
Yudra yang masih di Landa keterkejutan oleh suara yang di dengar nya sekarang, suara perempuan kaku di kepalanya itu.
"A-apa maksud nya ini?, dari mana suara itu!"
Kata Yudra sambil melihat sekeliling nya tapi tidak ada siapa-siapa.
[Ding, system ada di dalam diri tuan]
Yudra yang mendengar suara itu kembali, lansung berkeringat dingin.
"Woy kalau kamu berani liatin diri kamu ke aku jangan sembunyi aja!"
Teriak Yudra sambil melihat kembali sekeliling nya.
[Ding, tuan tidak bisa melihat wujud system sebelum tuan bisa upgrade ke versi.100 hanya suara system yang bisa tuan dengar untuk saat ini]
"M-maksudnya kamu dalam diri aku?"
Gumam Yudra yang sudah menstabilkan emosinya.
[Ding, benar tuan]
"Jadi begitu! Kenapa kamu masuk ke diri aku?"
Tanya Yudra yang masih belum konek itu.
[Ding, system akan membantu tuan untuk menjadi kuat dan kaya raya, dendam yang selama ini tuan pendam akan system bantu juga menyelesaikan nya secara bertahap]
Yudra yang mendengar itu lansung terlonjak kaget.
"Dari mana kamu tau aku memiliki dendam?"
Ujar Yudra keheranan.
[Ding, karna system sekarang bisa melihat masa lalu tuan dan isi hati tuan]
Yudra yang mulai paham dengan apa yang di dengar nya sekarang perlahan-lahan mulai menerima system juga.
Dengan menghela nafas...
"Hah baiklah, asal mu dari mana dan kenapa kamu bisa sampai terus main masuk ke diri aku saja?"
Gumam Yudra.
[Ding, system mengalami perjalanan Ruang dan waktu tapi saat berada di perjalanan system merasakan keberadaan tuan, karna malas mencari tuan baru system memilih tuan saja, dari mana system berasal belum bisa di beri tau harus upgrade ke versi.250 dulu]
"Ughhhh, kau mencari orang sembarang pilih saja ternyata"Gumam Yudra sambil menggeleng pelan.
[Ding, tidak juga tuan, karna tuan yang system pilih berarti tuan adalah orang yang terpilih]
[Ding, apa tuan ingin menggunakan Pil penempa tubuh]
"Kegunaannya apa?"
Tanya Yudra keheranan.
[Ding, pil penempa tubuh, berguna untuk membentuk kembali tubuh tuan, memperkuat semua vitalitas dan di bentuk ulang]
[Ding, apa tuan ingin telan lansung Pil nya atau system bantu menyerapnya]
"Huhhh Baiklah serap saja"
__ADS_1
Ujar Yudra.
Tiba-tiba dari kehampaan muncul sebuah pil dengan garis-garis emas di setiap sisi nya, tiba-tiba berubah menjadi butiran cahaya ke emasan lalu masuk ke tubuh Yudra.
"Hah nyaman~"
Ujar Yudra tapi setelah itu.
"Krak!"Krak!"Krak!"
"Ughhhhhhhhhh!"
Tiba-tiba dari dalam tubuh Yudra semua tulang-tulang nya benbunyi renyah.
Di luar kesadaran Yudra...
Awan yang memang masih mendung, tiba-tiba petir menyambar-nyambar di atas langit membuat semua orang ketakutan mendengar suara gemuruh yang tidak seperti biasa nya.
Di dalam Rumah sakit....
Tubuh Roy menggeliat tak menentu banyak darah hitam tiba-tiba keluar dari tubuh nya dan tanpa ada yang menyadari karna keadaan Yudra sekarang masih di alam bawah sadar nya.
15 menit kemudian...
[Ding, proses menempa berhasil]
Rasa sakit yang di derita nya tadi lansung berubah dengan rasa yang teramat nyaman,Tubuh yang semula terlihat kurus dan kulit yang kusam berubah dengan tubuh yang sedikit atletis dan kulit bertukar menjadi putih bersih.
"Ukhhhhh, sakit sekali melebihi rasa saat di tabrak tadi"
Gumam Yudra dalam hati.
"System cara keluar dari sini gimana? kenapa gelap sekali?"
[Ding, baik tuan system akan memindahkan kembali kesadaran tuan ke tubuh asli]
Tiba-tiba tubuh Roy di selimuti cahaya putih lalu menghilang di kehampaan.
"Bukkkkk!"
"Aduhhhhh!"
"Kenapa aku bisa jatuh dari atas?"
Gumam Yudra sambil garuk-garuk bokong nya, saat baru pertama kembali sadar lansung terhempas ke bawah.
"Hah tidak usah dipikirkan, aku harus keluar dari sini dulu, rasa nya tidak nyaman sekali"
Kata Yudra sambil melepas semua alat yang menempel di tubuh nya, lalu melepas juga perban-perban yang mengelilingi tubuh Yudra itu.
"Wah ternyata ikut tumbuh juga si Toni ini"
Kata Yudra yang melihat Toninya tumbuh beberapa centi.
Setelah semuanya selesai Yudra melenggang ke kamar mandi pasien yang berada di ruangan nya itu lalu mandi.
10 menit kemudian...
Yudra yang baru siap mandi lansung memakai pakaian nya kembali yang berada tidak jauh dari brankar nya itu.
"Kenapa tiba-tiba sempit sekali?"
__ADS_1
Gumam Yudra saat pakaian nya terasa ketat saat di gunakan itu.
Tanpa pikir panjang Yudra keluar dari Ruangan nya tadi, dia terus melangkah keluar dari Rumah sakit tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap nya.
"Tampan sekali"
Gumam salah satu pengunjung yang tidak sengaja melihat Yudra berjalan itu.
"Selanjutnya"
Kata suster di ruang antrian itu.
"Nomor selanjut nya!"
Kata nya lagi dengan suara yang sedikit di keraskan.
Dengan cepat pengunjung itu terbuyar dari lamunan nya lalu melangkah maju.
***
Di perjalanan pulang Yudra berjalan tanpa menggunakan alas kaki karna tidak menemukan di mana sendal nya berada.
"System, cara ambil uang nya gimana? mau beli makanan sama sendal juga nggak enak kalau kaki ayam begini"
Gumam Yudra dalam hati tanpa memperdulikan tatapan setiap orang.
[Ding, tuan bisa membayangkan uang itu ada di tangan tuan dengan sendirinya nanti akan berada di tangan tuan]
Yudra yang mendengar itu lansung memasukkan tangan nya di saku celana lalu melakukan apa yang di ucapkan system nya tadi.
Tiba-tiba dari tangan Yudra ada selembar uang kertas berwana merah.
"Huwahhhh praktis juga"
Gumam Yudra saat uang itu sudah berada di tangan nya.
Tidak lama Yudra menghampiri salah satu warung yang berada tidak jauh dari nya, lalu membeli Sendal jepit biasa untuk di gunakan nya.
[Ding, mengunakan uang pertama, selamat tuan mendapatkan 100.000 kembali]
Yudra yang mendengar itu lansung bahagia.
"Bukan nya habis malah bertambah"
Gumam Yudra dengan wajah yang berbinar lalu melangkah kembali ingin membeli makanan.
"Buk, nasi bungkus dua, sambal nya campur saja"
Kata Roy yang sudah berada di depan meja kasir itu sambil menyodorkan uang 30.000.
[Ding, selamat mendapatkan 100.000 kembali dari mengunakan uang kedua kalinya]
Tidak lama menunggu pesanan Yudra sudah jadi, lalu dia melangkah kembali pulang ke rumah nya.
"Wahhh tanpa kerja, dengan belanja dan belanja saja terus mungkin bakal kaya mendadak ini"
Gumam Yudra dengan senyum yang merekah, lalu melangkah kembali dengan kantong kresek di tangan nya itu.
Tapi sebelum Yudra melangkah kembali dia mendengar tidak jauh dari tempat nya sekarang ada suara anak kecil yang menagis.
Karna merasa penasaran Yudra mendekati tempat itu.
__ADS_1
[Ding, misi dipicu.....]
"..."