
Muzan terus pergi berkeliling kota di malam hari dan mengobati semua orang sakit dan mendapatkan beberapa uang dan barang kecil, ia juga mendapatkan tanaman herbal dari pasiennya, ada juga yang memberikan jimat dan do'a agar Muzan bisa secepatnya punya keturunan.
Muzan hanya tersenyum saja menanggapi perhatian orang-orang pada dirinya, ia paham kenapa mereka bisa begitu, mereka semua senang bisa kembali sehat dan tanpa harus membayar dengan uang, tapi tentu tidak semuanya seperti itu, karena ada juga yang memberikan bayaran uang, meskipun tidak banyak.
...Ketika pajar tiba....
Muzan akhirnya kembali pulang ke rumah dengan membawa banyak suvenir dan tentu saja sedikit uang.
...****Greeeeek****...
Pintu geser pun dibuka oleh Muzan dari luar, 'Ada yang aneh, kenapa pintunya sangat muda dibuka, padahal setahuku, Shizuka bukan orang yang lupa untuk selalu mengunci pintu,' pikir Muzan sambil berjalan masuk dan saat itu, ia bisa mencium aroma darah dari dalam rumahnya, 'Darah, apa yang terjadi, apa mungkin?' batin Muzan yang berlari dan mencari Shizuka.
Lalu ketika ia membuka kamarnya, Muzan hanya bisa diam, melihat istrinya terbaring lemas di tatami dalam keadaan telanjang bulat, perut sobek dan darah di mana-mana, ia juga melihat adanya perlawanan akan sesuatu, kuku dan jari tangan Shizuka tampak lecet dan berdarah, sepertinya istrinya berhasil mencakar pelaku.
Selain itu ada jejak cairan putih di sekujur tubuh Shizuka dan di bagian mata juga terlihat Shizuka baru saja menangis, dalam pengamatan Muzan, saat melihat mayat istrinya, ia tahu kematian istrinya sudah terjadi satu jam yang lalu, ia marah dan kecewa, rumahnya begitu berantakan, yang kemungkinan itu adalah hasil dari perlawanan kecil yang Shizuka bisa berikan untuk mempertahankan dirinya dari orang asing.
'Shizuka, padahal kau adalah gadis baik, di antara semua wanita yang sudah menikah denganku, kau adalah yang paling sabar dan baik padaku, kenapa semua ini terjadi padamu?' batin Muzan yang merasa sedih akan kematian Shizuka.
Tatapan mata Muzan menajam dengan warna merah muda menyala, ia marah dan sangat marah, setelahnya ia menyerap tubuh istrinya untuk melihat ingatan sang istri dan mengetahui siapa yang menyusup ke rumahnya dan ada masalah apa mereka dengan istrinya sampai-sampai mereka tega membunuh istrinya dan memperkosanya, yah, melihat kondisi istrinya dan dari aroma pelaku yang tersisa, Muzan tahu pelakunya lebih dari satu orang.
Saat Muzan mengonsumsi dan menyerap habis tubuh dari Shizuka, bahkan sampai darahnya juga tidak ada satupun atau setetes pun yang menempel di lantai. Dan saat tubuh dan sisa-sisa dari Shizuka menghilang ke dalam tubuhnya Muzan, Muzan bisa melihat semua ingatan istrinya, tanpa ia sadari kemanusiaannya kembali, air matanya menetes, ia melihat bagaimana menderitanya istrinya di waktu itu di saat ia sedang tidak ada di rumah, ia juga melihat siapa saja pelakunya melalui ingatan Istrinya, rasa marah yang sangat kuat membuat gigi Muzan bergemelutuk, ia marah atas segala hal yang terjadi pada dirinya dan orang yang baik padanya.
...Satu jam sebelum kematian Shizuka....
...Tok-tok-tok...
__ADS_1
"Ya-ya tunggu sebentar yah Mu-kun!" seru Shizuka yang terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara ketukan pintu yang ia sangka adalah Muzan.
*Greeeeek*
"Selamat da-"
Greeeek
"Emmmm!" Nampak Shizuka kaget dan ingin berteriak, akan tetapi mulutnya dengan cepat dibekap oleh tangan seorang pria berotot penuh bekas luka, yah sosok yang berada di depan pintu masuk adalah sekelompok bandit yang membawa pedang.
Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah dan mulai mengacau serta merusak segalanya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ahahaha, maaf saja kami bukan suamimu," ucap mereka yang mulai melempar tubuh Shizuka ke dinding.
Namun bukannya menjawab mereka hanya tertawa sambil melepaskan pakaian mereka masing-masing.
Shizuka hanya bisa berteriak meminta tolong, akan tetapi tidak ada satupun tetangga yang mendengar permintaan tolong darinya.
Kembali ke Muzan.
'Shizu-chan, aku tidak menyangka kau bisa begitu tulus membantu dan menyayangiku, padahal aku tidak pernah sekalipun memandangmu dengan baik, aku merasa bersalah karena tak mampu membalas perasaanmu dengan tulus, aku benci kenyataan kalau aku adalah orang kejam yang memanfaatkan kebaikan orang hanya untuk bertahan hidup, sial," gumam pelan Muzan yang berdiri pelan dan mulai memakai wujud istri ke sepuluhnya itu, yah Kibutsuji Shizuka, tampilannya adalah gadis cantik sederhana, dengan rambut hitam pendek dengan kimono lusuh.
'Aku secara langsung memang tidak bisa bergerak di bawah sinar matahari, masalahnya aku punya janji pada keluarga Hanayama, mereka memang miskin tapi ... aku tahu mereka sangat berguna jadi aku harus benar-benar membantu ekonomi mereka, sekarang bagaimana caranya agar aku tidak terbakar sinar matahari,' pikir Muzan dengan menggunakan wujud istrinya dan menatap ke sekitar rumahnya mencari tahu apakah ada benda yang bisa ia gunakan untuk bisa bergerak di bawah sinar matahari tanpa harus terbakar menjadi abu.
'Kuharap ada sesuatu yang bisa aku pakai untuk berjalan agar tidak terkena sinar matahari ' pikir Muzan kalut karena dia memikirkan istrinya yang sudah mati itu
__ADS_1
'Hem bagaimana jika aku memakai kimono berlapis?' batin Muzan yang langsung memakai baju berlapis-lapis menutupi tubuhnya, ia juga menggunakan kain tebal menutupi kepala dan wajahnya dan setelahnya ia pergi keluar untuk melihat reaksi tubuhnya saat pajar menyingsing apakah ia akan terbakar atau akan baik-baik saja.
Dan saat cahaya matahari mengenai tubuhnya, ia tidak terkena masalah apapun, hal ini karena cahaya dihalangi oleh pakaian yang ia gunakan sangat tebal sehingga tak ada radiasi yang masuk, hanya saja masalahnya karena terlalu tebal Muzan jadi tak bisa bergerak dengan baik.
'Ini bekerja dengan baik, akan tetapi rasanya tetap saja ada yang salah,' pikir Muzan sambil berjalan kembali masuk ke dalam rumah dengan gerakan kaki yang aneh karena ia hampir tak bisa melipat kakinya karena saking tebalnya, yah bisa dibilang saat ini ia berjalan seperti penguin
Muzan akhirnya duduk di kamar dan memikirkan apa yang harus ia lakukan, istrinya sudah terbunuh dan ia juga memakan istrinya sendiri hanya untuk mencari tahu siapa pelakunya dan masalahnya ia juga membuat janji untuk memberikan pekerjaan pada Issei dan Katase.
Tangan Muzan terkepal erat, ia menggigit bibir bawahnya, ia marah tatapannya tajam, tekanan auranya benar-benar mengerikan, 'Bajingan itu, aku harus membunuh dan memakan mereka satu persatu, aku tidak peduli jika cabang keluargaku akan dikutuk dan membangun pasukan pemburu iblis, setelahnya, aku harus membalas dendam!' pikir marah Muzan.
Tak lama setelahnya rumahnya diketuk dari luar. Muzan, kemudian pergi ke depan pintu keluar dan sebelum membuka pintu ia langsung bertanya pada siapa pun yang ada di luar dengan menggunakan suara istrinya.
"Siapa?" tanya Muzan.
"Ini aku Hanayama Issei," jawab orang itu dari luar.
"Issei ... begitu yah, masuklah, pintunya tidak aku kunci,
"Kalau begitu maaf mengganggu," gumam pelan Issei sambil menggeser pintu rumah dan masuk ke dalam.
"Ano Kibutsuji-san ada?" tanya Issei ketika melihat Muzan yang memakai wujud Kibutsuji Shizuka.
"Ada, hanya saja dia sedang tidur dan tidak bisa diganggu," ungkap Muzan yang masih memakai wujud dan suara dari Shizuka.
Bersambung
__ADS_1