
Milia adalah seorang dokter muda salah satu rumah sakit terkemuka di Jakarta. Sementara Adrian kekasihnya adalah seorang dosen yang sangat mencintai pekerjaannya. Mereka bertemu di salah satu seminar tentang pendidikan. Setelah bertukar nomor ponsel dan berkencan beberapa kali Adrian mengutarakan ketertarikannya kepada Milia. Dan akhirnya mereka berpacaran.
Setelah mereka dipisahkan jarak oleh karir masing-masing mulailah bermunculan konflik. Jadwal yang seringkali bentrok membuat hubungan mereka semakin berjarak. Milia memikirkan bagaimana cara agar hubungan mereka membaik dan tidak hambar lagi. Ia memutuskan untuk bertukar jadwal dengan temannya. Milia bekerja 3 harian penuh dan libur 3 hari ke depan untuk bertemu dengan Adrian di Yogyakarta. Milia tidak mengabari Adrian tentang rencananya itu.
Dengan perasaan yang senang Milia membayangkan bagaimana reaksi Adrian akan kehadirannya di Yogyakarta. Milia melanjutkan tidurnya yang tadi sempat tertunda karna keberangkatannya ini.
Milia sampai di rumah kost Adrian. Ia menunggu kabar dari Adrian karena sejak tadi dihubungi belum ada jawaban. Akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada penghuni kost yang ada.
"Misi mas, mau tanya apa mas kenal adrian?"
"Adrian? dia udah pindah dari bulan januari"
"Oh gitu yaudah makasih ya mas"
"iya sama-sama"
Setelah mengetahui hal itu, Milia memilih berjalan-jalan dan menghampiri Adrian nanti malam. Puas dengan wisata kulinernya, Milia kembali ke tempat penginapan.
"Aku di yogya sekarang" Milia mengirim pesan
Waktu menunjukan pukul 7 malam, handphone milia berdering namun ia tengah asik dengan spa yang disediakan di hotel. Setelah selesai, ia melihat pesan dari Adrian.
"kamu di yogya?"
"ko ngga bilang dulu, kan bisa aku jemput"
"sekarang dimana?"
"aku udah pindah kost-an"
"nih alamatnya"
"Jl. Ps. Kembang, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta"
"oke aku kesana" jawab milia
Dengan secepat kilat Milia menuju ke tempat kekasihnya itu. Terlihat Adrian yang sudah menunggunya di depan rumah.
"Sayang, aku kangen banget" ucap milia
"aku juga"
"kamu udah makan? mau makan bareng ngga? kita makan diluar aja"
"di rumah aja ya delivery, aku baru pulang masih capek"
"oh gitu, okedeh mau makan apa?"
"terserah kamu aja. yuk masuk"
"yaudah aku pesenin ya"
Ditengah acara makan mereka terdengar suara bel berbunyi. Seseorang memberikan makanan untuk Adrian.
"Siapa yang ngasih?"
"Tetangga"
__ADS_1
"Cewek?"
"Ngga, cowok"
Milia mencoba bersikap normal, ia tau yang memberi makanan adalah seorang wanita karena ia menguping pembicaraan mereka diluar. Milia bercerita tentang kehidupannya mulai dari pekerjaan hingga teman-temannya.
"kamu ngga mau cerita?"
"ngga ada yang seru sih gitu aja"
"hmmm. besok ada ngajar juga"
"iya besok full juga"
"ooh, minggu pagi lari pagi yu di malioboro"
"boleh"
"kamu mau maen ke penginapan aku ngga"
"minggu sekalian abis lari pagi ya"
"oke"
Setelah mengantar Milia, Adrian pulang dengan tenang. Sementara Milia kembali ke penginapan dengan segala kemungkinan yang ada di kepalanya. Menimbang berapa persen kemungkinan Adrian berselingkuh darinya karena ia sudah mulai berbohong. Ia tidak bisa tidur karena pikirannya sudah sangat bercabang. Ia memutuskan untuk membuka youtube dan menonton berbagai video secara acak agar mengalihkan fikirannya dan tidak lagi overthinking tentang Adrian. Sebelum semuanya jelas, ini hanya perkiraannya belaka. Tapi satu hal yang berubah dari Adrian, ia tidak pernah lagi menceritakan apapun kepada Milia.
Milia menghabiskan waktunya sendirian. Setelah jalan-jalan dan membuat beberapa video untuk akun social medianya. Ia merasa puas dengan trip singkat ini. Karena merasa kesepian di hotel, ia memutuskan menonton live musik di malam hari. Sayang, ia tak memiliki teman di Yogyakarta. Beberapa lagu mulai dinyanyikan oleh sang penyanyi. Mulai dari musik sendu hingga musik yang membuat penonton bersemangat. riuh sorak dan tepuk tangan penonton terdengar, menghilangkan sepi yang ia rasakan. Milia senang berada di tengah penonton.
Handphone berdering, terlihat nama Adrian pada tampilannya.
"Halo"
"Kamu dimana berisik banget"
"Aku didepan malioboro lagi nonton live music"
"sendiri?"
"Iyah"
"Jam segini masih nonton live musik? pulang! ini udah jam berapa"
"Iyah, kamu kenapa sih marah marah"
"Aku bukan marah, kalo ada apa apa gimana. pulang sekarang juga!"
Telepon terputus.
"Adrian nyebelin banget sih ngomelin gue, nemenin juga ngga" gerutu Milia
Dengan perasaan yang kesal, milia menangis di kamarnya. Ia merasa bukan seseorang yang spesial bagi Adrian.
"Gue ngerti ko Adrian sibuk, tapi kan dia bisa nemenin gue pulang ngajar. Apalagi gue ada disini. Kenapa sih dia ngga ngerti"
Milia menyamarkan suara tangisnya dengan TV yang menyala. Setelah puas mengeluarkan isi hatinya, ia tertidur karena kelelahan.
Suara bel berbunyi, sementara sang penghuni kamar masih tertidur. Milia membuka matanya bersiap untuk membuka pintu. Ia heran siapa yang menekan bel sepagi ini.
__ADS_1
"siapa?" ucapnya sambil membuka pintu
"oh kamu, ko pagi banget udah kesini"
"katanya mau olahraga bareng"
"oh iya ya, aku lupa. masuk aja, aku siap-siap dulu"
Mereka mulai berlari menyusuri jl. malioboro, beberapa orang datang bergerombol silih berganti. Jalanan malioboro mulai ramai dengan orang-orang yang berolahraga. Terdengar suara seorang ibu yang sangat bersemangat memimpin olahraga pagi ini. Mengajak orang-orang yang sudah berbaris mengikuti instruksinya.
"Iih pak Adrian ngapain ngeliatin ibu-ibu olahraga"
"ngeliat bukan ngeliatin itu beda ya"
"iya deh iya ngeliat"
"nanti kamu kalo udah nikah gitu ya joging pake baju ketat gitu"
"ih julid banget sih kamu. ngga lah, akumah olahraganya di rumah aja"
"masa? nanti juga ikutan sama ibu-ibu komplek olahraga gitu"
"yee so tau nih"
"lomba lari ya sampe ujung, yang menang boleh ngikutin keinginan pasangannya sampe sore nanti"
"boleh, itung dulu dong"
"123"
"Adrian curaaaang"
Milia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menang. Seolah lomba lari kejuaraan nasional, ia berlari secepat kilat. Jiwa kompetitif nya selalu muncul saat ada kompetisi apapun baik itu mendapatkan hadiah ataupun tidak.
"Yeees, aku menang" ucap Milia sambil teriak kegirangan
"Iya iya si kompetitif"
Milia memutari Adrian sambil tertawa.
Setelah sarapan bersama, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk kencan nanti siang. Milia tersenyum, membayangkan apa saja yang akan ia rencanakan hari ini untuk Adrian.
"Jadi apa rencana kamu hari ini?"
"pertama facial bareng, terus nonton, abis itu shopping. terus aku mau makan all you can eat, oh iya photobox juga. aku mau nyobain makanan yang viral juga, apa ya namanya tapi bootnya ada di mall yang mau kita datengin"
"kamu mau bunuh saya yah? banyak banget itu ngga bakal cukup waktunya"
"haha cukup ko ayo makanya kita harus cepet"
Milia menarik tangan Adrian agar ia mempercepat langkahnya. Setelah facial, Milia melihat toko sovenir mencoba beberapa topi.
"sini coba kacamata ini" ucap Milia
Adrian hanya menurut.
"Cocok ya kacamatanya, foto dulu" ucap Milia sambil mengambil beberapa gambar
__ADS_1
Semua wishlist yang Milia miliki sudah terkabul, ia sangat senang karena Adrian mau melakukan semua yang diinginkannya. Sepulang dari kencan, Milia langsung membereskan barang-barangnya dan kembali ke Jakarta karena besok pagi sudah harus kembali bekerja.