
Muzan berjalan dengan tangan menggenggam potongan kaki seorang anak perempuan, nampak santai dan berjalan sambil menggigit paha mulus penuh darah dari potongan kaki yang ia genggam di tangan kanannya.
Muzan kemudian mulai memperpanjang tangan kirinya dan mengubahnya menjadi cambuk otot dan tulang tajam yang akan mengoyak apapun yang dihantamnya.
Muzan kemudian melesat dengan kecepatan tinggi dan membantai semua penduduk di desa itu, kecuali Issei dan istrinya.
Setelah membantai seluruh penduduk desa kecuali keluarga Hanayama, Muzan akhirnya pergi ke kota dengan kimono penuh darah menuju kediaman seorang Samurai yang menyewa bandit untuk membunuh istrinya.
'Menurut ingatan bandit itu, Samurai sialan itu tinggal di sini. Aku harus mencari mansionnya sekarang,' pikir Muzan yang terus berjalan tanpa memperdulikan para pejalan kaki yang melihatnya.
Tak lama kemudian, pasukan keamanan yang merupakan sekelompok samurai datang menghentikan Muzan yang sedang menuju rumah seorang Samurai dengan pangkat Daimyo atau pejabat provinsi.
"Siapa kau? Dan apa yang baru saja kau lakukan?!" seru para Samurai yang curiga akan Muzan yang berjalan dengan tubuh dan baju yang diselimuti oleh darah.
"Aku Kibutsuji Muzan, jika tidak mau mati sebaiknya pergi dan tidak banyak tanya," tanggap Muzan setelah sedikit melirik ke para Samurai, ia pun nampak kembali berjalan menuju rumah targetnya.
__ADS_1
"Sombong sekali, apa kau pikir kau bisa pergi setelah menghina kami, mati kau!" seru marah para Samurai yang mencabut pedangnya dan mulai menyerang Muzan.
Akan tetapi Muzan secara tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang para Samurai, lalu, tampak jelas tangan kirinya berubah menjadi seperti pedang dagingĀ yang sangat tajam dan berlumuran darah, lalu sesaat setelah tangannya kembali menjadi tangan manusia, para Samurai yang mengganggunya langsung kaget karena pinggang dan tubuh atas mereka terpisah dan jatuh ketanah dalam keadaan usus yang berceceran di tanah. Setelahnya Muzan berjalan melewati mereka dengan tatapan kosong pergi berjalan terus menuju mansion.
Para Samurai yang baru saja terpotong setengah badan, hanya bisa diam dan mulut serta seluruh tubuh mereka bergetar hingga tak mampu berteriak dan akhirnya mati dalam ketakutan, akibat teror sang Raja iblis Kibutsuji Muzan.
Sesampainya di Mansion mewah kediaman seorang samurai Provinsi Kyo
"Siapa kau?! Apa tujuanmu kemari?" tanya seorang samurai yang menjaga gerbang mansion dengan mengarahkan tombaknya ke arah Muzan, bahkan beberapa Samurai mulai mencabut pedang mereka ketika melihat tubuh Muzan yang dipenuhi darah.
Namun, Muzan tak mengatakan apapun dan langsung dengan cepat memberikan serangan cambuk dengan kecepatan yang sangat tinggi menggunakan tangan kirinya yang tiba-tiba berubah menjadi cambuk daging atau tentakel otot dengan tulang tajam di setiap sisi yang bergerak melebihi kecepatan suara yang membuat suara ledakan dan mencincang dua samurai penjaga gerbang.
"Apa itu!" seru prajurit samurai yang lain mulai berdatangan ke sumber suara ledakan dan melihat Muzan yang kini menggunakan wujud Kibutsuji Shizuka sedang memakan kepala Samurai yang barusan ia bunuh, Muzan hanya melirik para Samurai yang menghampirinya.
"I-Iblis! Oi lepaskan kepala Munetaka dari tanganmu atau kami akan membakarmu hidup-hidup iblis!"
Muzan pun berdiri dan bertanya, "Iblis? Apa maksudmu itu aku?" tanya Muzan sambil melirik mereka semua dengan wajah cantik dari istrinya yang sudah meninggal karena dibunuh oleh bandit suruhan pemimpin para samurai di tempat itu.
__ADS_1
"Memangnya siapa lagi selain kau bajingan!" seru seorang Samurai sambil mencabut katana miliknya dari sarungnya.
"Matilah Iblis!" seru semua samurai yang ada sembari melesatkan ratusan anak panah pada Muzan.
Akan tetapi Muzan dengan tenang mengubah tangannya menjadi Monster daging dan menahan semua anak panah yang melesat ke arahnya.
"Ini menarik, aku ingin tahu apakah kalian sudah siap menghadapiku, sungguh menyedihkan," gumam pelan Muzan yang berhasil menahan serangan para samurai dengan menggunakan tangannya yang berubah bentuk jadi gumpalan monster daging.
Muzan kemudian menyerang dan memakan semua Samurai dengan menggunakan tangannya yang berubah wujud menjadi monster yang langsung bergerak cepat melahap siapa saja di dekatnya.
Suara rintihan memilukan dari para samurai di sana bergema ke seluruh penjuru mansion. Muzan mulai melesat dan perlahan kehilangan rasa kemanusiaannya, ia mulai menikmati rintihan kesakitan dan ketakutan semua orang yang ia bunuh.
Namun, sebelum ia melupakan kemanusiaannya sepenuhnya, tiba-tiba bayangan istrinya dari alam bawah sadarnya muncul dan menahan dirinya yang tengah marah dan mengamuk menghancurkan dan membunuh serta memakan manusia di sana.
Muzan terdiam melihat bayangan istrinya di dalam alam bawah sadarnya menggelengkan kepala yang menandakan sang istri ingin ia berhenti melakukan kejahatannya.
__ADS_1
'Shizuka,' batin Muzan yang merasa marah pada dirinya sendiri, karena meskipun ia kuat ia tidak bisa melindungi istrinya dari kematian, ia ingin balas dendam, tapi sepertinya istrinya tidak menginginkan hal itu.
Bersambung