
bunyi alarm membangunkan cewek yang lagi memejamkan mata dibalik selimut.membuka mata berjalan masal menuju kamar mandi,setealh siap jihan menyambar kunci mobil kesayanganya.menuju meja makan
"pagi mi" sapa jihan lalu duduk
"mami gak salah lihat ini pasti halu" sambil mencubit tanganya"auww inibeneran anaknya mami,astaga kalau papi kamu tau pasti langsung di ruqiyah" cerovos zera
jihan memutar bola mata jengah sambil mengambil roti"lebay banget si mi, jihan jyga males bangun jam segini.tu bos rese nyuruh jihan buat nyiapin kebutuhan dia, belum juga jadi istri udah disuruh suruh" sambil mengunyah roti tersebut.
"awas benci jadi cinta beda tipis loh" ucap zera dengan nada meledek
"aku?cinta sama orang yang buat papi begini ogah,amit amit" elak jihan" yaudah jihan pamit berangkat dulu" lalu pergi
Jihan mengendarai mobilnya menuju rumah bos rese .sesampainya disana ia memencet bel tak lama wanita paru baya membukanya.
"permisi apakah ini rumah pak faisal?"tanya jihan sopan karna yang didepanya wanita yang umurnya lebih tua dari dia.
"iya,siapa ya ?" tanya tanya bibi itu
"Saya seketaris pribadinya pak faisal"blas jihan
"ouh,ayo silahkan masuk" ajak bibi itu lalu mereka masuk kedalam
"bi saya boleh nanya"dibals anggukan
"Saya di sini disuruh apa ya?" tanya Jihan
"biasanya mbk sisil kesini buat nyiapin perlengkapan kerja tuan faisal" jelas bibi itu
"fixs jadi babu gue"lirih jihan tapi tetap ter dengar oleh bibi itu.
"mbk tadi ngomong apa?"tanya bibi itu pura pura tak dengar
"hm.... gak papa bik,kamar pak faisal dimana ya?" tanya jihan
"itu di lantai dua puntu warna coklat bertag faisal" jelas bibi itu jihan mengangguk lalu pergi
jihan menaiki satu persatu anak tangga mencari kamar faisal.
"ini kamar pintunya putih semua tu bibi gimana si, tag faisal.nah ini" ucap jihan
__ADS_1
"ini gue harus gimana? asal masuk tar dapet ceramah,tapi disini doang juga gak guna" mengetuk beberapa kali
"bodo ah masuk aja" lalu membuka pintu lalu masu
jihan menatap wajah faisal yang tengah tertidur diranjangnya dan hampir jatuh dengan sigap jihan memopang tubuh faisal supaya tak mencium lantai.sedikit demi sedikit mata faisal terbuka,mata jihan dan faisal bertemu.
"maaf pak kalau mau ngelihatin saya nanti aja,sumpah ini berat banget pak setius gak boong"ucap jihan membuat lamunan faisal bubar langsung berdiri diikuti jihan
"kenapa lu kesini?" tanya faisal
"hm...kan disuruh pak faisal,kata bibi saya disuruh langsung keatas.Saya ketuk ketuk tu pintu tapi gak ada yang buka ini tangan saya jadi merah" sambil menunjukkan tanganya" jadi dayipada tangan saya nanti bengkak saya masuk aja lah pas mau masuk lihat bapak pingin ngium lantai padahal disini ada yang cantik malah milih lantai ya saya tolongin deh " cerocos jihan
faisal bengong mendengar omongan jihan yang tar berhenti,seumur hidup gak pernah ada orang yang berani mengomentari hidupnya. itu semua membuat faisal penasaran sama kehidupan jihan.
"tuh kan bapak bengong lagi" tegur jihan
"hah... emang gue tua banget sampai dipanggil bapak" ucap faisal tak terima
"la kalau saya mangil lo-gue takut gak sopan walaupun sebenarnya saya lebih suka ngomong lo gue si.dan ini bibir keluh banget ngomong formal" curhat jihandan lagi lagi membuat faisal melongo
"ya udah panggil manggil lo-gue aja"ucap faisal santai sambil mendudukan dirinya di ranjang
"spesial ini bocah" batin faisal tersenyum tipis
jihan menghentikan tawanya menatap faisal tak percaya melihat faisal tertawa"serius ini gue slah lihat" lirih jihan
"lihat apa"
"lihat bos senyum, bos kan jarang senyum. dan ada kabar bahwa bos itu suka marah marah, jutek,judes,sombong ,angkuh. tapi jangan marah marah sekarang"
"sia_"
jihan memotong omongan faisal terlebih dahulu" bos jangan marah marah dulu,mending bos sekarang mandi tar jam 9 ada miting sama klien dari singapura,gue mau ngiapin baju dulu" suruh jihan mendorong faisal kearah kamar mandi.
"disini siapa si bosnya,dia apa gue kok gue jadi yang nurut perintahnya"batin faisal
"huft.. capek juga gue bersikap manis sama tu orang but tak apalah buat dapet hati seorang pembunuh"batin jihan
__ADS_1
jihan membuka lemari pakaian faisal disana banyak jas,kemeja,switer, hoodie,celana dll. jihan memilih jas can celana berwarna biru dan kemeja putih.meletakkan nya di ranjang.
tak lama faisal selesai dengan handuk melilit dipinggangnya.jihan yang dati tadi menatap ponsel mengalihkan pandang nya kearah faisal lanngsung heboh
"mami papi mata jihan kotor lihat roti sobek itu but bagus banget kayak punya oppa oppa korea" teriak jihan
"gak usah teriak teriak, keluar jihan gue mau ganti baju mau lihat gue telanjang hah?" goda faisal jihan menggeleng lalu pergi
jihan keluar,faisal terkekeh menatap kepergian jihan seketaris pribadinya,beda halnya saat sisil yang menjadi seketarisnya yang memiliki sikap sebeals duabelas sama faisal sama sama kaku.mereka ngobrol cuman membahas pekerjaan tak ada yang lain.
faisal menatap pakaian pilihan jihan"bagus juga pilihan cewek bar bar"gumam faisa
( Outfit faisal gibran patter)
setelah selesai miting mereka menuju kanyor menyelesaikan tugas masing masing.
🥀🥀🥀🥀
Malam hari telah tiba,faisal kini berada disebuah bar yang ada dikota itu.duduk ditemani beberapa botol minuman karna faktor kebanyakan minum membuat faisal mabuk tapi dia tetep sadar. setengah mabuk lah.
"mas mau Saya temenin" ucap salah satu pegawai itu tang berpenampilan super seksi
"pergi lu,jangan ganggu gue" usir faisal sambil mengambil ponselnya
entah kenapa jati jarinya menyarankan untuk menghubungi jihan.jihan yang mendengar suara deringan hp berdecak kesal tapi tetap mengangkat.
📞" siapa ganggu malam malam,gak penting gue pites lu"
📞" ji_ jihan jemput gue di barxxx"
📞"ngapain disana?"
📞"gak usah banyak tanya,buruan. ini ada tante
ngajak gue kehotel melulu,CEPET"
📞"bentar" memutuskan panggilanya menyambar hodiee dan kunci mobil lalu capcuss menuju bar xxxxx
__ADS_1
***bersambung........
jangan lupa like, komen***.