Balas Dendam Untuk Ayah

Balas Dendam Untuk Ayah
:2


__ADS_3

Jangan lupa like,coment✌


jangan lupa tinggalkan jejak❤


untuk menghargai sang Author.....


Kila dan Bastian kini tengah berada disamping mobil Bastian.


"kenapa si lu malah narik tangan gue?,"Tanya Kila yang menatap kesal Bastian.


"mau nganter pulang"


"Gue bisa pulang sendiri"


"gak ada penolakan,ayo "ucap Bastian langsung masuk kemobil tanpa mendengar jawaban Kila.


Kila berdecak kesal memasuki mobil tapi bagian belakang mendudukan diri dengan kasar,Bastian langsung menengok kebelakang.


"Lu kira gue supir lu?"


"gak"


"duduk di depan "


"Gak mau"


"Duduk didepan atau gue cium"ancam Bastian yang membuat Kila langsung melotot.


"iya iya"


Kila bukannya keluar buka pintu depan langsung duduk manis la ini malah langsung kedepan dan duduk dengan kasar membuat Bastian melongo geleng geleng kepala melihat tinggah Kila yang sungguh bar bar.


"astaga tingkahnya"gumam Bastian sambil menjalankan mobilnya.


○●○●○●○●○


Faisal dan Bastian kini berada cafe yang ada dikota itu.Faisal meminum flavoured soda lalu meletakkan kembali ke meja.


"Lu mau denger fakta lain gak?"Tanya Bastian diangguki Faisal.


Flasback on


Bastian tengah mencari powerbank yang berada di dashboard mobilnya mengobrak abrik kesana kemari dan akhirnya menemukannya.

__ADS_1


"Nah ketemu,kek jalangkung lu ngilang ngilang mulu"menancapkan kabel PB di tancapan buat ngisi daya di ponselnya meletakan di atas dashboard mobil.


Bastian tengah berada diparkiran mall, menyandarkan diri dikursi pengemudi memejamkan mata lalu membukannya menatap sosok berpakaian hitam dari celana, hodiee,dan kaca mata hitamnya dengan rambut yang digerai yang berambut pendek yang berambut panjang dikepang jadi dua. memasuki mobil melajukan dengan kencang.


tanpa pikir panjang Bastian langsung menancap gas mobil mengikuti mobil berwarna putih merah itu.berhenti disebuah gedung tua, terbukannya pintu mobil menampakan dua gadis itu memasuki gedung tua itu dengan canda tawa tak ada rasa takut sedikitpun.


Bastian turun dari mobil melangkah mengikuti langkah gadis gadis itu, mereka memasuki ruangan gelap dan melakukan hal itu kepada Kevin, mata Bastian membola menatap kejadian yang gak pernah ia bayangkan ia melihat 'pembunuhan ' WHAT THE FACK.


Bastian menatap kearah pintu yang terbuka menampilkan sosok berbaju hitam yang tengah menyeret jasad yang diklaim itu Kevin.dengan gerakan cepat Bastian ngumpet di balik kerdus kerdus lama yang berjejer disana.


Saat mendengar derapan kaki menjauh Bastian keluar dari tempat persembunyiannya tapi ia kembali lagi ngumpet karna mendengar suara pintu terbuka menampakan dua gadis yang tengah berjalan santai.


Bastian mulai bangkit mengikuti mereka, memasuki ruangan yang terlihat kusam bersembunyi dibalik tumpukan karung yang berisi batu bata.


"Hallo Jal*ng "Sapa Kila tersenyum smirk menatap Monika yang tengah diikat.


"BANGSAT LEPASIN GUE"


"Iya bentar"


"lu apa gue yang main"Tanya Kila kepada Jihan yang menengok kearahnya.


Jihan menujukan dirinya dengan semangat "gue yayayaya"Kila mengendus lalu menganggullk malas membuat Jihan bertepuk tangan seperti anak kecil lalu menatap Monika dengan senyum smirknya.


Teriak Jihan diiringi Tawa yang membuat semua yang mendengar merindung disana,tak cuman Monika tapi Kila dan lainnya juga tak lupa juga orang yang lagi ngintip.


"gila ketawa aja serem banget"batin Bastian.


Jihan berjalan kearah Monika yang gemeteran menambil sesuatu dihodiee hitamnya mengeluarkan pisau kecil yang sangat tajam menatap Monika kembali lalu membuang kaca mata hitamnya asal asalan membuat kaca mata itu rusak,Kila yang melihat menatap miris kaca mata itu.


"maafin mama nak harga kamu sama halnya dengan ipone mama hiks"batin Kila menatap sendu kaca mata itu.


Jihan berjalan mendekat ke Monika yang menatap kebinggungan karna Jihan berjongkok mensejajarkan dirinya dengannya.


"L-lu mau apa?"Tanya Monika gemeteran


"bentar gue mau main dulu"


"Ma-maksud lu ap___Arghhhh"teriak Monika dikala pisau itu menyayat pipi mulus Monika yang kini menjadi merah.


"BE-BERHENTI hiks BANG-BANGSAT"teriak histeris Monika dengan air mata yang bercampur dengan darah segar yang mengalir disana.


"Ssttt diem bentar lagi jadi"ucapnya tanpa menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Yes jadi,hahaha"teriak nya kesenangan berdiri menatap karyanya yang bertulis dipipi kanan Monika.


"*****"gumam Kila membuat Jihan menengok tersenyum kearahnya.


"baguskan?"membuat Kila mengangguk


"lalalalalala"nyanyi Jihan dengan santai tapi itu bertanda permainan segera dimulai.


Jihan memposisikan dirinya dibelakang Monika menyentuh kedua pundak Monika yang gemeteran membuatnya terkekeh.


"kok gemteran ada gempa kah?"


"le-lepasin gue"lirih Monika


"iya bentar lagi gue bakal yang menjadi orang yang ngelepasin lu dari dunia ini,haha"


"Lu lepasin gue"lirih Monika


"pilih satu atau dua?"Tanya tegas Jihan


"Ma-maksudnya?"


"GAK USAH BANYAK BACOT PILIH SATU ATAU DUA" teriak Jihan membuat Kila dan dua bodyguard tutup telinga.


*satu atau dua pilih aku atau dia yang engkau suka kek lirik lagu,fokus fokus* batin Bastian.


"Sa-satu"lirih Monika membuat Jihan berdecak kesal melangkah kedepan Monika dan....


Dor


Jihan menembak kepala Monika hingga mengeluarkan darah segar berdecak kesal menatap Kila yang terkekeh.


Maksud dari satu dan dua yaitu jika target memilih angka satu ia akan langsung mati,jika memilih angka dua ia akan tetep hidup tapi mati perlahan.kalau musuh tau arti pilihan antara satu dan dua ia pasti lebih memilih angka satu,dan itu juga yang membuat Jihan dan Kila kadang kesal milihnya satu kadang membuat jiwa psyopatnya belum terpenuhi.


"Bawa dia kepenangkaran buaya" Suruh Jihan sambil mengusap datah yang ada di tanganya dengan tisu.


"Gue cabut dulu ya, jangan sampai bunuh diri gara gara patah hati, Bye bye " Langsung lari daripada dengar teriakan lengking Kila


"SIALAN LU" teriak Kila.


Flasback off


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak❤


__ADS_2