
Aku tidak akan menggugurkan kandungan kubu aku akan membesarkannya dan merawatnya dengan tanganku sendiri ucap Herlin
Devi dan Lucky seketika menatapnya sangat tajam soalnya tak terima dengan keputusan Herlin
"IBU NGGA AKAN BIARIN HERLIN KAMU PULANG KE RUMAH, SIALAN! KAMU NGGA PERNAH BERGUNA DAN CUMA JADI BEBAN, SEKARANG BAWA AIB LAGI!" Teriak Devi . Membuat Herlin hanya bisa menunduk.
"Kita nggak bisa meminta pertanggung jawaban Pak Richard Bu, aku nggak mau yakin kalau dia yang sudah melakukan hal itu pada Herlin. kalau pun benar, pasti Herlin yang melempar tubuhnya ke kasur begitu saja!" sarkas Lucky. membuat hati Herlin kembali sakit.
"Setelah ini kamu pulang, dan ambil semua barang-barang kamu! pergi dari rumah Ibu! aku nggak mau numpang dosa besar!" tegas Devi
membuat Herlin semakin menunduk takut.
Devi dan Lucky langsung meninggalkan ruangan Herlin membuat badan gadis itu.
Herlin menyentuh perutnya. satu-satunya nyawa yang masih mengharapkan nya adalah janin yang ada di kandungnya.
Herlin mengangkat bibir nya, ia tersenyum kecil, tangannya mengelus perutnya dan berkata." kita hanya akan hidup bersama sayang. Bunda janji akan memberikan mu kasih sayang yang berlimpah hingga nasib mu tak seperti Bunda,"
Herlin pun memperbaiki posisi nya. ia berbaring, sambil menunggu infusnya habis.
Herlin menutup matanya, meratapi semua nasibnya yang selalu berakhir dibuang.
Pertama orang tua kandungnya. entah dosa apa yang Herlin lakukan hingga ia tega dibuang begitu saja, tapi beruntungnya, hutama mengadopsinya dan membesarkannya menjadi seorang gadis yang sangat penyabar.
Dan sekarang, Herlin kembali dibuang lagi, karena kesalahan yang tidak ia sengaja.
Dua jam kemudian.
Herlin menarik koper nya, di atasnya ada tas kecil.
Seperti kata ibunya dan kakak nya, Herlin harus pergi dari rumahnya jika tidak ingin menggugurkan janin nya.
Herlin tidak merasa sedih sama sekali. begitu cepat ia menerima takdirnya dan sangat mudah baginya untuk menawarkan perdamaian pada takdir. Herlin sudah memaafkan ibunya, kakaknya, dan juga pria yang telah menodai nya.
Herlin hanya akan fokus kepada kesehatannya juga sang bayi, agar mereka bisa hidup dengan.
Herlin berjanji pada dirinya untuk bekerja keras, dan memberikan kasih sayang kepada anak nya.
Semua Terdengar sangat mudah, tapi sebenarnya sedikit rumit. tapi bukan berarti tidak bisa! pikir Herlin.
__ADS_1
Herlin menaiki bus dan duduk dengan tenang. ia menutup matanya di kursinya dan menikmati perjalanan.
Sementara Herlin menatap kehidupan barunya. Richard malah disuruh membuat sebuah kehidupan oleh nenek dan kakek nya.
Tuhan besar Robinson dan nyonya besar Robinson, yakni nenek dan kakek Richard tak henti-hentinya terus menekan pria itu untuk segera menyuruh istri Richard hamil .
"Kakek akan memberikan hak Tahta pewaris pada Rehan jika kau belum mempunyai keturunan Richard," ucap sang kakek Richard hanya membuang nafas kasar.
Rehan adalah adik Richard yang berprofesi sebagai seorang polisi. adiknya itu cukup membangkang, karena tidak mau memegang perusahaan, atau anak perusahaan dia lebih memilih mengejar profesinya.
Jika Richard bisa melawan kedua orang tuanya, kali ini ia tidak bisa melawan kakeknya.
"Iya kek. Richard usahakan ya!" Hanya itu yang bisa Richard katakan.
"Kek, aku akan membawa calon istriku ke sini, kakek pasti senang bertemu dengannya," ucap Rehan yang duduk di dekat neneknya.
"Iya, bawa ke sini," ucap sang kakek terdengar antusias. Rehan tersenyum senang.
"Apa kau tidak malu, membawa wanita tak berpendidikan itu ke hadapan kakekmu," Ucap Elisa. Terdengar sangat sinis, namun Rehan tak mempedulikan itu.
"Nenek ingin melihatnya Rey," Ucapkan nenek, yang menghiraukan ucapan menantunya yang sangat tajam.
"Iya Nek, Rai akan membawanya. Kalian pasti sangat suka," ucap Rey antusias.
Dan Richard yang memperhatikan sejak tadi hanya diam. hubungannya dengan Rehan memang kurang baik. terakhir kali memang bersaudara saat hari penanaman sekolah, setelah itu mereka bermusuhan entah karena apa.
Rehan juga langsung tinggal bersama nenek dan kakeknya setelah lulus, dan mendaftar sebagai polisi. tidak ada campur tangan dari keluarga Robinson dalam prosesnya, Rehan tidak meminta bantuan pada keluarganya karena ia ingin melihat kualitas dirinya.
"Papamu adalah putra dan anakku satu-satunya dan aku ingin melihat keturunannya, generasi Robinson, sebelum aku kembali menghadap Tuhan," ucap sang kakek yang kembali pada topik utama .
Richard mengerti dengan maksud sang kakek. dan ia sudah kehabisan akal untuk menghadapi istrinya yang masih berbalut masa lalu.
Richard yang selalu nampak gagah, Arogan dan sangat berwibawa di hadapan orang lain, menjadi seseorang yang sangat lemah jika sudah berhadapan dengan istrinya. cintanya sudah berhasil membuatnya menunduk!
20:30
Malam ini, Herlin tidur di sebuah hotel yang ada di daerah terpencil.
Untungnya ia membawa anting emasnya, dan juga cincin pemberian ibu panti nya.
__ADS_1
Mendapatkan uang dua juta dengan jual emas, Herlin mulai memikirkan hidupnya, ke depannya.
Uangnya sisa satu juta tujuh ratus. Dua ratus lima puluh ia gunakan untuk membayar sewa hotel semalam, lima puluh nya ia gunakan untuk membeli makan. Herlin hanya membeli nasi campur begadang, dan juga ia membeli tiket sekedar mencari tempat kerja di daerah ini.
Namun baru saja ingin mengetik, Herlin kembali merasa sangat mual Ia berlari ke kamar mandi.
Herlin keluar dari kamar mandi sambil memijat lembut kuningnya. kepalanya kembali pusing, namun tidak separah saat di Cafe.
Erlin pun memilih untuk tidur, mengistirahatkan badan, mental, juga otak nya.
Seperti nya banyaknya beban pikiran membuat dia
Pusing.
Di saat Herlin yang sedang tidur pulas Richard malah berantakan kamarnya. melempar apa saja yang ada di hadapannya.
Richard sangat marah saat mengetahui jika istrinya langsung pergi tanpa berpamitan dulu kepadanya, yang membuatnya semakin kesal adalah. istrinya lebih memilih berpamitan kepada pria brengsek yang ditahan di dalam ruangan dingin itu!
Sial!
Tanpa bergerak, Richard bahkan sudah kalah oleh pria itu!
Richard meremas kertas kecil berwarna pink yang bertuliskan," aku pamit' yang Rasita tinggal kan!
Ini tidak bisa disebut sebagai berpamitan! tidak, Richard tidak bisa menerima ini!
Di lain sisi.
Resita duduk di atas pesawat. matanya menatap kosong ke depan.
Ia memikirkan banyak hal. pertama Richard, kedua orang tuanya, ketiga keluarga Richard yang paling memenuhi pikirannya adalah Zion!
"Sabar resita,beberapa tahun lagi aku akan bebas, dan aku akan merebutmu kembali!"
Ucapan Zion berputar di dalam kepala Resita.
Rosita memikirkan hal yang akan membuat kehancuran di masa depan akan benar-benar terjadi.
Resita hanya belum menekan tombol bom nya.
__ADS_1
Resita mengolah nafas kasar. ia mulai bimbang dengan perasaannya sendiri.
BERSAMBUNG .....