Bereinkarnasi ke dunia vampire

Bereinkarnasi ke dunia vampire
akhir dari segalanya


__ADS_3

"Haha apa ini !"


gadis yang tak lain itu adalah Merry dan temannya mengepung yunha di belakang Sekolah


Dia mengambil poto card dari tangan yunha


pfffftt orang payah dan jelek seperti mu ingin menjadi seperti ini ahaha mustahil terwujud gendut


Merobek poto card


"Apa,kalian tidak tahu apa apa tentang ku.."


"minggir lah aku ingin pulang.."


Yunha tepat berada di tengah tengah mereka


"Woww!apa kau seorang jagoan berani berani nya menantang kami?rasakan ini!!


Plakk


Mereka terus menerus meninju dan memukuli wajah yunha


"Aa henti..kan"


Berusaha menangkis nya


"diamm payahh kau hanya orang bodoh yang bermimpi menjadi seorang bintang jadi kau hanya pantas mendapatkan ini !"


Ucap Merry


Menginjak nginjak yunha dengan kaki mereka


"apa kurang!?haha "


"Aaaaaakkk!"


Jerit yunha saat merry menendang wajah nya


"tendangan yang bagus merry "


Ucap teman nya


"Sekarang giliran ku hm bagian mana ya?"


"uhggh"


dia menendang perut yunha hingga dia mengeluarkan darah dari mulut nya


Hingga mereka puas membuat gadis gendut itu lemah tak berdaya penuh dengan memar terbaring lesu di tanah


"sudah lah aku muak melihat wajah nya sebaik nya kita ke tempat karaoke saja bagiamana teman teman?"


Ujar Merry


"Setuju!!"


...


sakit sekali kenapa mereka tiba tiba memukul ku aku tidak bersalah ,manusia memang kejam tak hanya keluarga saja tapi mereka juga, yang baik hanya ibu..


aku tak ingin melanjutkan ini ...


Di Tengah tengah jalan nawas nya dia bertemu dengan pria yang waktu itu


"Hey bocah bagaimana ha!?"


"Bukannya aku sudah membayar waktu itu .."


Ucap yunha


"Cihh apa katamu!apa kau tidak membayar setengah dari bunga nya lagii brengsek!"


Menarik kerah baju yunha


"Ta-pi bukan kah kau bilang bunga nya hanya 300dolar aku sudah membayar nya bukan .."


"Siapa bilang bodoh!"


"Nah sekarang berikan kalung itu pada ku"


Ucap pria itu


"tidak!tidak akan ku berikan ini sangat berharga bagiku!"


Yunha berusaha memberontak


"Siapa peduli!! bodoh"


Pria itu menarik kalung emas itu dari leher yunha


"Tidakkkk!jangan kumohon "


Menarik tangan pria itu


"Ahhk lepaskan tangan kuu sialann! "


Crkkkh..


Memukul yunha dengan kayu di samping nya lalu lari pergi


"Aaa!"


"Ehkk tidakkk!"


jerit yunha sambil menangis

__ADS_1


...


*sampai di rumah


"eww aku jijik sekali melihat tampilan mu yang seperti pengemis dan orang gila rambut yang acak-acakan baju kotor itu!"


Ucap miri yang memandangi yunha di depan pintu


"Dia memang cocok menjadi pengemis dan kau harus membersihkan lantai atas itu sampai bersih dan pakaian serta pekerjaan lain nya aku tak mau tau harus kerjakan hari ini juga! Awas saja jika semuanya tidak bersih kau akan menanggung akibatnya"


Anacam ibu tirinya itu


Yunha hanya mengangguk dan pergi ke kamar nya


..


Yunha menatapi poto jang marine yang tetap berkilau Dengan wajah sempurna nya


"Jika saja aku jadi seperti nya aku pasti akan bahagia tanpa kekerasan dan bullyan sementara jang marine hidup dari kecil di keluarga yang lengkap dan bahagia "


Hah ..apa aku harus meniru Jang Marine agar merubah hidup ku?


Tapi aku tak sekaya diri nya..


tapi apa salahnya Mencoba yang ringan saja


..


Baiklah akan ku pikirkan setelah mengerjakan ini semua..


Ucap yunha dan segera menuntaskan pekerjaan nya


••••


keesokan paginya yunha tampak sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan diet nya yang ia racik sendiri dan sarapan miri dan ibu nya sementara itu dia memutuskan untuk olahraga sejenak di kamar nya dan meninggalkan dapur..


Hm oh ini dia makanan diet untuk si gendut Payah itu?


Miri menghampiri dapur dan melihat makanan itu


"hm akan ku tambahkan sedikit taburan ajaib untuk nya "


Senyum licik sambil menaburkan sebuah butiran kapsul yang mengandung alkohol dan semacamnya yang cukup berbahaya untuk kesehatan dan tubuh kedalam sayuran milik yunha


*40 menit kemudian


Yunha kembali ke dapur untuk memakan makan nya ia juga sedang memastikan bahwa tidak ada orang lagi di dapur


"Hm semoga dengan ini aku berhasil menurunkan berat badan ku "


Duduk di meja makan


Saat berhasil menyuap semua makan itu dengan lahap yunha sedikit merasa pusing dan perutnya mulas


"Ahkk kepala ku rasa nya.. seperti .."


haha rasakan itu yunha..


Miri mengintip yunha yang tertidur tak sadar kan diri


....


"ugh dimana-"


"Hah! kenapa aku bisa tertidur di sini!? Untung saja tidak ada ibu yang melihat ku jika tidak maka aku akan di pukul lagi.."


Yunha pun kembali ke kamar nya dan tiba tiba dia melihat ke arah cermin.


Hahh!! kenapa jadi begini bukannya tadi baik baik saja!


langkah terkejut yunha melihat wajah nya di cermin terlihat membesar dan kendor ke bawah seperti seorang nenek-nenek tua


"oh tidak apa ada yang salah dari Diet ku dan olahraga?"


"aku ingat alat membakar lemak itu ya,alat yang di gunakan jang marine aku harus membeli nya walaupun ada yang murah tidak masalah aku harus mengatasi ini sebelum parah"


Tapi aku terpaksa membongkar celengan ku..hah baiklah tidak apa apa untuk kali ini..


Membuka lemarinya..


Ah dimana celengan ku kau rasa aku menaruh nya di sini?


Mengacak acak lemari nya


"kenapa tidak ada,ya tidak salah lagi aku benar benar menaruhnya di sini! Kenapa tidak ada!?oh tidak itu adalah uang penting!


Apa ada pencuri yang masuk lemat jendela ah tidak mungkin ini cukup tinggi


Guman di benak nya


Ah perhiasan ibu ,aku harus mengeceknya..


Membuka lemari LAINNYA


"Astaga ini juga hilang!tuhan bagaimana ini itu adalah harta ku satu satu nyaa "


..


yunha turun kebawah untuk menyakan nya


"I-ibu apa ibu melihat celengan dan perhiasan ibuku "


Tanya yunha dengan sedikit ragu dan gemetar


"Hah! Oh benda itu kami hanya membelanjakan nya ke hal lain ku pikir itu tidak berguna untuk mu."

__ADS_1


Ujar ibu nya bicara Dengan santai


yunha membeliakan mata nya seakan tak percaya dengan apa yang Ibu nya katakan barusan


"kenapa ibu mengambilnya tanpa sepengetahuan ku itu adalah benda berharga satu satu nya yang aku miliki itu pemberian dari ibuku! "


Ucap yunha tangisan nya pecah


Kenapa!!aku Tidak peduli cihh jangan menangis di depan ku bab*hutann!!


clinkknn


ibu nya melempar sebuah Guci kaca ke arah yunha


"Berhentilah!!membuat ku marahhh!"


"Kenapa.. kenapa kalian memperlakukan ku seperti ini!!!"


Jawab yunha Dengan keberanian


"Hey bocah gendut ingusan seperti mu layak di perlakukan seperti putri di rumah ini? tentu tidak!!kau bukan bagian dari kami kau hanya lah babu yang berkerja untukku di sini jadi Jangan pernah anggap aku ibu mu aku tidak pernah menggap kau ada di dunia ini bagiku kau hanyalah alat!"


Menarik keras rambut yunha


Miri melihat dari kejauhan


"haha bodoh ayah mu tidak akan peduli pada mu setitik pun, kau tidak layak untuk lahir sialan !"


Sahut miri


air mata yunha mengalir mendengar perkataan menyakitkan itu keluar dari mulut mereka


"Lihat lah wajah payah mu itu kau hanya menjadi beban untuk kami!


Ucap mereka terang terangan


miri berlari ke kamar nya Dengan tangisan yang tersedu-sedu


"Cih! Seharusnya aku tidak membiarkan nya tinggal di rumah ini tapi karna dia bisa jadi pelayan ya itu cukup menarik "


Ucap ibu nya kembali duduk ke sofa


"dia merasa paling tersakiti di dunia itu sangat norak"


Ujar miri


...


Di saat itu juga yunha pergi keluar rumah diam diam melewatinya pintu belakang


hingga ia pergi ke suatu tempat di belakang rumah Nya terdapat hutan dan Padang rumput yang luas


dan berdiri di sekitar sana


sebelum itu dia menelpon ayah nya


Drrr..


'ya yunha ada apa ..'


"Ayah Ibu dan kakak telah mengambil semua hak milik ku perhiasan ibu dan seluruh uang ku mereka-


"ayah tidak percaya pada mu lagi yunha Miri mengatakan bahwa kau selalu membentaknya dan menyuruh nya seperti pelayan di rumah apa itu perbuatan yang baik!aku harap kau mengerti posisi mereka aku tak ingin mendengar kabar apa pun tentang mu "


Pembicara yunha terpotong yang langsung di sahut oleh ayahnya


tttt..ttt


Telpon mati


"Ayah ayah dengarkan aku aku tidak melakukan itu sama sekali!!"


"Apa lagii inii Mereka kembalikan faktaaa bahkan ayah ku sendiri tidak mengakui ku lagi kenapa orang di Dunia iniii kenapa aku selalu menjadi sasaran nya!!"


Menjatuhkan ponsel nya


Perlahan Yunha berjalan menyusuri ujung Padang rumput itu yang di mana terdapat sebuah jurang


Aku akan lebih baik mati..


dari tersiksa seperti ini..


bullyan tak kan ku rasakan lagi setelah ini..


aku ingin berada di samping ibu..


Ibu aku akan datang...


yunha dengan tatapan kosong air mata nya mengalir dan mengeluarkan sebuah pisau dari kantong nya


Selamat tinggal Dunia yang suram sampai sini aku lelah untuk semua nya ..


ini keputusan yang baik ..


aku tak kan jadi korban bullyan lag-..


Jlebb!...


Menusuk perut nya


dan terjun ke bawah jurang


Darah mengalir deras ia mengakhiri hidupnya dengan sangat mengenaskan


Lelah dengan kondisi dan perlakuan mereka kepada nya jalan yang baik untuk nya adakah bersama ibu nya kembali..

__ADS_1


Dan..


___


__ADS_2