
"sini aku fotoin"
"darimana"
"liat liat aksesoris"
"ooh"
Milia mulai memperlihatkan sebuah akun selebgram untuk contoh fotonya nanti. Ia meminta Adrian mengarahkan pose, agar foto yang diambil sesuai dengan apa yang diinginkannya. Dengan malu-malu Milia mulai berpose mengikuti arahan sang fotografer.
Adrian memberikan gelang yang ia beli saat di tempat aksesoris. sebuah gelang yang dikelilingi bunga lili imitasi berwarna putih dan sage green dengan ukuran yang sedang. terlihat sangat cocok dengan dress putih selutut yang sedang dikenakan oleh Milia hari ini.
Pose terakhir yaitu memegang tangan seseorang di balik kamera dan memperlihatkan pose tersenyum dengan malu. Berniat untuk menyudahi pengambilan fotonya, Adrian malah mengulurkan tangan kepada Milia.
"ini buat pose terakhir" ucap Adrian sambil menyodorkan tangannya dan disambut oleh tawa kecil Milia
"pinjem yah" ucap Milia sambil memegang tangan Adrian
"bayar dong"
"berapa?"
"goceng boleh"
Setelah puas berfoto, Adrian menawarkan untuk mengedit foto yang tadi diambil mereka. Milia mengiyakan tawaran itu, dan menunggu hasilnya dikirim. tanpa disadari Milia sendirian saat ini, entah kemana perginya Adrian dan sejak kapan.
Ponsel Milia berdering menandakan ada pesan whatsapp yang masuk. Sebuah foto yang cantik menjadi semakin bagus dengan siluet matahari terbenam yang baru saja ditambahkan. tak lama kemudian ada seorang anak menghampirinya dan memberikan sebuah amplop kecil. Ia membisikan sesuatu di telinga Milia.
"dibuka ka amplopnya" ucap anak itu
"dari siapa? " tanya Milia
Ia hanya menggelengkan kepala dan berlalu pergi. Milia membuka amplop itu, dan heran setelah melihat isinya. isi amplop itu adalah foto dirinya sama seperti foto yang dikirim oleh Adrian. ponselnya kembali berdering, ia menerima pesan dari Adrian.
"liat belakang fotonya"
Milia membalik foto yang dipegangnya dan terdapat sebuah tulisan di sana bertuliskan "will you be my girlfriend?". tak lama berselang, Adrian datang dengan membawa minuman dingin dan memberikannya kepada Milia.
"jadi apa jawabannya" tanya Adrian
Milia hanya mengangguk dan tersenyum
Devi tengah memberikan sebuah foto kepada Eka, dengan wajah malas Ia mengikuti keinginan temannya itu.
"gini ka, gue pegang tangan lu trus lu sambil foto" ucap Devi sambil memberi contoh
"ngga bisa Dev, nih pinjem tangan orang yang lewat aja lah" jawab Eka
__ADS_1
"dia maah, males ah gue"
"gue yang lebih males ngikutin mau lu daritadi"
"apanya yang ngga bisa sih ka, tinggal gini nih" ucap Devi dan kembali mencontohkan postur tubuh yang harus diikuti Eka.
Ditengah perdebatan mereka berdua, Rani dan Reza tertawa melihatnya. Mereka sudah selesai berfoto dan berkeliling. Dari kejauhan mereka sudah menyadari pertengkaran yang terjadi, dan hanya menggelengkan kepala melihat dua tingkah sahabatnya itu.
"Naaah, nih ada reza tangan dia aja gue yang fotoin" ucap Eka sambil melirik ke arah reza
"Rezanya mau ngga" ucap Devi dengan mata tertunduk
"nih" ucap reza sambil memberikan tangannya ke arah Devi
"oke" ucap Devi sambil tersenyum
"udah, seneng kan lu?" ucap Eka
"apasih Eka" ucap Devi malu-malu
Mereka tertawa melihat Devi saat ini, pipinya memerah karena malu. Namun sepertinya ia tidak menyadari itu, terlihat ia bingung saat melihat teman-teman menertawakannya. Eka mulai mengambil beberapa foto seolah seorang fotografer yang handal. Devi berpose dengan beberapa ekspresi yang menggemaskan.
Tanpa ia sadari, Reza memperhatikan wajahnya sedari tadi. Rani membeli minuman untuk mereka di toko yang ada di sekitar tempat. Ia membayar minuman dan pergi mencari keberadaan Milia dan Adrian. Setelah bertemu, mereka berjalan menghampiri teman yang lainnya.
"Mil, tau ngga kayanya si Devi suka sama reza deh"
"iyah tadi dia malu malu gitu, pas foto ituloh yang megang tangan. terus dia megang tangan si reza, mukanya langsung merah" ucap Rani sambil tertawa
"yaah, ketauan dong. mana masih polos banget lagi orangnya"
"eh adrian, reza belom punya pacar kan?"
"kayanya belom deh, dia ngga pernah cerita"
"bagus deh, kayanya ada yang mau pdkt nih abis liburan" ucap Devi sambil melirik kedua temannya
"tunggu tunggu, kenapa nih kalian senyam senyum. kalian pacaran ya?" ucap Rani
Milia dan Adrian hanya tertawa mendengar pertanyaan itu
"yaelah, nyamuk dong gue. hmm beginilah nasib LDR" ucap Rani
Mereka bertiga menghampiri teman lainnya yang masih sibuk berfoto. Eka memperlihatkan foto-foto hasil jepretannya. satu demi satu diperhatikan, mereka memuji kemampuan eka dalam mengambil gambar. sementara itu devi hendak melepaskan tangannya dari tangan reza, namun reza menahannya. ia memberikan senyum manisnya kepada Devi.
Teman-teman yang lain menyadari akan hal itu. Eka mengambil inisiatif untuk membuat reza dan Devi melakukan foto bersama.
"sini foto berdua" ucap eka
__ADS_1
Devi melepaskan genggaman tangan reza dan berjalan ke tengah untuk berfoto.
baik reza maupun devi keduanya tersenyum kaku melihat ke arah kamera ponsel. Rani menghampiri mereka dan membuat Devi menggandeng lengan reza, lalu berlari menghampiri eka.
"oke selesai ya" eka berteriak
Devi melepaskan lengan reza, keduanya terlihat canggung.
Semua orang bergegas pergi karena sudah waktunya taman ditutup. karena taman ini berada di tengah mall, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebelum pulang ke penginapan kembali.
Setelah berkeliling di mall, mereka pulang ke penginapan karena sebentar lagi waktu maghrib datang. Milia, Rani dan Devi tertidur di mobil. mereka kelelahan karena terlalu aktif seharian.
"yaah pada tidur" ucap eka
"kecapean, terlalu aktif sih" ucap reza
"tukang foto ngga kecapean ini" ucap Adrian
"ngga lah tukang foto mah strong. tapi cape banget ya ngikutin mereka seharian. untung pacar gue ngga suka foto banget kaya mereka. duh bisa encok gue kalo kaya gitu" ucap eka
"sekali kali lah gapapa bikin mereka seneng" ucap Adrian
"iyah baru ini juga kita jalan-jalan" ucap reza
"ehem gimana za, devi?" tanya eka
"gimana apanya"
"ada kemajuan nih abis liburan"
"kemajuan apa"
"yaelah cerita aja kali"
"ya gitu mau liat dulu gue belom yakin"
"belom yakin kenapa ma bro"
"ya liat nanti"
"kaya Adrian nih satset satset"
"iya lah, ngapain lama-lama ntar diambil orang"
Karena bahan makanan sudah habis, mereka memesan makanan melalui transportasi online. Awalnya memiliki rencana untuk makan bersama di luar, namun diurungkan karena badan pegal setelah berjalan-jalan seharian.
Setelah makan, energi mereka kembali penuh. Tim laki-laki menyanyikan lagu dengan gitar sementara tim perempuan menjadi pendengar dan suporter. Rani merekam pertunjukan mereka dan membagikannya di ruang obrolan grup. Malam yang menyenangkan untuk waktu terakhir mereka di Kota Bandung. Setiap tempat selalu menyimpan memori saat berkunjung dengan orang yang tepat.
__ADS_1