang lalu Yudra terbanting Beberapa meter dari tempat nya tadi.
"K-kenapa A-aku?, kenapa R-rasanya sakit sekali-"
Kata Yudra dengan kepala yang sudah bocor dan banyak tulang-tulang nya yang patah, tidak lama Yudra pun pingsan.
Tidak jauh dari Yudra berada pemilik sedan yang masih syok saat menabrak Yudra tadi mulai tersadar dengan cepat dia keluar dari mobil lalu berlari menghampiri dimana Yudra tergeletak.
"Tolongggggg!"Tolonggggg!"
Sorak perempuan cantik itu sambil memangku kepala Yudra, tidak lama orang pun mulai berdatangan.
"A-apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini!"
kata seorang bapak-bapak yang lansung berlari saat mendengar suara wanita itu.
"Pak tolong dia, angkatin ke mobil saya bantu saya pak nyawa nya dalam bahaya ini!"
Ujar perempuan itu tanpa memperdulikan perkataan si bapak tadi karna rasa takut yang teramat.
Dengan cepat bapak tadi dan seorang teman nya mulai membopong tubuh Yudra memasuki Mobil wanita itu.
Tanpa ba,bi,bu wanita tadi yang di temani oleh sibapak dan temanya langsung tancap gass menuju rumah sakit sekitar.
"Huh... itulah akibatnya kalau melamun di jalanan"
Ujar salah satu kerumunan yang melihat Yudra melamun sambil berjalan tadi.
"Iya tapi kasian juga banyak kali darah nya yang keluar tadi"
__ADS_1
Ujar teman nya dengan bergidik ngeri saat melihat wajah Yudra penuh dengan darah itu.
***
"Bib!"Bib!"Bib!"
Suara detektor jantung yang berada di ruangan Yudra sekarang, dengan leher yang di pasang gips, kepala dililit perban yang hanya mata dan hidung yang terlihat, kaki di angkat ke atas dan banyak nya perban melilit tubuh Yudra.
Tidak jauh dari brankar Yudra sekarang.
"Pak terima kasih banyak karna menolong saya tadi dan perkenalkan nama saya Lina maaf karna baru memberi tau, saya sudah Panik sekali tadi"Kata Lina dengan tulus.
"Tidak apa nak Lina malahan saya bangga dengan kamu karna mau menolong korban, soalnya kebanyakan sekarang kasus seperti ini orang yang menabrak pasti lari"ujar bapak itu.
Lalu Lina mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya lalu menyodorkan ke bapak tadi dan juga teman nya.
"Ini pak saya nggak punya banyak, anggap saja tanda terima kasih saya karna mau menolong tadi"kata Lina sambil menyodorkan uang berwana merah 5 lembar itu.
Bapak tadi yang memang lagi membutuh kan uang mengambil nya Tampa sungkan sama sekali.
"Wah makasih ya nak kalau begitu kami pamit, mau pulang dulu orang rumah mungkin sudah menunggu"ujar nya yang di balas anggukan oleh Lina itu.
Setelah kepergian bapak tadi Lina lansung duduk di ruang tunggu kamar pasien yang di tempati oleh Yudra tadi, tapi sebelum terduduk dengan sempurna.
"Tut!"Tut!"Tut!"
"Ya halo! Una kenapa ya?"Tanya Lina ke orang seberang telepon nya itu.
"Kamu di mana? kenapa belum sampai? dari tadi aku tungguin ini, yang mau interview sudah menunggu lama Lina! kasian itu pada nungguin kamu"
Jawab Una lansung to the poin karena terlalu lama menunggu itu.
"Ugh..., itu Una aku minta maaf, barusan aku nabrak orang, tapi udah di tangani kok, ya sudah aku berangkat sekarang ya, nanti aja aku balik kesini lagi"
Ujar Lina yang kelupaan tujuan awalnya itu.
"Kamu nggak apa-apa kan?, kalau memang begitu kamu cepat kesini saja dulu, setelah semua nya di sini selesai nanti aku temani ke rumah sakit kembali"
Ujar Una dengan cerewet nya.
"Hm... ya sudah aku matiin ya"
Ujar Lina lalu mematikan hp nya.
Tidak lama Lina pun melangkah keluar rumah sakit lalu melaju ke tempat dia bekerja itu.
__ADS_1
***
Di atas brankar Yudra yang awal nya tenang saja tiba-tiba menggeliat tak karuan awan yang semulanya cerah-cerah saja tiba-tiba mendung dan tidak lama,dari awan cahaya berwana putih melesat bagai cahaya menuju ke arah rumah sakit di mana Yudra sekarang dan tanpa ada yang menyadari nya.
Tiba-tiba cahaya itu lansung masuk di area tengah-tengah alis Yudra.
"Swusssssss!"
Alam bawah sadar Yudra.
Nuansa serba putih dengan banyak nya bunga bertaburan di Area sekitar itu menambah kesan yang indah untuk di pandang siapa saja.
"Ibu kenapa nggak kesini saja?, Yudra udah capek ngejar ibu dari tadi"kata Yudra yang melihat ibunya yang semakin di kejar semakin menjauh itu.
Ibunya hanya menggelengkan kepala saja.
"Nak, tempat kamu tidak di sini"kata ibu Yudra dengan senyum yang menawan.
"Kenapa Bu bukan nya Yudra anak Ibu ya?"Tanya Yudra mulai meneteskan air mata dengan tubuh yang mulai terkulai lemas.
"Ibu hanya ingin menyampaikan, jangan pernah membawa dendam di dalam hidup mu karna itu akan merugikan diri mu sendiri"ujar Ibunya.
Tiba-tiba dari atas kepala Ibu Yudra menyala cahaya yang terang lalu tubuh yang semula masih terlihat mulai memudar menyatu dengan warna Ruangan itu.
"IBU....!"Teriak Yudra sambil menjulurkan tangan kanannya dengan air mata yang mengalir dengan deras nya.
Tiba-tiba Ruangan yang semula putih itu mulai memudar juga di gantikan dengan Ruangan seperti ruang hitam legam tanpa cahaya di sekeliling Yudra sekarang.
"A-apa ini? kenapa berubah tiba-tiba"kata Yudra dengan Tubuh melayang di kehampaan itu.
Di luar kesadaran Yudra sekarang tubun nya juga ikut melayang dengan cahaya putih yang menyelimuti tubuh Yudra.
Karna jam pengecekan Pasien belum waktunya mangkanya tidak ada yang menyadari dengan ke adaan yang berada di ruangan Yudra tempati sekarang.
Yudra yang masih belum sadarkan diri itu, sekarang di buat kebingungan dengan seribu bahasanya.
Tiba-tiba Suara perempuan lembut tapi kaku menggema di kepalanya.
[Ding, memulai penyatuan.....]
[10%~35%~50%~70%~99%...]
[Ding,proses berhasil.....]
[Ding,selamat tuan telah berhasil memasang system kekayaan]
__ADS_1
[Ding,selamat mendapatkan uang 100.000 dan Pil penempa tubuh tingkat: perunggu, dari pertemuan pertama]
"..."