
Keesokan pagi nya
"Hey gelandangan bangun!"
Ibu nya datang ke kembali ke gerasi untuk membangun kan yunha dengan kasar ia menendang kaki dan perut yunha
" akh.."
perlahan yunha membuka mata nya
Cih!apa kau terus di sini untuk bermalas-malasan seperti gelandangan!?
cepat bersih kan seluruh isi rumah kau benar-benar membuat ku muak dengan mu!
"I-ibu, kenapa kau bisa tau aku disini?"
Yunha bangun dari tidur nya
"Berhenti bicara omong kosong!"
"Pergi sekarang!!"
Dengan nada tinggi ibu nya membentak yunha
Yunha kemudian pergi ke luar tanpa mengatakan sepatah kata pun
Wajah nya masi luka luka namun tak siapa pun yang peduli pada nya
....
yunha Dengan lesu tanpa makan seharian itu terlihat mengepel lantai menggunakan tangan nya
"Ugh seharusnya hari ini aku berangkat ke sekolah tapi aku kesiangan"
"Wajah ku perih sekali luka nya masi ada "
Yunha masi mengepel lantai dengan perlahan tanpa hati hati
Rasa nya tubuh ku sakit sekali..
Seperti bertubi tubi..
Namun apa yang bisa aku lakukan..
Aku tak bisa lari dari semua ini.
..
"Hm mm hmm mm..."
__ADS_1
"Ups! terjatuh ya?"
Miri berjalan di depan yunha yang sedang jongkok mengepel dan sengaja menjatuh kan nya di lantai sebuah makanan yang ia makan
yunha hanya diam dan melihatnya
"haha kau sangat cocok menjadi seorang pelayan! "
Ucap Miri ke pada yunha dengan nada mengejek
Kemudian pergi
Kenapa mereka begitu jahat pada ku ..
Aku sangat ingin bebas dari sini..
Di sini seperti penjara bagiku..
Hey kau bersih kan semua ini tanpa pengecualian aku akan pergi!
"Ya bu."
jawab yunha dengan menunduk
.....
Berjam jam kemudian
"Wah miri rumah mu besar juga "
Miri kau beruntung ya ayah baru mu ini lumyan juga "
miri membawa beberapa teman nya ke rumah saat itu hanya yunha yang ada di rumah
Mereka kemudian duduk di sofa sambil bercerita riang
"Oh apa itu teman kakak?"
"wah Mereka sangat cantik"
Guman yunha yang masih sedang mengelap barang barang di Belakang sofa
oh? Miri apa orang gendut yang di sana itu keluarga mu juga !?
Seorang teman nya tak sengaja menoleh ke arah bekang dan melihat yunha masi mengelap lantai dan beberapa barang
"Ee..i-itu tentu saja tidak dia hanyalah pembantu di rumah kami!"
Ucap Miri dengan lantang hingga Yunha mendengar suara nya
__ADS_1
apa !?pe.. pembantu?..
Kakak meski pun kita saudari tiri kenapa kau begitu tega bicara seperti itu di depan teman teman mu..
Dalam diam yunha ia merasa terpuruk dengan apa yang Barusan miri katakan
"nova kau ada ada saja tidak mungkin saja jika dia saudari miri lihat saja wajah nya dan tubuh nya beda jauh dengan miri,dia seperti seorang penyakitan wajah nya gemuk dan kendor"
Ucap teman sebelah nya
"Haha kalian lihat bukan dia hanyalah pembantu jadi tidak ada hubungan nya dengan kami"
Ujar miri dengan santai
Mereka semua tertawa dengan hal itu yunha melihat Mereka hanya menunduk menyembunyikan wajah nya rasa sakit hati dan sakit asli bercampur aduk di pikiran yunha
Apa yang ia hadapi itu sangat berdampak buruk pada nya
"Oh ya teman teman kalian pasti haus kan?"
"Sebentar.."
"Hey pelayan tolong buat kan kami jus jeruk secepat nya!"
Ucap miri kepada yunha Dengan seolah olah bersikap seperti orang lain
Yunha begitu rapuh saat miri memanggil nya seorang pelayan ia tidak menyangka miri sekejam itu pada nya
"Yunha hanya mengangguk dan pergi ke dapur "
...
"Kenapa kakak bicara begitu tadi"
"aku hanya di perdaya oleh mereka.keluarga baru macam apa ini?"
Ucap yunha dengan lesu sambil memotong buah..
10 menit kemudian
Yunha sembawa beberapa jus jeruk di nampan nya
"Silahka-"
Jus jeruk yang hendak ia letakkan di meja tak sengaja satu salah satu nya terjatuh mengenai baju salah seorang teman miri
"ohh tidak bagaimanaa ini...."
"Ekhh apa yang kau lakukan!"
__ADS_1
Ucap teman nya dan langsung berdiri
___