
"Om om, om om. Emang saya udah tua?"Tanya Kevin agak kesal. "Tua lah om, kan om udah 23 tahunan... Ditambah lagi, itunya om itu..."Keluh Laura agak canggung
"Itu nya? Itu apa nya?"Tanya Kevin agak heran. "Tsk... sudahlah om, lebih baik Om pulang saja"ujar Laura sambil melangkah masuk kerumahnya
Tiba tiba pasukan berbaju hitam datang ntah dari mana dan menghalangi jalan Laura. "Apa kah aku sudah mengizinkan mu untuk pergi?"tanya Kevin sambil berjalan mendekat ke arah Laura
"Ehk? om... om sebaiknya menjaga jarak dengan saya, kalau tidak... Om...om..." Laura berkata dengan sangat ketakutan. "Kalau tidak Aku apa?"tanya Kevin sambil mengangkat dagu Laura
"Kalau tidak...om... om... om akan menyesal"Jelas Laura sambil gemetar. "Hahah.... kenapa aku harus menyesal?" Tanya Kevin sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Laura.
"Kau... kau... kau mau apa?"tanya Laura terbata bata karena saking takutnya kepada Kevin. "Cup"Kevin mencium bibir Laura sekilas
"WTF.... E... Aku tak melihat apa pun, karena kau tutup telinga"Ucap Liu Han sambil memalingkan wajahnya yang memerah
Bos ini sangat sembrono, aku ini jomblo WuWuWuW.... Kalo bos mau melakukan hal mesum tolong jangan di depan ku, jiwa jomblo ku meronta ronta
Keluh Liu Han sambil memainkan drama menangis
Saat Liu Han melihat ke belakang lagi, ia melihat tangan Kevin yang nakal sedang meremas payud*** milik Laura.
Shit... apes banget gw! OMG, gw mohon jiwa jomblo gw jangan meronta ronta lagi. Ukh... jiwa jomblo gw dah meronta ronta lagi, tapi jiwa jomblo gw lariðŸ˜ðŸ˜¢
Keluh Liu Han sambil duduk dan menangis di bawah
Semetara Laura dan Kevin. "OM... KAU... KAU... KAU MESUM!!!!!!!!"teriak Laura yang merobohkan bangunan di sebelah apartemen milik nya
Lalu Laura langsung melangkah menuju pintu, tapi masih di tahan oleh pengawal Kevin. "Om, kau harus memerintahkan Pengawal mu agar tak menghalangi jalan ku"Ujar laura sambil membuang nafas kasar
"Aku bisa saja melakukan itu, tapi ada syaratnya"ujar Kevin sambil mengeluarkan sebuah kertas kontrak. "Apa?"tanya Laura dengan dingin
"Kau harus tinggal bersama ku, menjadi wanita ku, dan juga..."Ucap Kevin sambil memperhatikan tubuh Laura. "Dan juga apa?"tanya Laura sangat kesal
"Dan juga kau harus menjadi penghangat ranjang ku"tambah Kevin yang membuat bulu kuduk Laura berdiri. "Om... Om jangan ngomong yang aneh aneh deh"Ucap Laura ketakutan
__ADS_1
"Aku serius"Ujar Kevin sambil memberikan kertas kontrak tersebut. "Ta... Tapi kan Om~"Ucapan Laura terpotong oleh Kevin. "Cepat tanda tangani ini, dan jangan panggil aku om, panggil aku Kevin!!!"Bentak Kevin sedikit keras
Laura ketakutan setengah mati. "Ak... aku akan tanda tangani, A... asalkan om... e... maksudnya Kevin menjauhkan wajahmu dari wajahku"Ujar Laura dengan terbata bata. Lalu Kevin langsung menjauh kan mukanya dari muka Laura.
Laura menanda tangani kontrak tersebut dengan terpaksa. "A... aku... aku sudah menandatangani kontrak itu, bisakah aku pergi?"tanya Laura agak canggung. "Heh, jika sudah menjadi wanita ku, kau harus tinggal bersama ku"Jelas Kevin sambil menarik tangan Laura
"Ta... tapi"Laura mencoba mengelak. "Tak bisa di bantah"Ujar Kevin sambil menarik tangan Laura.
"Aku... aku tak mau menjadi wanita simpanan mu"Jelas Laura sambil mengepalkan tangannya. "Simpanan?" tanya Kevin terheran heran
"Kau... kau sudah menikah kan? aku tak mau jadi simpanan mu"Jelas Laura sambil gemetar. "Ha... aku ingat, istriku sangat galak, aku pernah berselingkuh dulu, Lalu istriku langsung membunuh Selingkuh an ku dengan sangat kejam"Kevin menakuti Laura
"Ap... apa... membunuh?"tanya Laura ketakutan setengah mati dan gemetar. "Ya" ucap Kevin sambil berbisik pelan
Aku tak mau jadi wanita simpanan, aku juga tak mau mati konyol. Aku harus melawan. Ya, aku harus melawan.
"Om, kau sudah punya istri, tapi masih ingin selingkuh. Kau sangat rakus"Ujar Laura agak menggoda. "Apa aku boleh menyentuh Anu mu?"tanya Laura.
Apa yang sedang ia rencanakan?
"Akh... sialan, apa dia tak ingin aku mempunyai keturunan"Keluh Kevin sambil memegang burung peliharaan nya
Laura berlari sejauh mungkin. "Hosh... Hosh.... Hosh..."Laura berhenti dengan nafas terengah-engah. "Itu om om kenapa mau cari wanita polos kayak gw ya? Gw kan gk tau apa apa"Gerutu Laura sambil berjalan pelan
"Mana katanya istrinya galak lagi, gw kan jadi Takut, kalo iya gw sampe mati konyol di tangan istrinya karena ketahuan selingkuh, gw juga yang malu"Ucap Laura sambil beristirahat di bawah pohon yang rimbun
Tak lama dari itu Laura memutuskan untuk balik ke apartemen nya karena semua barang dan aset miliknya ada di sana. "Kayaknya gw mesti balik lagi kesana deh, semua aset dan fasilitas milik gw berada di koper tadi"Gerutu kesal Laura sambil berjalan ke arah apartemen milik nya
Saat Tiba di apartemen miliknya, Laura tak melihat ada yang salah. "Seperti om yang tadi sudah pergi"Ucap Laura sambil berjalan mengendap-endap masuk ke apartemen
Saat Laura masuk ke apartemen, ia tak menemukan satu pun barang miliknya. Laura hanya menemukan secarik kertas yang berada di atas meja. "Loh, kok semua barang gw hilang? Apa jangan jangan di curi lagi"Geram Laura sambil melihat sekeliling
"Ehk? Apa itu?"tanya Laura sambil mengambil secarik kertas yang berada di atas meja. Lalu Laura membaca isi dari surat tersebut. "ARGH... SIALAN!!!"ucap Laura marah.
__ADS_1
Laura pergi meninggalkan apartemen miliknya lalu menuju ke suatu tempat. Akhirnya Laura sampai di tempat tujuannya tersebut
"Tok tok tok"Laura mengetuk pintu. "Huh, menyebalkan Sekali dia"Geram Laura sambil melampiaskan amarahnya kepada ketukan pintu yang semakin keras
"TOK TOK TOK"suara ketukan pintu semakin kencang. "WOY... KELUAR!!! BALIKIN BARANG BARANG GW!!!"teriak Laura dari luar
"Krekek"suara pintu yang di buka. "Selamat datang nona"Semua pelayan berbaris memberi hormat
Tapi Laura tak mempedulikan. "OM... KEMBALIKAN BARANG MILIKKU"Laura Berteriak sekeras mungkin. Lalu Kevin turun dari tangga. "kau bisa tidak tak Berteriak selama satu hari?!"tanya kesal Kevin
"Bukan urusanmu, kembali kan barang barang milikku Om!!!"Laura mendekati Kevin.
"Om, kau juga kaya!! Aku tak mau jadi simpanan mu, aku tak mau mati konyol oleh mu!!"Gerutu Laura sambil menunjuk nunjuk Kevin
Semua pelayan merasa heran karena Laura mengatakan bahwa ia tak mau jadi simpanan Kevin
"Kau tenang dulu, kau sudah menandatangani kontrak dengan ku, jadi kau tak boleh membantahnya"Jelas Kevin sambil menunjukkan kontrak tersebut.
"Aku tak peduli, cepat kembali kan barang barang milikku!!!"Bentak keras Laura
"Kau yakin tak peduli?"Tanya Kevin agak ragu. "Sama sekali tidak!!"Jawab Laura sambil mengerutkan keningnya
"Jika aku melaporkan mu bahwa kau mengingkari janji, kau akan di laporkan pada polisi dan akan di hukum la~~~"Ancam Kevin terpotong oleh Laura.
"Om... ka... kau... jangan pernah sesekali melaporkan ini"Ucap Laura terbata bata saking takutnya
"Kau harus tinggal di sini"Ujar Kevin sambil mengambil gelas wine. "Tapi aku ingin memilih kamarku sendiri"Laura mengajukan satu permintaan.
"Tak masalah selagi kau betah"Jawab Kevin sambil meminum wine tersebut. "Baiklah, aku ingin kamar yang itu"Laura menunjuk ke arah kamar Kevin.
"Gadis kecil, itu kamarku"Jelas Kevin sambil membersihkan wine yang ada di bibir nya dengan lidah. "Aku tak peduli"Ucap Laura sambil berjalan menuju kamar Kevin
__ADS_1
"OM!!! SEKARANG KAMAR INI MILIKKU YA"Teriak Laura dari dalam kamar. "WOAH!!! FASILITAS NYA BAGUS SEKALI~~~~ OM, AKU SUKA KAMAR MU, INI JADI MILIKKU SEPENUHNYA, OM JANGAN AMBIL LAGI KAMAR INI YA OM" Teriak Laura dari dalam kamar sambil loncat loncat di atas kasur
Sementara di bawah Kevin agak menggerutu. "Gadis kecil, kau sendiri yang mau masuk ke sarangku"Gerutu Kevin sambil tersenyum licik