Berjalan Satu Arah

Berjalan Satu Arah
Janji Adrian


__ADS_3

Seorang waiter menyapa dengan hangat dan menawarkan menu yang ditawarkan oleh restoran. setelah mengambil beberapa mangkuk daging dan perbumbuan, Milia duduk menunggu Adrian yang masih sibuk dengan kegiatannya memilih makanan untuk dimasak bersama kuah tomyam. Milia menaruh tangan di atas pemanggang daging dan merasakan uapnya untuk memastikan apakah sudah cukup panas. Ia mulai memanggang beberapa iris daging dan memasaknya hingga matang.


Adrian datang dengan membawa beberapa piring aneka sayuran dan frozen food pilihannya. Milia mengambil selada dan menaruh daging lengkap dengan bumbunya lalu membungkusnya.


"ini cara makan orang Korea, yang" ucapnya sambil memasukan makanan ke dalam mulut.


"iya udah tauuu"


"nih aku suapin" ucapnya sambil memasukan makanan ke dalam mulut Adrian dengan irisan cabai hijau. Adrian membuka mulut dan mulai mengunyahnya, ia menatap Milia saat menyadari ada banyak cabai di dalam mulutnya. Ia meneguk minumannya dengan cepat untuk menghilangkan panas pada lidahnya.


Adrian menyeringai, dengan sigap ia membuatkan makanan untuk Milia berisi 2 bawang putih mentah dan membungkusnya.


"gantian sini aaa" Milia menutup mulut dengan tangannya dan menggelengkan kepala


"buka mulutnya" ucap Adrian, Milia membuka mulutnya ragu.


Milia menatapnya tak percaya kemudian memukul bahu Adrian seraya memanggil nama kekasihnya gemas. Dia hanya terseyum melihat tingkah Milia.


Milia mengambil makanan lain sebagai penawar rasa bawang putih yang ada didalam mulutnya.


setelah menyelesaikan makannya, mereka menonton film bergenre horror thailand. keduanya menyukai film horror meskipun selalu menonton dengan menutupi mata menggunakan tangan. penakut namun terlampau penasaran.


film selesai ditayangkan. karena masih ingin berlama-lama mereka memutuskan untuk bermain di timezone. game pertama yang dimainkan adalah street basketball. Milia memegang bola basket dan menatap Adrian dengan tatapan menantang. Ia tidak tahu jika sekarang Adrian menyukai permainan basket dan sering memainkannya di dekat kampus.


Timer mulai berjalan mundur dan keduanya melemparkan bola ke ring masing-masing. Milia terheran dengan kecepatan dan ketepatan Adrian, sehingga mencetak banyak score. Namun ia tidak mau kalah, dengan kecepatan yang ditambah Milia berusaha memperoleh score. Sayangnya, banyak bola yang melesat dari ring.


"Yeah aku menang" ucap Adrian sambil mengepalkan tangan


"Curang kamu mah"


Adrian memasang ekspresi wajah meledek. Milia hanya tertawa melihatnya.


selanjutnya mereka memainkan game time crisis. mereka bersiap, memegang pistol dan saling bertatapan sinis. permainan dimulai, tembakan dilayangkan ke layar yang berada di depan. keduanya sibuk dan ingin memenangkan permainan. entah mengapa, mereka sangat ingin menang meskipun hanya melawan satu sama lain.


Dari area permainan mereka beralih ke snapchat photobox. Memilih frame yang cocok, mereka mulai berpose dengan berbagai gaya hingga 6x jepretan. Milia mengklik layar, mengirimkan hasil fotonya ke alamat email masing-masing. Foto berhasil di print dan keduanya tertawa sambil melihat satu persatu foto yang ada di tangan mereka.


Setelahnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing. Adrian mengajak Milia untuk lunch di hotel besok siang sebelum ia kembali ke jogya di malam hari. Milia mengantar Adrian ke hotel lebih dulu, sebelum ia pulang karena mereka pergi dengan menggunakan mobil miliknya.


Keesokan harinya....


Adrian tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Milia yang baru saja datang. mereka mengambil makanan utama berupa nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Milia duduk di meja, sementara Adrian mengambil beberapa desert dan menaruhnya di atas piring dan kembali ke meja.

__ADS_1


Keduanya makan dengan lahap dan sesekali menatap orang sekitar yang datang. Ditengah makannya, Milia menerima panggilan telepon salah seorang rekannya. Ia mengangkat telepon dan membicarakan masalah pekerjaan. Adrian menegur Milia yang sibuk dengan teleponnya setelah menyelesaikan panggilan.


"sibuk ya pacar aku"


"yeeeh masih sibukan juga kamu. bentar ya aku mau jawabin yang koas dulu"


"iyaaah"


Adrian merekomendasikan beberapa desert yang menurutnya enak. Milia terlihat ragu karena terkadang Adrian seringkali jahil kepadanya.


"ini cobain, enak beneran" ucap Adrian


"bener?" tanyanya seraya mengambil puding berwarna ungu dihadapannya


"iyaaah" jawabnya gemas


"nih aaaa" ucap Adrian sambil menyodorkan zuppa soup yang ada di sendok. Milia hanya menurut membuka mulutnya


"sayaang, aku kan lagi makan puding. zuppa soup kan gurih rasanya jadi aneh"


"gapapa, biar cepet nanti kamu dicariin lagi"


Milia mengerucutkan bibirnya.


"jam 8"


"naik apa?"


"kereta"


"oke nanti aku jemput ya jam 7"


"kamu mau nganter?"


"iyaaa dong"


"oke siaap"


"jam istirahatnya udah abis nih, aku duluan ya"


Adrian mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Milia memasuki ruangan pasien dalam keadaan koma. terlihat seorang ayah yang setia menunggui anaknya dengan mata tertutup dan raut wajah yang lelah. Dengan hati-hati ia memeriksa kondisi pasien agar tidak membangunkan ayahnya. Milia sempat beberapa kali mengobrol dengan sang ayah. Beliau sangat tulus dan sabar menunggu anaknya tersadar kembali, dengan harapan ia dapat berkumpul seperti dulu lagi.


Terdengar suara berdehem, beliau terbangun dan menyapa Milia.


"dokter"


"iya Pak. saya cek dulu ya anaknya"


"silahkan dok"


"bu dokter udah makan?"


"udah pak, bapak udah makan?"


"belum, ini saya beli roti tadi sebelum kesini. ini buat bu dokter"


"buat bapak aja, makasih" ucap Milia sambil tersenyum


Setelah memastikan semua alat berjalan dengan baik, Milia meninggalkan kamar pasien lalu melanjutkan pekerjaan yang lain.


Dengan menaburkan essencial oil ke dalam bath tub, Milia memasukkan tubuhnya ke dalam air tersebut. Aroma yang sangat menenangkan untuk harinya yang melelahkan, terlebih setelah ini ia harus mengantar kekasihnya ke stasiun Gambir.


Di sebuah hotel, Adrian sedang merapikan barang-barang untuk dibawa pulang. melihat satu persatu barang khawatir ada yang ketinggalan. Sebuah kotak berwarna biru ia keluarkan dari koper, hampir saja ia membawanya kembali.


Itu adalah sebuah kalung dengan liontin permata berbentuk angsa berwarna silver dan emas yang pernah dirinya dan Milia lihat disebuah drama korea. Kalung tersebut akan ia berikan sebagai simbol keseriusannya dalam hubungan ini.


Setelah menemukan tempat parkir mobil, keduanya menuju pintu masuk stasiun. Adrian menyerahkan kotak berwarna biru kepada Milia yang dibalas tatapan bingung darinya.


"Buka kotaknya" ucap Adrian


"ini kan kalung yang... "


"iya yang di drama itu, aku beli buat kamu. kalung ini jadi tanda kalo aku serius sama kamu sayang. jangan sering ngambek lagi ya" ucap Adrian sambil mencubit pipi kekasihnya


"iyaaa, aku juga kan kalo ngambek ada alesannya"


"iya iyaa, aku janji bakal selalu ngabarin kamu. sama sering-sering nelpon kamu" ucap Adrian


"bener?" tanya Milia dengan ekspresi ragu


"iyaa bener" jawab Adrian

__ADS_1


"promise me"


"yeah, i'm promise"


__ADS_2