Bereinkarnasi Sebagai Muzan

Bereinkarnasi Sebagai Muzan
Bab 04 Teror Raja Iblis Muzan


__ADS_3

Melihat kedatangan Issei di rumahnya, Muzan yang kini memakai wujud Shizuka, ia begitu menghormati istrinya, meskipun ia tidak memiliki rasa cinta sama sekali, akan tetapi ia menghormati istrinya.


"Jadi apa keperluan Hanayama-san ke rumah kecil kami?" tanya Muzan sebagai Shizuka.


"Yah, ini karena suami Kibutsuji-san menawarkan kami untuk bekerja membantu anda dalam mengurus kebun," jawab Issei.


Muzan yang mendengar hal itu hanya tersenyum dalam wujud istrinya, "Kalau begitu tolong urus kebunku dengan baik, dan karena kami ingin pindah maka kau bisa memilikinya dan menjual hasil panen untuk menafkahi istrimu," ungkap Muzan sambil tersenyum ke arah Issei.


"Tapi ..." Issei nampak ingin protes mengenai hal itu karena terdengar aneh jika menyerahkan kebun pada orang lain.


"Ini sudah keputusan suamiku, ia bilang aku harus menyerahkan kebun dan rumah untukmu, kami akan pindah malam nanti, jadi jaga dirimu baik-baik Issei-san," gumam pelan MuzanĀ  yang saat ini masih menyamar menjadi Kibutsuji Shizuka, istrinya yang sudah mati.


"Jika memang begitu ya sudahlah, jadi kapan kita akan berangkat untuk merawat lahan anda?" tanya Issei.


"Sebenarnya aku ingin berangkat sekarang, tapi sepertinya, aku tertular penyakit suamiku, jadi saat ini aku tidak bisa keluar rumah karena, cahaya matahari akan membakar tubuhku," ungkap lembut Muzan sebagai Shizuka.


"Ah Begitu yah, bagaimana jika aku langsung merawatnya saja?" tanya Issei.


"Silahkan, tapi apa kau sudah tahu dimana lahan pertanian milikku dan batasnya, aku takut kau malah terkena masalah karena tak sengaja memanen milik orang lain," ucap Muzan.


"Shizuka-dono sebaiknya tak usah khawatir, karena saya bisa bertanya pada petani lain dan juga, saya titip salam dan ucapan terimakasih pada Muzan-dono, karena beliau sudah membantu istri saya melahirkan," ucap Issei sambil tersenyum.


"Ya akan saya sampaikan, saat dia sudah bangun," tanggap lembut Muzan sebagai Shizuka sambil tersenyum tipis.


Issei akhirnya pamit pergi ke luar rumah menuju lahan pertanian milik, Shizuka. Muzan yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas dan pergi masuk ke dalam kamarnya dan mengubah tampilannya kembali ke wujudnya, sebagai lelaki berambut hitam ikal dengan kimono hitam, ia kemudian mengambil kain besar dan memasukkan beberapa pakaiannya dan pakaian istrinya ke dalam, tanda ia benar-benar serius ingin pindah ke suatu tempat.


"Malam ini akan menjadi malam yang berdarah, aku pastikan mereka semua mati," gumam pelan Muzan sambil duduk diam di kamarnya menunggu matahari tenggelam.


Akan tetapi ia sadar kalau hanya menunggu ia tidak akan nyaman, dengan itu ia mengubah bentuk tanganmya menjadi cakar raksasa dan menggali tanah seperti tikus tanah untuk bergerak pergi dari rumah. Yah ia ingin menyerang dari bawah tanah, lagi pula ia tahu lokasi salah satu pelakunya dari aroma cairan mereka yang menempel di pakaian istrinya sebelumnya.

__ADS_1


Ia terus menggali tanah menuju lokasi orang itu dan berniat memariknya ke dalam tanah dan menkonsumsinya saat itu juga, untuk mendapatkan memori atau ingatannya agar bisa menemukan yang lain.


Dengan kekuatan tangan dan cakar besar dan tajam miliknya Muzan terus menggali tanah dan bergerak mengikuti arah bau orang yang ia cari, dan ditengah kekesalannya ia juga membunuh menyerap tubuh hewan-hewan bawah tanah. Lalu setelah sudah cukup jauh bergerak, Muzan mulai menggali ke arah atas tanda ia sudah berada di bawah orang yang sudah membunuh istrinya.


"Aku Kibutsuji Muzan, tak akan memafkan siapapun yang berani mengusik diriku dan orang terdekatku, jadi siapapun kau aku akan membunuhmu saat ini," gumam pelan Muzan yang terus mendaki ke arah atas.


Dengan niat membunuh siapapun yang kakinya akan ia tangkap nanti, dan benar saja dalam sekejap tangan Muzan berhasil keluar tanah dan karena tangan itu diselimuti tanah maka Matahari tidak menghantam tangannya secara langsung, yang membuatnya tidak terbakar.


Grep


"Apa!" kaget seseorang kakinya dicengkeram oleh Muzan dari bawah tanah.


Kraaaak


Bruaaak


"Huaaarrrg!"


Semua orang langsung ketakutan akan teror makhluk misterius di siang bolong, apalagi ketika melihat tanah yang berlubang dan terlihat sangan dalam.


"Aaaaaarggggk!!!" teriakan seseorang yang Muzan tarik ke bawah tanah bergema keluar lubang dan membuat orang-orang di distrik itu ketakutan karena teror dari makhluk bawah tanah yang tidak diketahui.


"Apa itu?"


"Suara apa itu?"


Nampak orang-orang mulai ketakutan dan berlarian kesana kemari, Muzan kemudian melemparkan tangan dan kaki orang yang ia tarik ke bawah tanah, keluar dari lubang yang ia buat, membuat teror di kota itu menjadi sangat memcekam.


Muzan menutup jejaknya dengan gundukan tanah, lalu setelahnya ia berjalan di bawah tanah, ia melihat semua ingatan korbannya dan mengetahui kalau istrinya telah membuat masalah dengan seorang samurai yang merayunya, lalu samurai itu menyewa para bandit dan salah satunya adalah orang yang ia makan untuk membunuh dia dan istrinya.

__ADS_1


Malam harinya.


Muzan kembali ke rumahnya melalui jalur bawah tanah dan pergi ke luar rumah dan terlihat di luar ada pria paruh baya yang sempat ia tolong dan membantunya mengurus lahan pertanian sang istri yang sudah lama mati.


"Hanyama Issei, ada perlu apa?" tanya Muzan.


"Ah tidak, saya hanya ingin melihat kalian sebelum benar-benar pindah, sekaligus memberikan sebagian hasil penjualan beberapa tanaman yang baru saja di panen," ungkap Issei sembari memberikan sekantong benih padi, sekantong jagung dan sekantong uang dengan total 1000 Ryo.


Muzan memerima itu dengan baik dan tersenyum ke arah Issei, "Sepertinya aku tak perlu mengkhawatirkan keluargamu lagi," gumam pelan Muzan yang langsung menusukkan jarinya hingga menembus kepala Issei.


"Arghk!" Issei kaget dan gemetar hebat ketika dahinya ditusuk oleh jari Muzan hingga tembus.


Sementara itu Muzan mulai memanipulasi ingatan dari Issei dengan teknik darah iblisnya, hingga membuat Issei pingsan karena informasi di dalam otaknya dimanipulasi oleh Muzan, berikutnya Muzan meninggalkan Issei yang terbaring pingsan di tanah.


Yah meskipun tadi kepalanya berlubang, Muzan menyelamatkan nyawanya dengan meregenerasikan tubuh dari Issei. Muzan kemudian masuk ke rumah-rumah tetangganya dan membunuh semua pinghuni rumah, karena menurutnya, tetangganya adalah sampah karena tidak mau membantu istrinya meskipun istrinya berteriak minta tolong.


Suara teriakan ketakutan, serta tawa menyeramkan dari Muzan membuat suasana kota era Heian, menjadi mencekam penuh teror.


Lalu tak lama kemudian seseorang terlempar dan melubangi salah satu rumah dengan keadaan penuh darah dan badan yang terbelah setengah.


"Apa yang terjadi?" tanya para tetangga yang langsung keluar rumah dan melihat ada mayat seorang pria dalam keadaan penuh darah dan hanya memiliki tubuh tanpa pinggang dan kali, bahkan terlihat isi perutnya keluar.


"Hyaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!" teriak ketakutan perempuan yang berasal dari rumah seberang.


Kraaasssss


Secara tiba-tiba darah berhamburan dan nampak tubuh perempuan itu tercabik-cabik dan mati dalam keadaan mengenaskan.


Orang-orang mulai berlarian meminta bantuan, dan terlihat Muzan berjalan keluar dari halaman rumah tetangganya dengam tubuh berlumuran darah dan tangannya menggenggam potongan kaki wanita.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2