
Revan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk sembari melangkah keluar dari kamar mandi milik Ray.
"Kau mau menggunakan bajuku?" Tanya Ray terkikik meledek.
"Tidak!" Jawab Revan sedikit ketus, sedari tadi Ray terus menertawakannya.
Revan memilih mandi di apartemen Ray sebelum kembali ke rumah. Bukan tanpa alasan, seusai melepaskan hasratnya dengan Kyara, tubuh Revan penuh dengan keringat bercampur aroma tubuh Kyara, ia tidak ingin Angela menyadarinya.
Revan meringis, ia seperti sudah sangat berpengalaman berselingkuh.
"Kau mau menyemprotkan parfum ku?" Tawar Ray lagi dan mendapat pelototan dari Revan.
"Pulanglah, sebelum istrimu menelfonku lagi." Tegur Ray, karena Angela sempat menghubungi Ray dan bertanya apa Revan ada di tempatnya, maklumi saja, Revan mematikan nada dering handphone nya sejak pagi, tidak ingin diganggu, membuat istrinya bertanya-tanya kenapa pria itu tak juga merespon panggilannya.
"Hmm... See you next week and thank you...," Pamit Revan sebelum pulang.
"Hmm... Enjoy your holiday broo...," Jawab Ray menepuk pundak Revan.
"Jangan lupa pake kond*m, jangan hamilin Angela loe, pusing nanti 2-2nya tetdung...," Ejek Ray lagi.
"Bac*t loe Ray...," Teriak Revan.
Revan dan Angela akan pergi liburan ke negeri Sakura mengikuti permintaan Angela yang memang sangat senang pergi liburan. Mereka biasa akan pergi setahun 2-3x. Dan ini sudah direncanakan setengah tahun lalu.
"Sayang... Akhirnya kau pulang. Aku baru saja mempersiapkan kopermu," Sambut Angela bersemangat dan merangkul lengan Revan yang baru saja tiba di rumah.
Revan tersenyum kecil dan mencium kening istrinya, seperti biasa ia lakukan.
"Apa kau bisa tetap pergi? Aku lihat pekerjaanmu belakangan sangat sibuk." Ujar Angela.
Revan berdeham kecil saat Angela menyinggung pekerjaannya. Ia memang sibuk, tapi bukan untuk pekerjaan, melainkan berselingkuh.
Revan mengernyit memikirkan kata selingkuh. Seumur hidup, ia tidak menyangka ia bisa melakukan hal tidak manusiawi seperti itu. Ia sudah berselingkuh tanpa sengaja dan kemungkinan besar memiliki anak dari Kyara.
"Tentu saja bisa. Kau tidak usah mengkhawatirkan pekerjaanku," Jawab Revan dengan lembut.
"Hmm... Nanti kita ke Disneyland yahhh... Pokoknya aku mau seharian di sana...," Ujar Angela seperti anak kecil yang kegirangan.
__ADS_1
"Ikuti apa katamu...," Jawab Revan tersenyum.
Angela memeluk erat suaminya, tanpa sedikitpun rasa curiga dan tidak menaruh pemikiran negatif terhadap perubahan aktifitas dan sikap Revan belakangan ini.
Angela hanya mengira Revan sedang sibuk dan stress bekerja, dan ia memakluminya. Apalagi ia sudah bersama dengan Revan selama hampir 13 tahun dan selama itu pula, Revan tidak pernah membuatnya kecewa.
Revan adalah pria yang setia dan gigih bekerja. Tidak pernah ia melihat Revan melirik wanita lain, merekapun menikah saat Revan sudah mapan, memiliki rumah dan terutama sudah mendirikan perusahaannya sendiri dengan stabil.
Angela sangat mencintai dan membanggakan Revan, ia merasa sangat beruntung memiliki pria bertanggung jawab seperti Revan.
"Oh ya... aku menemukan tiket parkir di saku celanamu beberapa hari lalu, Apartement Savora, siapa tinggal di sana?" Tanya Angela tiba-tiba.
Revan terhenyak sesaat. Itu pasti tiket karcis saat ia pertama kali datang ke tempat Kyara.
Sebenarnya apartement itu memang sudah lama menjadi incaran Revan, tapi ia terpaksa dengan cepat dan tiba-tiba membelikan satu unit apartment dengan keadaan full furnished setelah Kyara pingsan dan ia berjanji untuk menempatkan Kyara di apartementnya, dan tentu saja Angela tidak mengetahui hal itu.
"Teman sekolah kita tinggal di sana, waktu itu dia mengundang makan malam bersama dengan teman lain, Ray juga ikut." Jawab Revan tak sepenuhnya berbohong.
Jika ia mengatakan apartment itu miliknya, ia yakin Angela akan memaksa untuk membawanya mengunjungi apartment itu.
"Aku kira kau membelikannya untuk menghadiahiku..., bukankah dulu kau bilang kau menyukai apartment di sana?" Tanya Angela.
"Benar juga... hmm...,"
"Oh ya, aku lupa bertanya waktu itu. Saat reuni kalian, apa Kyara juga ikut?" Tanya Angela tiba-tiba dengan polosnya.
Revan menegang mendapat pertanyaan itu. Sudah 5 bulan reuni itu berlalu, tapi kenapa istrinya baru bertanya sekarang, apa Angela sudah mulai curiga atau menemukan bau-bau perselingkuhannya dengan Kyara?
"Hmm... Aku agak lupa, sepertinya dia hadir. Kami sangat ramai waktu itu, jadi tidak terlalu ingat...," Jawab Revan lagi dengan jantung deg-degan.
Tak heran Angela mengenal Kyara, ia tahu suami setianya itu hanya punya satu mantan dan cinta pertama, siapa lagi jika bukan Kyara.
Bahkan saat awal-awal mereka berpacaran, Revan masih sesekali menangis dan terluka karena diputuskan Kyara.
"Hmm baiklah, kau mandi sana lalu kita makan malam bersama...," Ucap Angela mengakhiri 'sesi introgasi' nya pada Revan.
...***...
__ADS_1
Dua Minggu Kemudian....
Perut Kyara semakin hari semakin cepat membuncit. Ia mengelus perutnya dengan lembut sembari menikmati makan siang di kantor.
Kyara menutup bekal makanannya yang disiapkan setiap hari oleh Bu Ana. Kyara mengakui, dirinya sangat terbantu dengan kehadiran Bu Ana yang membantunya mengurus rumah dan memasak.
Kyara menyandarkan tubuhnya ke kursi, pinggangnya mulai terasa sering pegal.
"Haiii, makan apa hari ini?" Tanya Nathan menghampiri Kyara di ruangnya. Sudah 2 minggu pula Kyara bekerja di kantor milik Nathan sebagai assisten HRD. Nathan sengaja menempatkannya di situ karena beban pekerjaan yang lebih ringan dan tidak perlu banyak kegiatan keluar.
Kyara memperhatikan karyawan lain yang menatap sinis padanya. Tak heran, semuanya tahu Kyara diterima secara khusus oleh Nathan di sana, apalagi Nathan sering menghampiri dan mengajak Kyara berbincang-bincang, bahkan pria muda itu beberapa kali mengantar Kyara pulang.
Kyara awalnya merasa risih, tapi ia butuh uang untuk melanjutkan hidupnya bersama calon bayi yang terus berkembang dengan cepat.
Kyara tidak peduli harus menerima sindiran, sinisan ataupun gosipan yang beredar di kantor tentangnya, apalagi Kyara sedang hamil, adapula yang mengatakan itu adalah anak Nathan.
"Bu Ana menyiapkan nasi tim ayam hari ini...," Jawab Kyara dengan senyum lebar.
"Wahhh... lain kali bawakan dua, aku mau juga...," Pinta Nathan dengan manja, sudah terlalu nyaman dengan Kyara.
"Boleh...," Jawab Kyara dengan senang hati. Ia merasa bersyukur bertemu lagi dengan Nathan, seakan Tuhan memang sengaja mempertemukan ia dengan orang-orang baik di sela kesusahannya.
"Aku antar pulang hari ini ya Kak Key...,"
"Okeeeyyy... Tapi aku mau mampir ke minimarket dulu, ada yang mau aku beli...,"
"Tidak masalah Kak Key... Waktu ku selalu ada untukmuuuu...," Jawab Nathan mengedipkan matanya pada Kyara.
"Iuuuuhhhh....," Response Kyara geli mendengar Nathan yang semakin hari semakin sering menggombal, untung saja Kyara sudah terbiasa dengan kenarsisan Nathan itu.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue~