
Satu bulan kemudian.
Herlin menatap nama peluang garis merah di atas kehamilan yang kemarin ia beli.
mampus! produk Erlin pada dirinya, ia tak bisa membayangkan jika Ibunya dan Luci mengetahui jenis hamil!!
Herlin sudah menduga ini sejak seminggu yang lalu, ia terus mual dan pusing Dan untuk memastikan ketakutannya Ia pun membeli alat tes kehamilan ini.
Tangen Herlin memegang meja rias nya, rasanya ia tidak bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
"HERLIN MITA SUDAH ADA DI DEPAN!"
teriakan Devi membuat Erlin kembali tersadar dari lamunannya segera Herlin memperbaiki perasaan nya. ia meraih botol mineral di atas meja dan meneguk nya sampai habis.
Herli memasukkan tes kehamilan itu ke dalam laci meja riasnya dan segera membuka pintu lalu keluar dari rumah nya.
Devi hanya menatap kepergian Herlin dengan datar.
Herlin sudah bekerja di sebuah kafe, itu sebuah perekat bantuan mereka tetangga baru nya, yang sangat baik hati.
"Ayo kita berangkat sekarang," ucap Herlin sambil tersenyum pada Mita.
"Ayo," Mita memberikan helm pada Herlin .
mereka pun pergi bekerja menggunakan motor matic milik mita.
di perjalanan, Herlin merasa mual lagi tapi ia tahan sekuat tenaga.
Sesampainya di kafe. Mereka pun masuk dan segera bekerja. kafe belum buka, Akan di buka setelah semua nya sudah siap.
saat herlin sedang membersihkan meja, kepalanya tiba-tiba sangat pusing.
beberapa kali Herlin menggeleng kecil untuk menghilangkan rasa pusing itu. namun kali ini ia tidak bisa menahannya .
Mita yang melihat itu segera menghampiri Herlin. belum sempat bertanya hal dan sudah jatuh pingsan.
Brukhhh
"HERLIN!" Teriak Mita, membuat semua kenangan menatapnya dan segera berlari saat melihat Erlin sudah jatuh terkapar di lantai.
**********
"Bagaimana, Apa kau tidak membalas dendam adikku?"
Richard yang sedang fokus bekerja mengalikan pandangannya kepada Resita yang baru datang masuk ke dalam ruangannya.
"Iya,". jawab Richard singkat lalu ia kembali fokus pada laptopnya.
"bagus. adikku harus berada di kursi roda dalam jangka waktu yang lama sial, aku tidak tega melihat nya," ucap Resita sambil duduk di kursi depan Richard.
"apa yang membawamu kemari?" tanya Richard tanpa menatap istrinya. Richard ingat, hari ini istrinya ada penerbangan di Eropa. begitu Katanya semalam.
Resita menaikkan alisnya sebelah saat mendengar pertanyaan konyol dari suaminya. "Bukankah aku berhak ke sini kapan saja?" tanyanya
"tentu. tapi tidak biasanya ini hari Jumat. bukankah kau akan menjenguk mantan terindahmu itu ha?" tanya Richard kali ini ia menatap kasih tahu dengan data.
__ADS_1
"Oh iya. Untung kau mengingatkanku, kalau begitu aku pergi dulu, dan ya nanti malam aku sudah berangkat," ucap Resita tanpa rasa bersalah ia berjalan keluar tanpa menoleh sedikitpun kepada Richard.
tanggal Richa semakin erat menggenggam bolpoin itu.
membuat benda itu patah segitiga membuat pria itu meraih benda itu patah seketika.
Drttt..
dering ponsel Richard membuat pria itu meraih benda pintar itu dan segera mengangkat panggilan dari sang Mama.
"Richard. pulang nanti, kau datang kediaman tua ya.
kakekmu mengadakan acara makan malam ,"
" Iya Ma,"
"jika istrimu sudah bersedia mendengar sindiran mengenai anak, maka ajaklah dia sekalian ,"
Richard membuang nafas kasar mendengar ucapan mamanya, dan sekali lagi ia hanya mengatakan " Iya ma,"
"Oke. see you."
Richard meletakkan ponselnya lalu menatap pintunya diketuk sambil mengucapkan. "masuk!"
setelah mendapat izin, Demian masuk membawa
tablet besar yang berisi informasi yang mungkin saja penting.
"ada apa?" tanya Richard to the point.
Richard hanya menaikkan alis sebelahnya. ia menatap damian kesal . "apa kau sudah tidak punya pekerjaan lain sehingga informasi tidak penting itu harus kamu lakukan kepadaku? lagi pula bagus kemudian meninggal!" ucap Richard lalu mengambil menatap laptopnya.
Demian menyimpulkan jika Nona Resita tidak memberitahu soal ini pada Richard. membuat Demian sedikit pasien kepada Herlin yang sudah menjadi korban tanpa mereka sadari!.
Demian pun keluar dari ruangan Richard. ia kembali mengerjakan pekerjaan yang tertunda.
dan setelah dingin keluar. menyadari sesuatu untuk apa dia membalas dendam istrinya jika yang bersangkutan sudah meninggal?
ah sial. Resita tak memberitahukan ini padanya ucap Richard sedikit merasa kesal.
*************
Herlin terbangun dari tidurnya, dia menatap semua ruangan yang serba putih ini.
dan Herlin melihat ibunya dan lucky menatapnya tajam .
"Bu, aku dim-"
Plak!!!!
Belum sempat Herlin menyelesaikan pertanyaannya. Ibunya sudah menamparnya terlebih dahulu.
"kau memalukan Herlin!
Siapa ayah dari anak yang kau kandungan hah?" desak Devi yang sudah sangat emosi.
__ADS_1
Herlin sangat kaget
mendengar ucapan ibunya!
pasti dokter yang telah memberitahukan ini pada ibu dan abangnya!
ah sial!
nyawa Herlin dan bayinya bisa terancam!
Haruskah Herlin mengatakan jika ini adalah anak dari Richard? apa ibunya akan percaya?
" jawab sialan, sebelum kau ku bunuh!" sungguh Lucky yang langsung mencengkram baju Herlin.
Herlin semakin ketakutan apalagi melihat mata Luki yang memerah, sangat tidak bersahabat!
Plak!
"JANGAN DIAM SAJA SIALAN!" Lucky menampar Herlin saat Gadis itu tak mengatakan apapun.
Herlin hanya bisa memegang pipinya yang memerah karena tamparan Lucky yang benar-benar keras!
" HERLIN JAWAB IBU SIALAN!" tekan Devi lagi.
Herlin menelan susah payah ludahnya dan menatap ibunya sama abangnya dengan.
"R-Richard Ayah bayi ini,"ucapin dengan terbata-bata , ia sangat takut.
"APA? TIDAK MUNGKIN!" teriak Devi tak percay, ia tau betul siapa itu Richard keluarganya sangat tidak bisa di singgung!
""I-iya Bu, Dia sudah melecehkanku," ucap Herlin lagi, setelah mengumpulkan keberanian dirinya.
"Apa kau sudah menjual tubuhmu pada dia? tidak mungkin Richard mau tidur bersama garis kotor sepertimu. istrinya saja sangat cantik, Apa kau paham!" ucap Lucky, ia menuduh Herlin yang tidak tidak.
Herlin hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Abangnya. Apakah dia terlihat begitu rendah?
jika yang mengatakan itu orang lain maka Herlin masih bisa menerimanya, tapi ini lucky, kakaknya!!!
"Ibu nggak mau, tahu kamu harus menggugurkan janin!""
Herlin sangat kaget mendengar ucapan ibunya.
"gugurlah kandunganmu! jangan sampai kau membawa aib masuk ke dalam rumah Herlin cukup kamu saja yang menjadi beban sialan!" sarkas Devi.
air mata Herlin keluar begitu saja apa dia akan setia itu untuk menuruti kemauan ibu?
"LAKUKAN APA YANG DI KATAKAN IBU HERLIN JIKA KAU MASIH INGIN HIDUP!" ancam Lucky dengan tatapan membunuhnya.
Bagaimana ini?.
jika Herlin tidak menggugurkan kandungannya yang hanya juga akan terancam.
Herlin menutup matanya dalam. ia berdoa pada sang pencipta.
" Ya Allah bantu aku," lirik Herlin.
ia akan mengambil keputusan besar dalam hidupnya!!
__ADS_1
Bersambung....