
Di bawah cahaya dua sinar rembulan yang berbeda di malam hari, di tengah indahnya gemerlap bintang yang bertaburan, Rayner menyusuri jalanan Kota Eidenburgh.
Dia tak henti menghembuskan nafas berat, badannya bermandikan keringat walaupun udara cukup dingin. Kondisinya itu menandakan seberapa berat ia tertekan oleh situasinya kali ini. Selama perjalanan dia terus memikirkan nasib mantan tunanganya, Alisa.
Kota Eidenburgh yang Rayner singgahi adalah Kota kecil yang berada ditengah-tengah jalur gandum emas yang menyambungkan perdagangan Wilayah utara dengan Wilayah Coeden.
Wilayah Coeden, tempat perkampungan Alberic berada, adalah tempat Rayner kembali pulang. Namun secepat apapun Rayner berusaha kembali ke Alberic, kudanya tetaplah mahluk hidup yang membutuhkan istirahat dan makan. Karena itulah ia memutuskan untuk beristirahat di Kota Eidenburgh, Kota pemberhentian paling favorit seluruh pedagang yang melewati jalur gandum emas.
Gratis pajak masuk dan banyaknya penginapan dengan lahan parkir yang luas, membuat Eidenburgh menjadi tempat paling favorit pedagang keliling untuk singgah. Pertukaran informasi, rumor, dan barang terus mengalir dengan cepat di Eidenburgh, membuat Kota ini hidup dan berkembang pesat. Hal itu membuat Eidenburgh yang dulunya hanya sebuah desa kecil, kini menjadi Kota perdagangan yang sangat ramai.
Di depan sebuah penginapan, Rayner memasrahkan kuda dan keretanya kepada seorang pelayan dan pergi memasuki penginapan.
Penginapan Beruang Putih, adalah penginapan terbesar di Kota ini. Selain besar, fasilitas pelayanan yang penginapan ini berikan adalah yang terbaik di Kota ini. Kamar yang jauh dari kandang kuda, dekorasi yang tak berlebihan, dinding kayu yang tebal, masakan enak, dan pelayan yang ramah, membuat penginapan ini menjadi yang terbaik di Kota Eidenburgh.
Berbeda dengan ruang penginapan yang sepi dan damai, di samping kirinya terdapat restoran yang sangat bising yang juga milik penginapan Beruang Putih ini.
Melihat Rayner memasuki penginapan, wajah keriput pemilik penginapan tersenyum hangat. Sebelum berbicara dengan Rayner dia membisikan sesuatu kepada salah seorang pelayan. Setelah mendengar yang tuannya katakan, pelayan itu pergi menjauh ke belakang.
Tidak mempedulikan hal itu, Rayner menyapanya dengan Ramah.
"Selamat malam Tuan Lancaster, apa ada kamar yang kosong?"
"Selamat malam tuan muda. Tentu ada, kami selalu membiarkan 1 kamar VIP kosong untuk keluarga anda"
Penginapan ini adalah penginapan langganan keluarga Alberic selama bertahun-tahun, hampir setiap bulan anggota keluarga Alberic yang pergi berdagang menginap di tempat ini.
"Terima kasih, Tuan Lancaster. Kalau begitu aku ingin menginap semalam, dan tolong mintakan pelayan untuk bangunkan aku pagi-pagi sekali. Aku harus bergegas menuju Alberic."
Rayner ingin sesegera mungkin tiba di Alberic. Selain itu, ada sesuatu yang Rayner hindari di Kota ini.
"Tentu tuan."
__ADS_1
Orang tua berjanggut putih itu memimpin Rayner menuju kamarnya. Di sisi lain, pelayan yang menjauh tadi kini pergi berlari keluar penginapan.
~X~X~X~X~
Pada masa ini penerangan yang digunakan manusia pada malam hari bukanlah lampu minyak maupun lilin. Dunia ini memiliki material bebatuan yang disebut Chlorophane, sebuah batu yang menyala terang dalam gelap.
Di dalam kamar panginapan yang diterangi cahaya biru batu Chlorophane, Rayner kembali duduk termenung. Sesekali matanya melihat keluar jendela, melihat dua bulan yang indah berdampingan yang entah mengapa membuat rasa sesak di hatinya timbul.
Alisa, satu-satunya gadis yang dia cintai sedang disekap di ruangan yang gelap dan lembab sekarang. Pikiran Rayner dipenuhi dengan pertanyaan, apakah Alisa sudah makan? Apakah pangeran tidak menyiksanya hari ini?
Mengingat luka-luka di tubuh Alisa, terutama jarinya, membuat dada Rayner terasa sangat sesak. Dia ingin sekali melampiaskan emosinya ini ke wajah seseorang yang menyiksa kekasihnya.
Setiap malam, rasa dendam dan dengki di hati Rayner terhadap Pangeran semakin besar. Menghancur harga dirinya dan menginjak-injak wajahnya, adalah salah satu impian terbesar Rayner saat ini.
Enam bulan adalah waktu yang sangat lama bagi Rayner untuk bertemu Alisa kembali. Namun, enam bulan adalah waktu yang sangat sedikit untuk menyelesaikan masalahnya saat ini dan mengumpulkan uang.
Tunangan Rayner yang baru adalah masalah utamanya yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Keluarga Viscount Eidenburgh dan keluarga Baron Alberic memang memiliki sejarah kerja sama yang panjang. Tapi, dia tidak pernah berpikir akan tiba saatnya dimana keluarga Eidenburgh menginginkan keluarga Alberic menjadi bagian dari keluarga mereka.
"Setidaknya, mengapa harus di zamanku? Dan mengapa aku yang menjadi korbannya?"
Rayner mengutuk nasibnya.
Viscount Eidenburgh mengajukan pertunangan karena didorong oleh rasa balas budi mereka. Keluarga Alberic dianggap sebagai penyelamat keluarga Viscount Eidenburgh 50 tahun lalu.
Eidenburgh dulunya hanyalah desa berpopulasi 100 orang, sebuah desa yang hampir mati. Tidak ada sumber daya utama dari desa ini, tanahnya yang tandus membuat mereka tak bisa bercocok tanam. Berada di dataran Arthemis juga membuat desa mereka jauh dari tambang. Mereka hanya hidup dari hasil ikan tangkapan yang mereka pancing di sungai Leideien yang mengalir di sepanjang dataran Arthemis.
Namun, semenjak jalur gandum emas ditemukan oleh keluarga Alberic, jalur yang dibuat dengan tujuan mempermudah peredaran gandum ke seluruh wilayah kekaisaran itu, membawa berkah tersendiri untuk desa Eidenburgh.
Desa Eidenburgh yang berada di tengah-tengah jalur tersebut perlahan menjadi ramai dengan pedagang yang singgah untuk istirahat. Populasinya terus bertambah, dan kini mereka punya pehasilan utama yang berasal dari penginapan. Desa Eidenburgh yang sepi pun tumbuh pesat menjadi Kota perdagangan.
__ADS_1
Keluarga Eidenburgh yang saat itu menjabat sebagai kepala desa pun dipromosikan menjadi Walikota dan diberi gelar Viscount.
Di sisi lain, Keluarga Alberic menerima lamaran itu karena rasa tersanjung yang sangat tinggi kepada Keluarga Eidenburgh.
Memang terasa seperti mimpi keluarga Baron akan mendapat kehormatan menjadi bagian keluarga Viscount yang gelarnya tentu lebih tinggi dari mereka. Perbedaan gelarlah yang membuat Keluarga Alberic dengan senang menerima lamaran tersebut.
Rayner yang menjadi korban, kini ia berpikiran untuk membatalkan pertunangan tersebut, dan kembali kepada Alisa.
Rayner berpikir jika rencananya untuk menyelamatkan Alisa terdengar oleh Tunangannya yang sekarang, pasti kepalanya akan lepas dari badannya.
Selain itu, Ayahnya juga pasti tidak akan setuju bila Rayner meminta uang untuk membeli Alisa. Karena harga diri Ayahnya yang tinggi dan demi menjaga perasaan keluarga Viscount Eidenburgh, Ayahnya pasti menolak keinginan Rayner.
Bahkan jika Rayner mengumpulkan uang sendiri, butuh sedikitnya 8 tahun untuk dia membeli Alisa. Saat ini, Bangsawan yang jatuh menjadi budak akan dihargai sangat mahal di pasaran, terlebih lagi Alisa mempunyai wajah yang cantik.
"Ah.... Sial! Ini jalan buntu untukku!"
Sekali lagi, Rayner mengutuk nasibnya.
Walau begitu, dia ingin segera pulang, bersujud dan memohon kepada Ayahnya. "Bahkan, jika aku tak bisa bersama Alisa, kuharap dia bisa hidup bebas," pikir Rayner.
Namun, bagaimanapun juga untuk membeli Alisa diperlukan sekitar 10.000 koin emas, yang setara dengan 65%kekayaan keluarga Alberic.
"Sial... Ayahku pasti akan membunuhku."
Untuk kesekian kalinya, Rayner mengutuk nasibnya.
"Tuan, wajahmu seperti gandum layu di musim panen."
"Hah?"
Rayner terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Mendangakan wajahnya, dia melihat seorang Gadis tengah berdiri di depannya. Mata tajam gadis itu memandang rendah Rayner yang terlihat menyedihkan.
__ADS_1