Berpergian Kedunia Anime Dengan System

Berpergian Kedunia Anime Dengan System
issei mati


__ADS_3

Bab : Issei mati


Di tempat Issei, dia melihat Yuuma-chan pacar barunya berjalan maju kedepan dan berbalik ke arah Issei, "Maukah kau mati untukku?" Kata Yuuma.


Kata katanya sangat tidak masuk akal bagi Issei, "Itu lucu sekali, Yuuma-chan.." Issei berkata dengan senyum dipaksakan...


*FLAP*


Sayap hitam muncul di punggung Yuuma. Lalu dia mengepakan sayapnya dan bulu bulu terbang berjatuhan.


Issei membelalakkan matanya, dia tak percaya dengan apa yang di depanya. Dia mundur beberapa langkah dan terjatuh kebelakang.


"Sungguh menyenangkan. Waktu singkat yang kuhabiskan denganmu." Yuuma tersenyum dingin. Dia memegang gelang merah muda yang ada di tanganya dan berkata, "Aku akan menjaga hadiah pertamamu ini. Jadi..." dia mengulurkan tanganya dan sebuah cahaya merah membentuk tombak muncul di tanganya.


*BUZZ*


"Yuuma-chan?" Issei mengulurkan tangannya masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"...Cepat matilah" Yuuma berkata dengan dingin dan mengayunkan tombaknya kearah issei.


*WOOOSHHH*


*JLEB*


Tombak yang ada di tangan yuuma menusuk perut Issei. Dia membelalakan matanya. Dia mencoba menyentuh tombak yang ada di perutnya tapi tombak itu sudah menghilang.


Satu-satunya yang tersisa adalah lubang besar yang ada di perutnya. Dia terbaring dan darah mengalir terus dari perutnya.


Yuuma mendekat kepadanya dan berkata, "Maaf, kau adalah ancaman bagi kami, jadi kami memutuskan untuk menyingkirkan mu dari awal. Kalau kau ingin menyimpan dendam, bencilah tuhan yang menempatkan sacred gear di tubuhmu."


'...Sacred, apa...?' Issei ingin bertanya tapi dia tidak bisa mengeluarkan suaranya. Pada saat yang sama dia mulai kehilangan kesadaran, lubang di perutnya sangat fatal. Tapi dia tidak merasakan sakit sama sekali.


Rasanya enak kalau dia bisa kehilangan kesadaran dan tidur nyenyak, tapi kalau itu terjadi dia pasti akan mati. Dia tidak ingin mati muda, dia bahkan belum pernah merasakan payudara kesukaannya. Dia ingin tertawa tapi tidak bisa.


Kesadaranya perlahan mulai memudar saat memikirkan berbagai banyak hal.


Dia mulai bertanya tanya, apakah matsuda dan motohama akan terkejut, apa mereka akan menangis untuk dia, tidak, bukan mereka...

__ADS_1


Ibu, Ayah..... Dia belum melakukan apapun untuk menyenangkan mereka berdua sebagai anak mereka....


Koneko, Aniki..... Walaupun mereka hanya saudara angkatnya, mereka sangat menyayangi dia. Dia tahu walaupun koneko sangat dingin kepadanya, dia merasa bahwa Koneko sebenarnya sangat lembut dan selalu menginkan sebuah keluarga..


Dia juga tiba tiba teringat kata kata Aniki nya saat di kelas, 'Aku yakin. pacar barumu itu pasti menipumu. Mana mungkin ada gadis yang ingin berkencan dengan orang mesum sepertimu.....' dia seharusnya percaya pada kata Aniki nya.... Mana mungkin ada gadis yang ingin berkencan dengan ku...


Dia merasakan tangannya masih bisa bergerak.


Dia menyentuh lukanya dan membawanya di depanya.


Warnanya merah.... Merah crimson. Lalu wajah gadis yang dia lihat kemarin memasuki pikiranya. Wajah cantik dengan rambut crimson, setiap kali dia melihatnya, matanya tertuju ke rambut crimsonya.


Jika dia mati, dia berharap mati dipelukan gadis cantik sepertinya...


Rasanya dia mengkhianati Yuuma pacarnya, ketika dia memikirkan wanita lain, tunggu. Yuuma kan yang membunuh dirinya...


Dia berharap sebelum mati, dia bisa meraba raba payudara Yuuma...


'Haha' Dia bertanya tanya kenapa ilusi mesumnya tidak berhenti saat dia mau mati..


Dia mulai mulai menutup matanya dan ingin kehilangan kesadaran tapi tiba tiba sebuah cahaya merah muncul di depannya.


Issei tidak bisa melihat siapa yang bicara karena pengelihatanya kabur.


Rias memeriksa tubuh Issei. "Sepertinya kamu lagi sekarat. Lukamu...ya ampun, kelihatanya sesuatu yang menarik terjadi padamu." Dia tertawa seolah-olah menemukan sesuatu yang menarik.


"Kalau kamu mati, aku akan mengurusnya. Mulai sekarang, kamu akan hidup untuku." Rias berkata dan mengambil 8 Pion berwarna merah dan memasukannya ke tubuh Issei.


Sebelum kehilangan kesadaran Issei melihat rambut berwarna merah berkilau di depanya.


***


Sementara itu di tempat Alex dan Koneko. Ketika Koneko melihat Issei dibunuh, dia marah karena salah satu keluarganya ditipu dan dibunuh oleh malaikat jatuh rendahan. Dia ingin bergerak maju untuk menyelamatkanya tapi pundaknya di pegang Alex.


"Jangan dulu, mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi selanjutnya." Alex berkata dengan senyum kecil di wajahnya ketika melihat Issei.


Koneko bingung dengan apa yang di maksud Alex tapi dia mengangguk dan mengamati lagi. Bagaimanapun, dia percaya kepada kakaknya.

__ADS_1


Mereka melihat Raynare sudah pergi dari sana dan sebuah cahaya merah muncul mengungkapkan Rias di sana. Mereka melihat Rias memasukan 8 Pion ke tubuh Issei dan menjadikan bagian dari budaknya.


Koneko menghela nafas lega ketika melihatnya. Dia sudah tahu informasi tentang Rias dari Kakaknya. Dia juga memiliki sedikit kesan baik untuk Rias senpai. Dia menoleh kearah wajah Alex dan bertanya tanya kenapa kakakknya sangat misterius dan seolah olah tahu semuanya.


Alex di sisi lain tidak peduli dengan tatapan Koneko, dia berdiri, "Yawnnnnn...." Dia menguap dan menoleh ke belakang, "Bisakah kau keluar sekarang?"


Koneko yang di sampingnya juga menoleh kebelakang. Dia juga sudah merasakan seseorang mengikutinya menggunakan senjutsunya, tapi dia tidak memperdulikannya karena orang yang mengikutinya terlalu lemah baginya.


Dalam semak-semak, perlahan seorang laki-laki muncul. dia berambut pirang dan memiliki wajah tampan, dia memakai seragam laki laki akademi kuoh. Dia tersenyum masam dan berkata. "Jadi kamu sudah merasakan aku ya..."


Alex menatapnya dengan acuh tak acuh dan berkata, "Lain kali jangan mengikutiku saat kencan. Sangat tidak menyenangkan kau tau."


Setelah berkata seperti itu, Alex ingin menggandeng tangan Koneko untuk pergi tapi Kiba memanggilnya. "Tunggu! Aku punya satu pertanyaan. Kenapa kamu tidak menyelamatkan Issei saat dibunuh. Dia Adik mu bukan?" Kiba bertanya.


Alex berhenti sebentar dan menjawab. "Karena aku tahu bahwa Rias akan menjadikannya bagian dari budak-budaknya. Selain itu, aku yakin dia senang berada di sana dengan para onee-san berpayudara besar."


Setelah itu Alex menggendong Koneko dengan gaya putri dan tubuh mereka berubah menjadi kilatan listrik dan menghilang dari pandangan Kiba.


Kiba tertegun beberapa detik dan menggelengkan kepalanya. Dia tersenyum masam dan berteleportasi ke ruang klub ORC.


***


Alex muncul di depan pintu rumahnya. Dia baru saja menggunakan skillnya yaitu [Lightning body] dia merubah tubuhnya dan tubuh Koneko menjadi listrik kemudian menghilang menjadi kilat dan muncul di depan rumah dengan cepat.


Alex membuka pintu rumahnya dan masuk kedalam. Dia menurunkan Koneko untuk mengunci pintu. Setelah mengunci pintu dia ingin pergi ke kamarnya tapi dia merasakan tatapan Koneko, "Ada apa Koneko?" Dia bertanya.


Koneko tidak menjawab tapi menatapnya dengan tatapan berharap.


Alex bingung dengan tatapanya. Dia berpikir sebentar dan kemudian dia ingat apa yang diingkan Koneko, "Apa kau yakin Koneko? Kamu mungkin bukan satu satunya wanitaku di masa depan." Kata Alex dengan menatap lurus ke matanya.


"Iya.." Koneko mengangguk. Dia tahu dia tidak bisa menjadikan Alex miliknya sendiri, dia juga sudah mendengar dari Alex bahwa Alex sudah memiliki kekasih bernama Irina saat masih kecil.


"Kalau begitu..." Alex menundukan kepalanya dan mencium bibir kecil koneko yang lembut. Alex perlahan memasukan lidahnya ke mulut Koneko dan dia bisa merasakan gerakan lidah kecil Koneko yang sedikit canggung tapi mulai terbiasa.


Koneko memeluk lehernya dan membuat kepalanya lebih dekat. Mereka berciuman beberapa menit sebelum berpisah dengan jembatan air liur di lidah mereka. Mereka terengah-engah dan tubuh mereka sangat panas sekarang.


"Apa kamu yakin Koneko?" Alex bertanya sekali lagi.

__ADS_1


Koneko mengangguk sebagai jawaban. Setelah menerima jawabannya, Alex menggendongnya menunuju kamar.


__ADS_2