BENIH MAFIA KEJAM

BENIH MAFIA KEJAM
BMK/5


__ADS_3

Pagi ini.


Richard membersihkan tangan nya yang terkena noda darah.


Sudah bisa ditebak, ia telah melakukan aksinya. yaitu menyiap kan seseorang dan musuh nya yang berhasil Mengusik ketenangan nya.


Richard keluar dari kamar mandi, dan berjalan ke ruang tv, di mana Damian telah menunggu nya .


Dia Hampir berhasil menguasai kota yang telah kita Pimpin, tujuannya adalah merebut tambang minyak kita, Selain itu dia juga berniat membakar pabrik dan lahan gandum juga jagung, orang dalam yang terlibat sudah aku singkirkan dan untungnya tuan bergerak cepat dan langsung bisa membaca situasi ," jelas Demian sambil membaca beberapa laporan di tablet besar.


"Lain kali kita tidak boleh lengah sedikitpun. Kejadian di mana Andika Sudah mengecat beberapa orang dan merekrut orang baru,sudah membuatku curiga,beruntung Kau segera mengetahui itu," ucap Richard sambil mengganti kemejanya.


Damian mengganggu. andai saja ia tidak membaca beberapa laporan yang sebenarnya sudah dua hari yang lalu masuk dan yang abaikan mungkin semuanya akan terlambat. Mata-mata Damian bergerak sangat cepat saat mengetahui jika helikopter yang menyiram sesuatu ke atap pabrik dan lahan, bukanlah cairan pembersih seperti biasanya, melainkan cairan pembakar. untung saja mereka bergerak cepat memberitahu Damian.


"Tolong kosongkan jadwalku hari ini dam, handle semua meeting. Aku ingin istirahat di markas ini," perintah Richard lalu berjalan ke arah kamarnya.


Damian mengganggu patuh. dan segera keluar dari markas ini .


Mobil mewah berwarna Navy langsung menyambutnya. Damian masuk saat sopirnya membukan pintu.


"Kita ke kantor pusat!" ucap Damian Pada sang supir.


...****************...


Pagi ini Herlin bersiap-siap untuk check out. saat di meja resepsionis ia tak sengaja mendengar percakapan resepsionis dan karyawan hotel lainnya.


Resepsionis ini terlihat berbicara serius pada temannya. Seolah tak melihat Herlin.


"Aku bingung, dia tidak tiba-tiba resign. Katanya sih dia kawin lari sama pacarnya. jadi tidak bisa bekerja di sini lagi,"


"Duh padahal pekerjaannya numpuk banget lagi,"


"Aku bisa carikan penggantinya, Sebentar aku telepon temanku dulu," resepsionis itu terlihat menghubungi seseorang. Herlin segera mendekat.


Resepsionis itu langsung menghentikan aktivitasnya dia langsung melayani Herlin.


"Ada yang bisa kami bantu mba?"


"Aku dengar kalian lagi cari pengganti karyawan yang baru saja keluar, jika aku menawarkan diri, apakah bisa?" tanya Herlin dengan penuh harap ini kesempatan emas untuknya.

__ADS_1


Teman resepsionis ini itu langsung menatap heroin dengan Binar. "Serius kamu mau? ayo, aku bawa langsung ke Manager!" ucap nya


Resepsionis itu bernafas lega seketika. masalah selesai !


"Kalau begitu check out ku, nanti saja," ucap Herlin pada resepsionis itu.


"siap.Mba!"


Herlin dan wanita itu pun segera menemui manajer dan segera merekomendasikan Herlin sebagai pengganti karyawan yang kabur itu!


Tak membutuhkan waktu lama, manajer itu langsung menerima Herlin dan menyuruh Gadis itu untuk bekerja besok.


Herlin sangat berterima kasih kepada Stefani. karena berkat dia, Herlin bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat.


"Terima kasih banyak Stefani," ucap Herlin.


"Ya Lin, besok kamu bisa langsung bekerja. jangan telat ya," ucap Stefani sambil tersenyum.


Herlin mengangguk mantap.


...****************...


Dan pagi ini.Herlin menatap rambutnya serapi mungkin dan memakai baju seragam hotel.


Herlin mengelus perutnya dan tersenyum senang.


"Kau memang malaikat Bunda sayang. hidup Bunda terasa mudah sejak kedatanganmu," ucap Herlin sambil menatap perutnya yang datar.


Tak mau berlama-lama Herlin pun segera berangkat kerjam hanya berjalan kaki.Karena hotelnya tak jauh.


Herlin sangat bahagia keraguannya pada Tuhan kini kembali lagi, ia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah meringankan dan memudahkan hidupnya sejauh ini.


Ternyata Benar, menerima, dan berdamai dengan Takdir. memang tidak mudah tapi hasilnya akan memuaskan .


Herlin sadar jika setelah jauh dari keluarganya. ia merasa sangat bebas dan bahagia.


Tak ada lagi drama pagi, di mana ya terus disiram air, dijambak dan dimarahi tanpa sebab.


Tak ada lagi yang namanya aktivitasnya dan melarangnya, namun terkadang Herlin merasa itu sebuah perhatian dari kakaknya.

__ADS_1


Di tempat kerja. Herlin bahagia karena semua rekan kerjanya sangat ramah, dan chef di sana sering mengajari mereka memasak dan segala teknik tempur dapur.


......................


Hari-hari berlalu tanpa disadari kini Resita kembali ke rumahnya.


Saat masuk, resita melihat Elisa duduk di ruang tamu sambil berbicara dengan kepala.


"Mama,udah lama?" sapa resita lalu menyalami tangan mertuanya.


"Nggak juga," sahur Elisa sedikit cuek, ya kui tak terlalu respect pada menantunya karena Resita terkadang membantahnya begitu saja.


"Aku ke atas dulu mah, ganti pakaian Mama mau minum teh hijau sore ini? aku akan menemanimu duduk di taman, sambil minum teh," ucap teh Sita lalu menyuruh kepala pelayan untuk membawa kopernya ke kamar lewat isyarat tangan.


"Resita ada hal yang lebih penting dari sekedar meminum teh, to the point aja. Ayah menyuruh kamu segera hamil, jika tidak maka jangan halangi Richard untuk menikah lagi," jelas Elisa sambil menatap Resita auranya sangat mendominasi.


Jika itu adalah istri orang lain. maka mereka akan sangat marah dan memberontak, berteriak, dan menolak! Tapi ini resita, wanita berhati batu.


"Aku tidak keberatan jika Mas Richard ingin menikah lagi, lakukanlah Jika dia bersedia," ucap Resita sambil menatap Elisa sedikit mengejek. seolah dia mengatakan jika Richard tidak akan bisa melakukan itu.


"entah dosa apa yang aku lakukan di kehidupan sebelumnya, hingga aku mendapatkan menantu seperti mu!" sarkas Elisa.


Tak mau ambil pusing lagi. Resita pun melangkah pergi, ke kamarnya.


Elisa menatap menantunya yang melangkah pergi, tatapannya terlihat sangat tajam dan seperti merencanakan sesuatu .


"Richard sangat bodoh karena mencintai wanita seperti itu!" gumannya.


Ting.


Pesan yang masuk di ponsel Aisyah membuat wanita itu mengambil ponselnya dan segera memancap San dari Steve, asisten suaminya.


Elisa tersenyum miring saat membaca pesan dari Steve. ia yakin Richa telah mengetahui ini.


Tapi satu yang bisa takutkan media!


Jika kebenaran ini terungkap, dan media tau. Hanya Sekejap mata beritanya akan tersebar. dan nama baik Robinson akan sedikit Tercoreng.


Elisa menatap ke arah tangga di mana Dari tadi Resita berjalan. "jika sampai nama baik keluargaku tercemar karena ulah busuk mu. kau akan menanggung akibat yang tak pernah kau sangka-sangka Resita!"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2